Kamis, 22 Februari 2024

Penting Diperhatikan, Ini Aturan Berhubungan Intim yang Aman saat Hamil

Murianews
Rabu, 1 Maret 2023 09:07:09
Foto: Ilustrasi ibu hamil (Son Nguyen dari Pixabay)
Murianews, Kudus – Ada banyak perubahan pola hidup yang dilakukan saat perempuan hamil. Salah satunya dengan mengurangi aktifitas yang menguras tenaga dan pikiran. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga wajib dilakukan ibu hamil. Ada banyak bahan makanan yang baik buat ibu hamil yang bisa menunjang kesehatan serta membantu perkembangan otak bayi dalam kandungan. Hal itu dilakukan demi kesehatan buat ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Meski terkadang cukup berat, namun perubahan pola itu perlu dilakukan. Baca juga: Mengonsumsi Durian buat Ibu Hamil, Aman Apa Tidak? Ini Penjelasannya Kemudian, perhatian lebih serius juga perlu dilakukan saat hamil muda. Pasalnya, hamil muda merupakan masa-masa kritis di mana ini merupakan awal terbentuknya janin. Tak hanya itu, ibu hamil sebaiknya juga perlu hati-hati untuk berhubungan intim dengan pasangan. Memang tidak ada larangan bagi ibu hamil untuk melakukan aktivitas seksual. Namun, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Tujuannya, agar hubungan intim yang dilakukan tidak membahayakan ibu dan kandungannya. Melansir dari Halodoc, Rabu (1/3/2023), salah satu alasan yang menjadi penyebab ibu hamil takut berhubungan intim saat mengandung adalah rasa cemas jika aktivitas tersebut bisa berdampak negatif terhadap kondisi janin yang sedang berkembang di dalam rahim. Akan tetapi, sebenarnya boleh saja melakukan hubungan intim saat sedang hamil asalkan ibu dan ayah sama-sama nyaman. Lalu, bagaimana dampaknya terhadap janin yang masih berada di dalam kandungan? Sebenarnya, hubungan intim tidak akan mengancam nyawa janin. Bukan tanpa alasan, banyak sekali perlindungan alami yang berasal dari tubuh ibu, seperti cairan ketuban, otot-otot yang berada di dalam rahim, serta lendir yang membantu menutupi leher rahim. Meski begitu, berhubungan intim ketika sedang hamil tetap memiliki aturan yang perlu ibu dan ayah perhatikan. Berikut beberapa di antaranya: 1. Pastikan Kandungan dalam Kondisi Sehat Pertama, ibu dan ayah harus memastikan bahwa kondisi kandungan sehat. Maksudnya, tidak ada indikasi apapun yang membahayakan nyawa janin, seperti pecah ketuban, terbukanya mulut rahim, dan infeksi. 2. Hindari Berhubungan Intim pada Trimester Pertama Sperma memiliki kandungan senyawa prostaglandin yang bisa memicu kontraksi. Oleh karena itu, jika usia kandungan ibu masih terbilang muda atau berada pada trimester pertama, sebaiknya tunda dulu melakukan hubungan intim. Pasalnya, pada usia kehamilan tersebut sangat rawan terjadi kontraksi maupun keguguran. Tak hanya itu, kondisi ibu saat trimester pertama mungkin akan menurun karena sering mual dan muntah. Biasanya, hasrat seksual pun menurun. 3. Pastikan Tidak Ada Riwayat Perdarahan Selanjutnya, pastikan juga ibu tidak memiliki riwayat perdarahan selama kehamilan dan tidak mengidap plasenta previa. Kondisi ini terjadi ketika posisi plasenta atau ari-ari melekat di bagian bawah rahim, baik sebagian maupun keseluruhan. Dampak dari masalah tersebut sangat serius, mulai dari potensi jalan lahir tertutup hingga perdarahan serius saat hamil, terlebih saat mendekati persalinan. Tentunya, ini akan sangat berbahaya baik pada ibu maupun janin. 4. Posisi Hubungan Intim yang Dianjurkan Memasuki trimester kedua, perut ibu akan mulai membesar karena ukuran janin yang semakin bertambah. Katanya, pada trimester dua inilah hubungan intim dianjurkan. Namun, tetap pastikan ibu berada pada posisi yang tepat agar tetap nyaman. Sebaiknya, hindari posisi telentang karena mengakibatkan perut dan pembuluh darah di sekitarnya mengalami tekanan. Posisi berhubungan intim yang disarankan adalah posisi miring (spoon position), duduk (sitting dog), atau woman on top. 5. Hindari Berhubungan Intim 4 Minggu sebelum Persalinan Tak hanya pada trimester pertama, ibu juga sebaiknya menghindari berhubungan intim empat minggu menjelang persalinan. Pasalnya, berhubungan intim pada usia kehamilan tersebut dapat memicu terjadinya persalinan prematur. Perlu ibu ketahui pula, kehamilan turut berpengaruh terhadap keinginan untuk berhubungan intim pada seorang wanita dengan cara yang berbeda. Ini karena peningkatan hormon dan aliran darah pada organ vital yang mampu meningkatkan gairah sebagian ibu hamil untuk berhubungan intim, terutama pada trimester kedua. Sementara itu, beberapa ibu hamil lain justru mengalami penurunan gairah seksual. Biasanya, hal ini terjadi karena fluktuasi hormon, merasa kurang nyaman dengan tubuhnya, kelelahan, atau merasakan sakit secara fisik. Jadi, tidak masalah bila ibu tidak ingin berhubungan intim saat sedang hamil. Masih ada banyak cara lain selain seks untuk menjaga keintiman dengan pasangan. Hal yang penting adalah selalu komunikasikan apa yang ibu rasakan dengan pasangan.     Penulis: Dani Agus Editor: Dani Agus Sumber: halodoc.com

Baca Juga

Komentar