Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Sebagian orang memiliki kebiasaan tidur sampai larut malam atau begadang.  Efek begadang bagi kesehatan, saat tubuh kurang tidur akan berdampak pada kondisi fisik dan mental seseorang.

Melansir alodokter.com, tidur yang berkualitas dapat bermanfaat untuk tubuh dalam memperbaiki kondisi fisik dan mental. Bagi remaja, tidur merupakan saat tubuh melepas hormon pertumbuhan yang membangun massa otot dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Kebutuhan tidur setiap orang berbeda-beda, tergantung usianya. Bagi orang dewasa, idealnya memerlukan waktu tidur yang cukup 7 – 9 jam perhari, sedangkan anak-anak perlu tidur 10 – 13 jam seharinya.

Terdapat banyak alasan mengapa orang tidur hingga larut malam. Mulai dari insomnia, lembur pekerjaan, hingga kebiasaan buruk seperti terlalu lama bermain game.

Bagi seseorang yang mempunyai kebiasaan begadang, selain mengantuk berlebih, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan obesitas. Serta tidak menutup kemungkinan berisiko tinggi terkena tekanan darah tinggi, kanker dan penyakit jantung.

Kurangnya tidur juga berpengaruh terhadap fungsi otak, kemampuan kognitif dan kondisi emosi. Saat tidur, otak akan mengalami regenerasi sel yang berguna memperkuat daya ingat.

Pada proses itu otak turut memindahkan ingatan dan memori ke bagian penyimpanan jangka panjang. Namun saat seseorang begadang, proses ini akan terhambat dan berakibat menjadi pelupa dan sulit berkonsentrasi.Selain sulit berkonsentrasi, mengantuk akibat dari kurangnya jam tidur dapat berisiko kurangnya kemampuan memecahkan masalah. Selain itu tingkat kewaspadaan akan menurun dan berisiko fatal saat berkendara atau bekerja.Tidur kurang dari enam jam sehari akan meningkatkan hormon kortisol (hormon stres) sehingga mengalami kecemasan lebih tinggi. Selain kebiasaan begadang, gangguan tidur biasanya mengarah kepada insomnia yang erat kaitannya dengan kondisi depresi.Hormon kortisol juga bersifat memecah kolagen pada kulit. Kolagen berguna untuk membuat kulit lebih kencang dan elastis, kurangnya kolagen dapat memicu penuaan lebih dini. Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler