Kamis, 22 Februari 2024

Ketahui, Ini Masalah yang Sering Terjadi saat Sedang Hamil Muda

Murianews
Selasa, 17 Januari 2023 13:10:38
Ilustrasi. (Pixabay)
Murianews, Kudus – Ada banyak perubahan pola hidup yang dilakukan saat perempuan hamil. Salah satunya dengan mengurangi aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Hal itu dilakukan demi kesehatan buat ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Meski terkadang cukup berat, namun perubahan pola itu perlu dilakukan. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga wajib dilakukan ibu hamil. Ada banyak bahan makanan yang baik buat ibu hamil yang bisa menunjang kesehatan serta mebantu perkembangan otak bayi dalam kandungan. Baca juga: Saat Hamil Muda Sebaiknya Jangan Bersihkan Kotoran Kucing! Ini Penjelasannya Kemudian, perhatian lebih serius juga perlu dilakukan saat hamil muda. Pasalnya, hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana ini merupakan awal terbentuknya janin. Tak hanya itu, berbagai masalah pun bisa terjadi saat ibu hamil muda. Melansir dari Hellosehat, Selasa (17/1/2023), masalah ini biasanya bukan merupakan hal yang serius. Namun, jika tidak ditangani dengan baik, tidak menutup kemungkinan masalah ini menjadi hal yang serius dan dapat mengganggu perkembangan janin. Beberapa masalah yang bisa terjadi saat hamil muda adalah: 1. Perdarahan Perdarahan di awal kehamilan merupakan hal yang normal terjadi. Ini bisa terjadi dalam tingkat yang ringan sampai berat. Biasanya, perdarahan juga disertai dengan rasa nyeri di perut bagian bawah dan di punggung. Gejala tersebut bukan berarti Anda mempunyai masalah di kehamilan muda Anda. Namun begitu, perdarahan di saat hamil muda juga dapat menjadi tanda dari keguguran atau kehamilan ektopik. Perdarahan yang menjadi tanda keguguran biasanya disertai dengan kram perut yang sangat parah dan adanya jaringan atau air yang keluar dari vagina. Keguguran bisa terjadi karena janin tidak bisa berkembang dengan normal. Sedangkan, perdarahan yang menjadi tanda kehamilan ektopik biasanya disertai dengan sakit perut yang sangat tajam. Kehamilan ektopik terjadi saat telur yang telah dibuahi sperma berkembang di luar rahim, sehingga telur tidak bisa berkembang menjadi janin. Sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasa sakit pada perut atau mengalami tanda-tanda syok (seperti kulit keriput, denyut nadi rendah, dan pusing), karena ini adalah tanda kehamilan ektopik telah meluruh. 2. Mual dan muntah Mual dan muntah juga biasanya Anda rasakan di saat hamil muda. Hampir semua ibu hamil mengalami hal ini. Masalah ini tidak akan memengaruhi pertumbuhan bayi Anda dan biasanya akan hilang di usia kehamilan 12-14 minggu. Jika Anda bisa menanganinya dengan baik, mual dan muntah mungkin tidak menjadi masalah yang berat bagi Anda di awal kehamilan. Namun, mual dan muntah yang berat juga bisa mengganggu kehamilan Anda. Ini dapat menyebabkan Anda mengalami kehilangan berat badan, kelelahan, dehidrasi, dan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh. Sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami:
  • Muntah berulang yang sangat sering
  • Keluar darah saat muntah
  • Warna urine lebih gelap dan tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam
  • Muntah setelah makan dan minum
  • Merasa sangat lemas, pusing, atau ingin pingsan saat berdiri
  • Nyeri pada perut
  • Demam
  • Detak jantung lebih cepat
3. Demam tinggi Ibu hamil muda juga dapat mengalami masalah demam. Demam di awal kehamilan bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius. Walaupun, terkadang demam juga mungkin hanya disebabkan oleh flu. Demam tinggi di awal kehamilan dapat dihubungkan dengan risiko bayi mengalami cacat lahir atau cacat tabung saraf, karena tabung saraf bayi terbentuk selama trimester pertama kehamilan. Suhu tubuh yang meningkat selama kehamilan dan disertai dengan ruam dan nyeri otot juga bisa menjadi tanda Anda mengalami infeksi, seperti infeksi cytomegalovirus (CMV), toxoplasma, dan parvovirus. Infeksi ini tentu dapat memengaruhi bayi dalam kandungan. Jika Anda mengalami demam tinggi tanpa disertai dengan pilek dan flu saat hamil muda, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. 4. Keputihan Keputihan juga normal Anda alami saat hamil muda. Namun, keputihan yang parah juga bisa menjadi tanda dari infeksi atau infeksi menular seksual. Hati-hati, ini dapat memengaruhi pertumbuhan bayi Anda dalam kandungan. Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami keputihan yang berbau aneh, berwarna, vagina gatal atau sakit.     Penulis: Dani Agus Editor: Dani Agus Sumber: hellosehat.com

Baca Juga

Komentar