Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS - Musim hujan telah tiba. Intensitas hujan tinggi menyebabkan beberapa ruas jalan sering tergenang, bahkan tak jarang terdapat jalan yang teredam banjir.

Keadaan itu jelas mengganggu pengguna jalan terutama pengendara motor. Ruas jalan yang terendam atau tergenang air dapat berisiko membuat motor mogok saat nekat melintasinya.

Mengutip dari Kompas.com, Endro Sutarno, Technical Service Division PT Astra Honda Motor (AHM), berujar bahwa perlu memperhatikan beberapa hal saat mau menerobos banjir. Salah satu yang penting adalah memperhatikan ketinggian genangan air.

Motor dirasa aman untuk menerobos banjir selama ketinggian air masih di bawah ujung knalpot motor. Oleh karenanya perlu memastikan ruas jalan yang dilewati aman atau tidak.

“Ketinggian air selama masih di bawah ujung knalpot, motor aman untuk melintas di lokasi banjir,” ujar Endro.

Baca: Jangan Diamplas, Ini Cara yang Benar Merawat Busi Motor

Hal ini bertujuan agar motor tidak mogok karena mesin yang kemasukan air saat menerobos banjir.

Bagian pertama yang rusak saat motor kemasukan air adalah cop busi atau biasa disebut cangklong. Komponen itu rentan terkena air dan mudah rusak, karena ada kebocoran setrum dari koil.
Bagian pertama yang rusak saat motor kemasukan air adalah cop busi atau biasa disebut cangklong. Komponen itu rentan terkena air dan mudah rusak, karena ada kebocoran setrum dari koil.Selain cop busi, menerobos banjir akan berisiko karburator atau injeksi motor kemasukan air dan filter udara. Kedua komponen tersebut jika kemasukan air akan berisiko merusak mesin pada motor.Baca:  Atta Halilintar Kemalingan, Motor Karyawan DigondolMotor jenis bebek dan matik paling rentan saat menerobos genangan air setinggi 50 sentimeter.Air yang masuk ke dalam mesin dapat berisiko menyebabkan water hammer. Terjadinya hal itu dapat menyebabkan mesin pecah dan tidak dapat digunakan lagi.Risiko lain saat menerobos genangan air adalah adanya lubang di tengah jalan. Dengan adanya genangan air, lubang di jalan tidak terlihat dan berisiko menyebabkan pengendara terjatuh saat tidak sengaja melintasinya. Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler