Kamis, 22 Februari 2024

Seberapa Sering Ibu Hamil Boleh Berhubungan Intim? Ini Penjelasannya

Murianews
Jumat, 17 Februari 2023 20:11:42
Foto: Ilustrasi ibu hamil (Son Nguyen dari Pixabay)
Murianews, Kudus – Ada banyak perubahan pola hidup yang dilakukan saat perempuan hamil. Salah satunya dengan mengurangi aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Hal itu dilakukan demi kesehatan buat ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Meski terkadang cukup berat, namun perubahan pola itu perlu dilakukan. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga wajib dilakukan ibu hamil. Ada banyak bahan makanan yang baik buat ibu hamil yang bisa menunjang kesehatan serta mebantu perkembangan otak bayi dalam kandungan. Baca juga: Ini Jenis Buah yang Bagus untuk Ibu Hamil, Catat ya Kemudian, perhatian lebih serius juga perlu dilakukan saat hamil muda. Pasalnya, hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana ini merupakan awal terbentuknya janin. Tak hanya itu, ibu hamil sebaiknya juga perlu hati-hati untuk berhubungan intim dengan pasangan. Memang tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk melakukan aktivitas seksual. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Tujuannya, agar hubungan intim yang dilakukan tidak membahayakan ibu dan kandungannya. Melansir dari Halodoc, Jumat (17/2/2023), ibu hamil tidak perlu takut hubungan intim dapat membahayakan janin karena ada banyak proteksi alami dalam tubuh ibu, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutupi leher rahim yang dapat membantu melindungi bayi dari bahaya infeksi. Munculnya keinginan untuk berhubungan intim saat hamil itu adalah hal yang wajar. Saat hamil muda, libido ibu hamil biasanya cenderung meningkat, sehingga ibu merasa lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Lantas, seberapa sering ibu hamil boleh melakukan hubungan intim? Berikut penjelasannya. Kapan Berhubungan Intim Boleh Dilakukan saat Hamil? Selain aman, berhubungan intim saat hamil ternyata dapat memberi banyak manfaat. Aktivitas seksual ini bisa menjadi seperti “olahraga” yang membantu membakar kalori dalam tubuh ibu, sehingga ibu bisa menjaga berat badan tetap ideal selama kehamilan. Berhubungan intim mampu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi rasa nyeri, membantu tidur lebih nyenyak, serta membuat ibu merasa lebih bahagia. Meski begitu, ibu perlu tahu kapan berhubungan intim boleh dilakukan saat hamil. Sperma mengandung senyawa prostaglandin yang menyebabkan kontraksi. Oleh karena itu, ibu yang usia kandungannya masih muda atau trimester 1 sebaiknya tidak berhubungan intim dulu agar tidak terjadi kontraksi yang dapat menyebabkan keguguran. Selain itu, ibu hamil juga tidak dianjurkan melakukan hubungan intim di usia kehamilan sekitar 37-42 minggu. Alasannya, kepala janin sudah memasuki rongga panggul, sehingga berhubungan intim dikhawatirkan menyebabkan pendarahan atau persalinan dini. Jika ibu ingin berhubungan intim saat hamil, trimester kedua adalah waktu yang paling baik. Kandungan ibu sudah jauh lebih kuat dan ibu pun akan merasa lebih berenergi, bahkan lebih bergairah untuk bercinta di trimester kedua. Selain itu, rasa mual, muntah, dan pusing yang ibu alami di trimester pertama juga perlahan-lahan akan berkurang saat memasuki trimester kedua ini. Agar lebih aman, ibu hamil sebaiknya membicarakan dulu kepada dokter kandungan soal aturan berhubungan intim saat hamil. Seberapa Sering Boleh Berhubungan Intim saat Hamil? Sebenarnya ibu dan suami bisa melakukan hubungan intim sesering yang ibu inginkan. Namun, terlalu sering berhubungan intim saat hamil juga tidak dianjurkan. Hubungan intim saat hamil yang terlalu sering (lebih dari tiga kali dalam seminggu) bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing (ISK). Bila tidak segera diobati, ISK dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan. Oleh sebab itu, ibu hamil wajib membersihkan vagina sebelum dan setelah berhubungan intim, serta mengosongkan kandung kemih setelah berhubungan intim untuk mencegah infeksi. Cara untuk mencegah risiko di atas, pastikan kamu dan pasangan berkomunikasi dengan baik serta memahami masing-masing seputar berhubungan intim yang aman selama kehamilan. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kehamilan tetap aman sampai waktu melahirkan.     Penulis: Dani Agus Editor: Dani Agus Sumber: halodoc.com

Baca Juga

Komentar