Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Peringatan buat Anda yang ingin menginstal program Windows 11. Hal ini terkait adanya kabar yang menyebutkan jika ada installer Windows 11 palsu yang didalamnya terdapat malware pencuri password.

Untuk itu, agar terhindar dari bahaya malware ini, maka sebaiknya menginstal Windows 11 dari sumber terpercaya atau mendaftar ke program Windows Insiders.

Dikutip dari Wikipedia, Microsoft Windows atau yang lebih dikenal dengan sebutan Windows saja adalah keluarga sistem operasi yang dikembangkan oleh Microsoft, dengan menggunakan antarmuka pengguna grafis (GUI). Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line.

Baca juga: Laptop Susah Tersambung ke Wifi Ponsel, Ini Cara Mengatasinya

Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983. Tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar.

Sementara itu, dikutip dari Detikcom, malware yang dimaksud dalam Windows 11 palsu adalah RedLine. Meski tidak begitu canggih, malware ini bisa mencuri password dari browser, mengambil data auto-complete seperti informasi kartu kredit, serta membobol data dan dompet uang kripto seperti bitcoin dan ethereum.

Microsoft memasang standar spesifikasi minimum yang tinggi untuk perangkat yang berhak mendapatkan upgrade Windows 11. Inilah yang dimanfaatkan aktor jahat untuk melancarkan serangannya.

Tidak hanya itu, dalam kasus ini hacker juga memanfaatkan pengumuman Microsoft tentang fase ketersediaan terakhir Windows 11 yang dimulai 26 Januari 2022.

Menurut laporan HP dalam Threat Research Blog, aktor jahat di balik Windows 11 palsu ini menggunakan website dengan domain 'windows-upgraded[.]com'. Domain ini didaftarkan pada 27 Januari 2022, sehari setelah tanggal yang diumumkan Microsoft.
Website itu dibuat agar terlihat mirip seperti situs resmi Microsoft. Tapi jika pengguna tidak teliti, saat mereka klik tombol 'Download Now' mereka justru mengunduh file zip yang diunduh dari CDN Discord.File bernama 'Windows11InstallationAssistant.zip' itu berukuran hanya 1,5 MB. Tapi begitu didekompresi, ukuran folder aslinya ternyata 753 MB. Kemampuan kompresi yang ekstrem ini membuat analis malware HP terkesan.”Karena ukuran file zip yang dikompresi hanya 1,5MB, ini berarti file memiliki rasio kompresi 99,8 persen yang mengesankan," kata analis malware dari tim keamanan HP, Patrick Schläpfer, seperti dikutip Detikcom dari ZDNet, Minggu (13/2/2022).”Ini jauh lebih besar daripada rasio kompresi zip rata-rata yang dapat dieksekusi sebesar 47 persen. Untuk mencapai kompresi rasio yang tinggi, executable kemungkinan berisi padding yang sangat mudah dikompresi,” sambungnya.Meski website Windows 11 yang digunakan untuk mendistribusikan malware saat ini sudah tumbang, hacker masih bisa membuat domain baru dan memulai lagi kampanye serangannya.Untuk mengatasi serangan malware dari installer palsu seperti ini, HP menyarankan pengguna untuk mengunduh software dari website dan sumber yang terpercaya. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler