Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Larangan membaca sambil tidur tentu tak asing di telinga kita. Tak sedikit orang tua menasihati anaknya yang membaca dengan posisi tiduran. Posisi ini dianggap dapat merusak kesehatan mata. Tapi, benar nggak sih?

Anggapan ini ternyata tak sepenuhnya benar. Mengutip dari buku Kontroversi 101 Mitos Kesehatan yang ditulis dr. Florentina R. Wahjuni, jarak antara buku dan mata berkisar 30 cm saat posisi duduk. Jarak baca dan sudut terbaik membaca saat duduk tak didapatkan ketika membaca dengan posisi berbaring.

Mata yang tak mendapat sudut dan jarak yang ideal saat membaca berisiko menyebabkan otot sekitar mata menegang. Hal ini dapat berujung mata lelah atau astenopia.

Baca juga: Jangan Suka Begadang, Ini Efeknya Bagi Tubuh

Kondisi ini tidak berdampak permanen terhadap kesehatan mata jika tidak sering membaca sambil berbaring. Perlu diingat, membaca dalam posisi tidak ideal dapat menyebabkan gejala yang kurang nyaman untuk mata, gejala diantaranya adalah;

  • Mata menjadi sakit

  • Penglihatan kabur atau ganda

  • Pusing

  • Menjadi sensitif pada cahaya

  • Mata kering atau berair

  • Leher, pundak, dan punggung terasa tidak nyaman

  • Leher, pundak, dan punggung terasa tidak nyaman
Saat muncul gejala-gejala itu, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Sebelum muncul gejala itu, dr. Fiorentina dalam bukunya mengimbau untuk mengistirahatkan mata saat terasa lelah dan segera tidur.“Saat memaksakan diri untuk membaca dalam keadaan mengantuk cenderung membuat jarak baca tak konsisten dan makin lama bisa makin dekat,” jelasnya.Melansir sehatq.com, Posisi memegang bahan bacaan yang ideal adalah dengan sudut 60 derajat ke mata. Tapi, saat berbaring, sudut bacaan jadi tak sesuai.Melansir hellosehat.com, kondisi mata lelah akibat membaca tidak hanya dialami saat dalam keadaan berbaring. Faktor lain adalah tingkat pencahayaan yang mengarah ke tulisan yang sedang dibaca.Kurangnya cahaya saat membaca juga dapat mengakibatkan mata lelah dan pusing. Kondisi yang kurang cahaya akan memaksa mata untuk membaca tulisan pada buku. Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Zulkifli FahmiSumber: Sehatq.com dan hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News