Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Dalam beraktivitas sehari-hari, kita seringkali bergaul dengan beragam orang dengan karakter yang berbeda-beda. Meski demikian, kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang salih.

Kenapa demikian, sebabnya memilih teman bergaul itu sangat penting. Seorang teman yang baik harus bisa mengajak kita untuk selalu berada dalam kebaikan.

Benarkah orang-orang salih mendapat tempat mulia di sisi Allah Ta'ala? setiap orang ingin jadi pribadi yang salih tentu dambaan semua orang beriman mengingat besarnya keutamaannya. Allah Ta'ala memuji orang-orang salih dalam banyak ayat Al-Qur'an.

Baca juga: Agus Imakudin Jarang Bergaul di Lingkungan Sekitar Sejak jadi Anggota Dewan

"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baik teman." (QS An-Nisa: 69).

Melansir dari Okezone.com, Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, menerangkan bahwa bergaul dengan orang-orang salih akan memberi dampak positif.

Berteman dengan orang salih bakal mengubah enam sikap negatif menjadi enam sikap positif, antara lain:

1. Mengubah sikap ragu ke yakin.

2. Mengubah sikap pamer atau riya menjadi ikhlas.

3. Mengubah sikap lalai ke zikir (mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala).

4. Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
5. Mengubah sikap sombong ke rendah hati (tawadhu).6. Mengubah niat buruk menjadi nasihat.Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk berdoa agar dijadikan bagian dari hamba-hamba Allah SWT yang salih. Jika belum bisa menjadi orang salih, mintalah agar dipertemankan dan digabungkan dengan orang-orang salih.”Jika belum bisa menjadi orang salih, maka berusahalah mecintai mereka. Jika belum bisa mencintai orang-orang salih maka jangan menyakiti mereka,” kata Ustadz Muchlis.Imam Syafii (150–204 Hijriah), seorang mufti besar Islam Sunni yang juga pendiri mazhab Syafii, pernah berkata:”Aku mencintai orang-orang salih meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka, aku bisa mendapatkan syafaat kelak.”Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang salih, berteman dan mencintai mereka. Amin.  Penulis: ChambaliEditor: Dani AgusSumber: okezone.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler