Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Setelah mendengarkan azan subuh kita dianjurkan untuk membaca doa. Subuh merupakan waktu pergantian antara malam dan pagi hari.

Dilansir dari laman NU Online, Penulis Kitab I‘anatut Thalibin menganjurkan doa setelah azan subuh. Adapun kalimat dan maknanya seperti disadur dari doa setelah azan magrib yang diajarkan Rasulullah saw kepada istrinya, Ummu Salamah ra, sebagaimana hadits riwayat At-Turmudzi dan Abu Dawud.

Doa setelah azan subuh ini juga berisi anjuran untuk meminta ampunan Allah pada pergantian hari.

Baca juga: Doa Sujud Syukur ketika Mendapatkan Kenikmatan atau Berita Gembira

Adapun doa setelah azan subuh berbunyi sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ نَهَارِكَ وَإِدْبَارُ لَيْلِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فاغْفِرْ لِي

Allāhumma hadzā iqbālu nahārika wa idbāru laylika wa ashwātu du‘ā’tika faghfir lī

Artinya: "Ya Allah, kini siang-Mu telah datang, malam-Mu berlalu, dan suara para penyeru ke jalan-Mu telah terdengar. Ampunilah aku."Doa ini dikutip oleh penulis Kitab I‘anatut Thalibin. Doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah azan subuh. (Sayyid Bakri, I‘anatut Thalibin ala Halli Alfazhi Fathul Mu’in, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 280).Magrib dan subuh dikhususkan demikian karena magrib adalah waktu penutupan catatan amal manusia pada siang hari.Subuh adalah waktu penutupan catatan amal manusia pada malam hari. Subuh juga merupakan waktu awal pencatatan amal manusia pada siang hari. (Sayyid Bakri, 2005 M/1425-1426 H: I/280). Wallahu a’lam.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler