MURIANEWS, Kudus- Daun katuk adalah jenis tumbuhan yang sudah dikenal dan dimanfaatkan sejak dulu. Biasanya, daun katuk dijadikan sayur dengan kuah yang bening, mirip sayur bayam.
Selain dijadikan sayur untuk menu harian, daun katuk ini juga banyak dikonsumsi oleh ibu menyusui. Pasalnya, daun katuk ini dipercaya bisa membantu memperlancar dan memberbanyak air susu ibu (ASI).
Disamping itu, daun katuk ternyata juga punya banyak manfaat lainnya bagi kesehatan dan kecantikan. Berikut ulasannya, seperti dirangkum dari
Hellosehat.
Baca juga: Ibu Hamil Jangan Kesampingkan Daun Katuk, Manfaatnya Luar BiasaDaun katuk yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus adalah tanaman yang memiliki bentuk daun lonjong dengan corak keperakan di bagian tengahnya. Biasanya, orang-orang mengolah sayuran hijau ini sebagai sayur bening dengan potongan jagung manis dan wortel.
Seperti kebanyakan sayuran hijau, daun katuk juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ini karena daun katuk kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh Anda.
Manfaat daun katuk untuk kesehatanBerdasarkan kandungan gizinya, mengonsumsi daun katuk dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh Anda, meliputi:
1. Memperlancar air susu ibu (ASI)Daun katuk adalah makanan ibu menyusui yang populer karena memiliki manfaat untuk memperlancar air susu ibu (ASI). Diketahui bahwa kandungan daun katuk bisa meningkatkan hormon yang mempengaruhi produksi ASI, yakni hormon prolaktin dan oksitosin.
Kedua hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, gula, dan lemak dalam darah. Semua nutrisi ini nantinya digunakan untuk memproduksi ASI.
Kemudian, jaringan sel yang mengelilingi alveoli akan menekan kelenjar dan mendorong ASI ke saluran yang disebut duktus.
Studi tahun 2011 pada Journal of Nutrigenetics and Nutrigenomics membuktikan kegunaan daun katuk ini. Hasilnya, menunjukkan bahwa tikus yang sedang menyusui dan diberikan esktrak daun katuk mengalami peningkatkan air susu.
2. Mengatasi sekaligus mencegah peradanganPada daun katuk, terkandung vitamin C dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Di samping itu, antioksidan pada daun ini juga semakin lengkap dengan adanya senyawa flavonoid, seperti apigenin, quercetin, dan luteolin.
Nah, antioksidan diketahui dapat membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan dan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Paparan radikal bebas pada tubuh bisa berasal dari radiasi, asap rokok, asap kendaraan, atau dari dalam tubuh Anda sendiri ketika memecah makanan.
Peradangan merupakan respons alami tubuh akibat adanya infeksi atau cedera. Umumnya, peradangan dalam sembuh dengan sendiri. Akan tetapi, dalam jangka panjang peradangan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Dengan mengonsumsi daun katuk, Anda bisa mendapat manfaat antioksidan bagi tubuh. Itu artinya, makanan ini bisa membantu mengatasi peradangan dan mencegahnya semakin bertambah parah.
Sebuah studi berbasis hewan tahun 2015 yang ditebitkan pada The Natural Products Journal menyebutkan zat antiradang pada daun katuk dapat mengurangi pembengkakan lebih cepat ketimbang obat papaverine. Pembengkakan (edema) sering kali terjadi ketika peradangan terjadi.
3. Mempercepat proses penyembuhan lukaTidak hanya menangkal radikal bebas, daun katuk juga memiliki manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Mengapa demikian? Vitamin C pada daun katuk membantu pembentukan kolagen, yakni protein penting pembangun kulit.
Ketika Anda terluka, bagian kulit paling luar paling sering mengalami kerusakan. Bila Anda mengonsumsi daun katuk, vitamin C dari daun ini akan dipecah tubuh dan diangkut bersama aliran darah menuju sel-sel yang membutuhkan, termasuk pada kulit yang terluka.
Kemudian, vitamin C pada kulit akan membantu perbaikan luka sehingga luka jadi lebih cepat sembuh.
4. Mencegah infeksi bakteri tertentuKhasiat daun katuk yang tidak boleh Anda lupakan salah satunya adalah berpotensi mencegah infeksi. Pada studi yang sama melaporkan bahwa ekstrak etanol pada daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus aureus, yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan bakteremia.Kedua bakteri ini sebenarnya hidup pada usus dan hidung. Akan tetapi, jumlahnya tidak banyak sehingga tidak membahayakan tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, pertumbuhan bakteri bisa tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan infeksi. Mengonsumsi daun katuk mungkin bisa memberikan manfaat bagi tubuh untuk mencegah infeksi dari bakteri ini.
5. Meningkatkan sistem imunIngin tidak gampang sakit? Jawabannya mudah, Anda perlu menjaga sistem imun tetap kuat. Nah, ini bisa Anda raih dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti daun katuk.Kegunaan daun katuk bagi sistem imun ini dikarenakan adanya kandungan vitamin C. Tubuh tidak memproduksi vitamin ini secara alami, sehingga Anda perlu memenuhi asupannya lewat makanan dan minuman.Salah satu manfaat vitamin C yaitu mendukung sistem kekebalan imunitas tubuh. Jika asupan vitamin C terpenuhi, tentu sistem kekebalan tubuh bisa lebih kuat melawan infeksi dari virus, bakteri, dan parasit yang mengganggu.
6. Mencegah berat badan berlebihKelebihan berat badan (obesitas) dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis. Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, pilihan makanan harus diperhatikan. Anda dapat memperbanyak sayuran hijau, seperti daun katuk.Jika Anda perhatikan kandungan daun katuk, per 100 gram terdapat 1 gram lemak. Itu artinya, sayuran ini rendah kalori. Di samping itu, daun katuk juga mengandung flavonoid, serat, dan air yang bisa membantu perut Anda kenyang lebih lama. Otomatis, hal ini akan menekan keinginan Anda untuk ngemil makanan tidak sehat.
7. Menurunkan gula darahSalah satu manfaat daun katuk yang sekarang masih dalam studi ilmuwan, yakni kandungan zat yang bersifat antidiabetes. Percobaan yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi daun katuk dapat menurunkan kadar gula darah. Perlu Anda ketahui bahwa kadar gula darah yang tinggi, dalam jangka panjang bisa menyebabkan diabetes.Di samping itu, konsumsi daun katuk juga memungkinkan seseorang untuk mengendalikan berat badannya, sehingga risiko diabetes juga akan menurun.
Baca juga: Masih Banyak Balita Kena Gizi Buruk di Jateng, Pemerintah Diminta Lakukan IniTips aman mengonsumsi daun katukMeskipun manfaat daun katuk sangat melimpah, tidak berarti Anda bisa mengonsumsi daun ini semaunya. Ingat, mengonsumsi apa pun jika berlebihan bisa menimbulkan efek samping, termasuk daun katuk.Konsumsi daun katuk berlebihan dapat menyebabkan kantuk dan sembelit. Pada kasus parah, daun ini dapat menyebabkan gagal napas akibat terjadinya bronchiolitis obliterans (peradangan pada paru), terutama jika dikonsumsi mentah-mentah. Selain itu, daun katuk yang mungkin menyebabkan keracunan logam berat. jika tumbuh di tanah yang terkontaminasi.Jika Anda ingin menikmati daun katuk dengan aman, pastikan tanaman ini tumbuh di area tanah yang bebas kontaminasi. Kemudian, cuci dahulu daunnya sebelum mengolah dan pastikan Anda mengonsumsinya dalam kondisi matang. Tambahkan sayur warna-warni lainnya agar lebih menarik dan kaya nutrisi. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber:
hellosehat.com
[caption id="attachment_274071" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Tanaman katuk (selopuro.ngawikab.id)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Daun katuk adalah jenis tumbuhan yang sudah dikenal dan dimanfaatkan sejak dulu. Biasanya, daun katuk dijadikan sayur dengan kuah yang bening, mirip sayur bayam.
Selain dijadikan sayur untuk menu harian, daun katuk ini juga banyak dikonsumsi oleh ibu menyusui. Pasalnya, daun katuk ini dipercaya bisa membantu memperlancar dan memberbanyak air susu ibu (ASI).
Disamping itu, daun katuk ternyata juga punya banyak manfaat lainnya bagi kesehatan dan kecantikan. Berikut ulasannya, seperti dirangkum dari
Hellosehat.
Baca juga: Ibu Hamil Jangan Kesampingkan Daun Katuk, Manfaatnya Luar Biasa
Daun katuk yang memiliki nama ilmiah Sauropus androgynus adalah tanaman yang memiliki bentuk daun lonjong dengan corak keperakan di bagian tengahnya. Biasanya, orang-orang mengolah sayuran hijau ini sebagai sayur bening dengan potongan jagung manis dan wortel.
Seperti kebanyakan sayuran hijau, daun katuk juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Ini karena daun katuk kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh Anda.
Manfaat daun katuk untuk kesehatan
Berdasarkan kandungan gizinya, mengonsumsi daun katuk dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh Anda, meliputi:
1. Memperlancar air susu ibu (ASI)
Daun katuk adalah makanan ibu menyusui yang populer karena memiliki manfaat untuk memperlancar air susu ibu (ASI). Diketahui bahwa kandungan daun katuk bisa meningkatkan hormon yang mempengaruhi produksi ASI, yakni hormon prolaktin dan oksitosin.
Kedua hormon ini merangsang alveoli payudara untuk menyerap lebih banyak protein, gula, dan lemak dalam darah. Semua nutrisi ini nantinya digunakan untuk memproduksi ASI.
Kemudian, jaringan sel yang mengelilingi alveoli akan menekan kelenjar dan mendorong ASI ke saluran yang disebut duktus.
Studi tahun 2011 pada Journal of Nutrigenetics and Nutrigenomics membuktikan kegunaan daun katuk ini. Hasilnya, menunjukkan bahwa tikus yang sedang menyusui dan diberikan esktrak daun katuk mengalami peningkatkan air susu.
2. Mengatasi sekaligus mencegah peradangan
Pada daun katuk, terkandung vitamin C dan karotenoid yang bersifat antioksidan. Di samping itu, antioksidan pada daun ini juga semakin lengkap dengan adanya senyawa flavonoid, seperti apigenin, quercetin, dan luteolin.
Nah, antioksidan diketahui dapat membantu melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan dan peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas. Paparan radikal bebas pada tubuh bisa berasal dari radiasi, asap rokok, asap kendaraan, atau dari dalam tubuh Anda sendiri ketika memecah makanan.
Peradangan merupakan respons alami tubuh akibat adanya infeksi atau cedera. Umumnya, peradangan dalam sembuh dengan sendiri. Akan tetapi, dalam jangka panjang peradangan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Dengan mengonsumsi daun katuk, Anda bisa mendapat manfaat antioksidan bagi tubuh. Itu artinya, makanan ini bisa membantu mengatasi peradangan dan mencegahnya semakin bertambah parah.
Sebuah studi berbasis hewan tahun 2015 yang ditebitkan pada The Natural Products Journal menyebutkan zat antiradang pada daun katuk dapat mengurangi pembengkakan lebih cepat ketimbang obat papaverine. Pembengkakan (edema) sering kali terjadi ketika peradangan terjadi.
3. Mempercepat proses penyembuhan luka
Tidak hanya menangkal radikal bebas, daun katuk juga memiliki manfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Mengapa demikian? Vitamin C pada daun katuk membantu pembentukan kolagen, yakni protein penting pembangun kulit.
Ketika Anda terluka, bagian kulit paling luar paling sering mengalami kerusakan. Bila Anda mengonsumsi daun katuk, vitamin C dari daun ini akan dipecah tubuh dan diangkut bersama aliran darah menuju sel-sel yang membutuhkan, termasuk pada kulit yang terluka.
Kemudian, vitamin C pada kulit akan membantu perbaikan luka sehingga luka jadi lebih cepat sembuh.
4. Mencegah infeksi bakteri tertentu
Khasiat daun katuk yang tidak boleh Anda lupakan salah satunya adalah berpotensi mencegah infeksi. Pada studi yang sama melaporkan bahwa ekstrak etanol pada daun katuk dapat menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumonia dan Staphylococcus aureus, yang bisa menyebabkan penyakit pneumonia dan bakteremia.
Kedua bakteri ini sebenarnya hidup pada usus dan hidung. Akan tetapi, jumlahnya tidak banyak sehingga tidak membahayakan tubuh. Namun, pada kondisi tertentu, pertumbuhan bakteri bisa tidak terkendali sehingga dapat menyebabkan infeksi. Mengonsumsi daun katuk mungkin bisa memberikan manfaat bagi tubuh untuk mencegah infeksi dari bakteri ini.
5. Meningkatkan sistem imun
Ingin tidak gampang sakit? Jawabannya mudah, Anda perlu menjaga sistem imun tetap kuat. Nah, ini bisa Anda raih dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti daun katuk.
Kegunaan daun katuk bagi sistem imun ini dikarenakan adanya kandungan vitamin C. Tubuh tidak memproduksi vitamin ini secara alami, sehingga Anda perlu memenuhi asupannya lewat makanan dan minuman.
Salah satu manfaat vitamin C yaitu mendukung sistem kekebalan imunitas tubuh. Jika asupan vitamin C terpenuhi, tentu sistem kekebalan tubuh bisa lebih kuat melawan infeksi dari virus, bakteri, dan parasit yang mengganggu.
6. Mencegah berat badan berlebih
Kelebihan berat badan (obesitas) dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit kronis. Jika Anda tidak ingin mengalami obesitas, pilihan makanan harus diperhatikan. Anda dapat memperbanyak sayuran hijau, seperti daun katuk.
Jika Anda perhatikan kandungan daun katuk, per 100 gram terdapat 1 gram lemak. Itu artinya, sayuran ini rendah kalori. Di samping itu, daun katuk juga mengandung flavonoid, serat, dan air yang bisa membantu perut Anda kenyang lebih lama. Otomatis, hal ini akan menekan keinginan Anda untuk ngemil makanan tidak sehat.
7. Menurunkan gula darah
Salah satu manfaat daun katuk yang sekarang masih dalam studi ilmuwan, yakni kandungan zat yang bersifat antidiabetes. Percobaan yang dilakukan pada manusia menunjukkan bahwa konsumsi daun katuk dapat menurunkan kadar gula darah. Perlu Anda ketahui bahwa kadar gula darah yang tinggi, dalam jangka panjang bisa menyebabkan diabetes.
Di samping itu, konsumsi daun katuk juga memungkinkan seseorang untuk mengendalikan berat badannya, sehingga risiko diabetes juga akan menurun.
Baca juga: Masih Banyak Balita Kena Gizi Buruk di Jateng, Pemerintah Diminta Lakukan Ini
Tips aman mengonsumsi daun katuk
Meskipun manfaat daun katuk sangat melimpah, tidak berarti Anda bisa mengonsumsi daun ini semaunya. Ingat, mengonsumsi apa pun jika berlebihan bisa menimbulkan efek samping, termasuk daun katuk.
Konsumsi daun katuk berlebihan dapat menyebabkan kantuk dan sembelit. Pada kasus parah, daun ini dapat menyebabkan gagal napas akibat terjadinya bronchiolitis obliterans (peradangan pada paru), terutama jika dikonsumsi mentah-mentah. Selain itu, daun katuk yang mungkin menyebabkan keracunan logam berat. jika tumbuh di tanah yang terkontaminasi.
Jika Anda ingin menikmati daun katuk dengan aman, pastikan tanaman ini tumbuh di area tanah yang bebas kontaminasi. Kemudian, cuci dahulu daunnya sebelum mengolah dan pastikan Anda mengonsumsinya dalam kondisi matang. Tambahkan sayur warna-warni lainnya agar lebih menarik dan kaya nutrisi.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber:
hellosehat.com