MURIANEWS, Kudus- Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ternyata punya kuliner khas yang selama ini masih belum banyak diketahui orang. Nama kulinernya adalah Asem-asem dengan bahan utamanya daging kambing.
Makanan ini berasal dari Kecamatan Ngluyu yang kemudian populer juga di lidah masyarakat Kabupaten Nganjuk hingga Jawa Timur. Kuliner ini juga menjadi jujugan wajib para wisatawan yang berkunjung ke Kota Angin.
Kuliner satu ini disebut Asem-asem Kambing karena berbahan utama daging kambing dan kuah santan. Ketika menyantap makanan satu ini, Anda mendapat cita rasa pedas cabai dan asem dari daun kedondong. Jadi tidak heran jika penikmat makanan ini kebanyakan adalah orang yang menyukai rasa pedas.
Baca juga: Nasi Muduk, Kuliner Khas Lamongan yang Masih Jarang DiketahuiBagi warga Kecamatan Ngluyu, Asem-asem Kambing sering dijadikan hidangan untuk tamu dan bekal mengunjungi sanak famili yang ada di luar kota guna mengobati rasa rindu kampung halaman karena jarang yang menjualnya.
Adapun bahan yang digunakan untuk membuat Asem-asem adalah daging kambing, santan dan beberapa bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun salam, serai, lengkuas, dan daun kedondong.
Penyajiannya juga tergolong menggugah selera yakni diletakkan di atas mangkok putih dilengkapi dengan krengsengan dan kecap. Para pecinta kuliner yang tidak menyukai makanan pedas, bisa juga memesannya sesuai keinginan untuk mengurangi rasa pedasnya.
Salah satu warung yang menyajikan Asem-asem Kambing adalah milik Bu Harsuni di Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu yang sudah terkenal di banyak kalangan baik dari masyarakat pedesaan hingga pejabat.Pemilik warung yang berdiri sekitar tahun 2000-an ini, sengaja memasak asem-asem dengan cara tradisional memakai tungku api berbahan bakar kayu. Hal itu ternyata menjadi salah satu sumber kelezatan yang bikin lidah bergoyang.“Asem-asem adalah makan khas dari generasi ke generasi, dan saya ini generasi yang keempat,” terang Harsuni, seperti dikutip dari laman
NU Online Jatim, Jumat (1/4/2022).Lokasi warung Bu Harsuni ini ada di kawasan Kecamatan Ngluyu, tepatnya di Jalan Gondang-Ngluyu, selatan simpang empat Desa Gampeng. Harganya pun terjangkau. Satu porsi Asem-asem Kambing, krengsengan plus nasi biasanya dijual di harga Rp 30 ribuan. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber:
jatim.nu.or.id
[caption id="attachment_281933" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Asem-asem kambing khas Ngluyu, Nganjuk (motorrio.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur ternyata punya kuliner khas yang selama ini masih belum banyak diketahui orang. Nama kulinernya adalah Asem-asem dengan bahan utamanya daging kambing.
Makanan ini berasal dari Kecamatan Ngluyu yang kemudian populer juga di lidah masyarakat Kabupaten Nganjuk hingga Jawa Timur. Kuliner ini juga menjadi jujugan wajib para wisatawan yang berkunjung ke Kota Angin.
Kuliner satu ini disebut Asem-asem Kambing karena berbahan utama daging kambing dan kuah santan. Ketika menyantap makanan satu ini, Anda mendapat cita rasa pedas cabai dan asem dari daun kedondong. Jadi tidak heran jika penikmat makanan ini kebanyakan adalah orang yang menyukai rasa pedas.
Baca juga: Nasi Muduk, Kuliner Khas Lamongan yang Masih Jarang Diketahui
Bagi warga Kecamatan Ngluyu, Asem-asem Kambing sering dijadikan hidangan untuk tamu dan bekal mengunjungi sanak famili yang ada di luar kota guna mengobati rasa rindu kampung halaman karena jarang yang menjualnya.
Adapun bahan yang digunakan untuk membuat Asem-asem adalah daging kambing, santan dan beberapa bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daun salam, serai, lengkuas, dan daun kedondong.
Penyajiannya juga tergolong menggugah selera yakni diletakkan di atas mangkok putih dilengkapi dengan krengsengan dan kecap. Para pecinta kuliner yang tidak menyukai makanan pedas, bisa juga memesannya sesuai keinginan untuk mengurangi rasa pedasnya.
Salah satu warung yang menyajikan Asem-asem Kambing adalah milik Bu Harsuni di Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu yang sudah terkenal di banyak kalangan baik dari masyarakat pedesaan hingga pejabat.
Pemilik warung yang berdiri sekitar tahun 2000-an ini, sengaja memasak asem-asem dengan cara tradisional memakai tungku api berbahan bakar kayu. Hal itu ternyata menjadi salah satu sumber kelezatan yang bikin lidah bergoyang.
“Asem-asem adalah makan khas dari generasi ke generasi, dan saya ini generasi yang keempat,” terang Harsuni, seperti dikutip dari laman
NU Online Jatim, Jumat (1/4/2022).
Lokasi warung Bu Harsuni ini ada di kawasan Kecamatan Ngluyu, tepatnya di Jalan Gondang-Ngluyu, selatan simpang empat Desa Gampeng. Harganya pun terjangkau. Satu porsi Asem-asem Kambing, krengsengan plus nasi biasanya dijual di harga Rp 30 ribuan.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber:
jatim.nu.or.id