MURIANEWS, Kudus- Dalam beraktivitas sehari-hari, kita seringkali bergaul dengan beragam orang dengan karakter yang berbeda-beda. Meski demikian, kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang salih.
Kenapa demikian, sebabnya memilih teman bergaul itu sangat penting. Seorang teman yang baik harus bisa mengajak kita untuk selalu berada dalam kebaikan.
Benarkah orang-orang salih mendapat tempat mulia di sisi Allah Ta'ala? setiap orang ingin jadi pribadi yang salih tentu dambaan semua orang beriman mengingat besarnya keutamaannya. Allah Ta'ala memuji orang-orang salih dalam banyak ayat Al-Qur'an.
Baca juga: Agus Imakudin Jarang Bergaul di Lingkungan Sekitar Sejak jadi Anggota Dewan"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baik teman." (QS An-Nisa: 69).
Melansir dari
Okezone.com, Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, menerangkan bahwa bergaul dengan orang-orang salih akan memberi dampak positif.
Berteman dengan orang salih bakal mengubah enam sikap negatif menjadi enam sikap positif, antara lain:
1. Mengubah sikap ragu ke yakin.
2. Mengubah sikap pamer atau riya menjadi ikhlas.
3. Mengubah sikap lalai ke zikir (mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala).
4. Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
5. Mengubah sikap sombong ke rendah hati (tawadhu).6. Mengubah niat buruk menjadi nasihat.Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk berdoa agar dijadikan bagian dari hamba-hamba Allah SWT yang salih. Jika belum bisa menjadi orang salih, mintalah agar dipertemankan dan digabungkan dengan orang-orang salih.”Jika belum bisa menjadi orang salih, maka berusahalah mecintai mereka. Jika belum bisa mencintai orang-orang salih maka jangan menyakiti mereka,” kata Ustadz Muchlis.Imam Syafii (150–204 Hijriah), seorang mufti besar Islam Sunni yang juga pendiri mazhab Syafii, pernah berkata:”Aku mencintai orang-orang salih meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka, aku bisa mendapatkan syafaat kelak.”Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang salih, berteman dan mencintai mereka. Amin. Penulis: ChambaliEditor: Dani AgusSumber:
okezone.com
[caption id="attachment_271628" align="alignleft" width="1280"]

Ilustrasi (pixabay.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Dalam beraktivitas sehari-hari, kita seringkali bergaul dengan beragam orang dengan karakter yang berbeda-beda. Meski demikian, kita dianjurkan untuk bergaul dengan orang salih.
Kenapa demikian, sebabnya memilih teman bergaul itu sangat penting. Seorang teman yang baik harus bisa mengajak kita untuk selalu berada dalam kebaikan.
Benarkah orang-orang salih mendapat tempat mulia di sisi Allah Ta'ala? setiap orang ingin jadi pribadi yang salih tentu dambaan semua orang beriman mengingat besarnya keutamaannya. Allah Ta'ala memuji orang-orang salih dalam banyak ayat Al-Qur'an.
Baca juga: Agus Imakudin Jarang Bergaul di Lingkungan Sekitar Sejak jadi Anggota Dewan
"Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka akan ditempatkan bersama dengan orang-orang yang Allah anugerahi nikmat, yaitu para Nabi, para shidiqin, para syuhada, dan orang-orang salih. Mereka adalah sebaik-baik teman." (QS An-Nisa: 69).
Melansir dari
Okezone.com, Ustadz Muchlis al Mughni, dai lulusan Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, menerangkan bahwa bergaul dengan orang-orang salih akan memberi dampak positif.
Berteman dengan orang salih bakal mengubah enam sikap negatif menjadi enam sikap positif, antara lain:
1. Mengubah sikap ragu ke yakin.
2. Mengubah sikap pamer atau riya menjadi ikhlas.
3. Mengubah sikap lalai ke zikir (mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala).
4. Mengubah cinta dunia menjadi cinta akhirat.
5. Mengubah sikap sombong ke rendah hati (tawadhu).
6. Mengubah niat buruk menjadi nasihat.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya untuk berdoa agar dijadikan bagian dari hamba-hamba Allah SWT yang salih. Jika belum bisa menjadi orang salih, mintalah agar dipertemankan dan digabungkan dengan orang-orang salih.
”Jika belum bisa menjadi orang salih, maka berusahalah mecintai mereka. Jika belum bisa mencintai orang-orang salih maka jangan menyakiti mereka,” kata Ustadz Muchlis.
Imam Syafii (150–204 Hijriah), seorang mufti besar Islam Sunni yang juga pendiri mazhab Syafii, pernah berkata:
”Aku mencintai orang-orang salih meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka, aku bisa mendapatkan syafaat kelak.”
Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala menjadikan kita bagian dari hamba-hamba yang salih, berteman dan mencintai mereka. Amin.
Penulis: Chambali
Editor: Dani Agus
Sumber:
okezone.com