Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Sebelum alun-alun ditutup karena tengah diperbaiki, warung kaki lima ini berjualan di ruas trotoar sisi barat. Sejak alun-alun diperbaiki akhir Juli lalu, tempat jualannya pindah di seberang lokasi jualan lama. Menempati lahan kosong di sebelah utara Kantor KUA Purwodadi.


Racikan sate kelinci sama seperti sate kambing. Bedanya, ada pada rasa dan tekstur dagingnya. Daging kelinci rasanya lebih gurih dan empuk dibandingkan daging kambing. "Di antara menu sate, saya paling suka sate kelinci. Lebih empuk dagingnya dan tidak memicu darah tinggi," kata Yusuf, salah seorang pelanggan sata kelinci.


Keberadaan sate kelinci ini ternyata sudah cukup lama. Kira-kira sudah sekitar 20 tahunan. "Kapan persisnya mulai jualan sudah tidak ingat. Kalau tidak salah sudah 20 tahunan," kata Heru Santoso, pemilik warung sate kelinci tersebut.





[caption id="attachment_91146" align="aligncenter" width="565"]Seorang penjual sate kelinci sedang menyajikan sate untuk pembeli (MuriaNewsCom/Dani Agus) Seorang penjual sate kelinci sedang menyajikan sate untuk pembeli (MuriaNewsCom/Dani Agus)[/caption]
 

Selain dibuat sate, daging kelinci juga dimasak dengan menu lain. Yakni, tongseng, gulai, dan rica-rica.  Semua menu dari daging kelinci ini sama lezatnya. Setiap hari, warung makan ini bisa menghabiskan 20 ekor kelinci.

Untuk harganya juga tidak mahal. Satu porsinya cuma Rp 20 ribu, kecuali gulai harganya Rp 15 ribu. Sampai saat ini, sate kambing ini sudah jadi menu favorit banyak orang. Tidak hanya dari warga Grobogan saja tetapi banyak juga dari luar kota."Pelanggan dari luar kota banyak sekali. Biasanya mereka ini adalah orang yang sering bepergian melalui kota Purwodadi," imbuh Heru.

Editor : Kholistiono

 

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler