Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Sego Dodok dalam Bahasa Indonesia yakni nasi yang dimakan sambil jongkok atau duduk. Warga Jepara menyebutnya dengan sebutan Sego Dodok. Tempat yang banyak dijumpai penjual kuliner ini yakni di sepanjang Jalan Ahmad Yani atau sebelah utara alun-alun setempat, hingga Jalan Syima Jepara. Biasanya, kuliner ini mulai beroperasi sore hingga malam hari.
Salah satu penjual Sego Dodok dari Kelurahan Pengkol Jepara, Erni mengatakan, ia berjualan kuliner Sego Dodok sejak 2, 5 tahun lalu. Sejauh ini, banyak dari warga setempat menjadi langganannya. “Mereka lebih suka makan di Sego Dodok. Harganya terjangkau. Ketimbang makan di rumah makan pinggir jalan,” kata Erni.
Sementara itu, penjual lainnya Budi mengatakan, kondisi Jepara di saat malam hari memang berbeda dengan kota lain. Di pinggir jalan, lebih banyak tempat mebel daripada warung. “Jadi Sego Dodok jadi pilihan utama,” kata Budi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



