MURIANEWS, Kudus- Nasi punel adalah salah satu kuliner khas dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bagi Anda yang kebetulan berkunjung ke Pasuruan, tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner ngangeni atau yang bikin kangen ini.
Dikutip dari laman
NU Online Jatim, salah satu yang legendaris adalah warung nasi punel Hj Lin, yang terletak di Jalan Pantura Surabaya-Bayuwangi. Lebih tepatnya di Jalan DR. Soetomo No 9, Gempeng Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Jaraknya sekitar 2,5 Km dari Alun-alun Bangil.
Lokasi warung Hj Lin yang berada tepat di sebelah jalan raya sangat memudahkan pembeli, sehingga tidak ribet menemukannya. Bila ternyata naik angkutan umum, bisa langsung turun di depan warung, demikian pula kalau naik kendaraan pribadi, juga demikian.
Baca juga: Nasi Muduk, Kuliner Khas Lamongan yang Masih Jarang DiketahuiDi sebelah warung sudah tersedia lahan parkir cukup luas. Kalau kebetulan dari Surabaya mau ke arah timur, maka lokasi warungnya berada setelah jembatan Bangil dan tepat di depan Masjid Manarul Islam.
Nasi punel merupakan makanan khas dari Kecamatan Bangil, Pasuruan. Jadi, sangat disayangkan kalau tidak menyempatkan untuk mampir. Tekstur nasinya lembut dan menggumpal dan disajikan di atas daun pisang.
Sungguh sangat menggoda selera, apalagi lauknya gak pelit. Satu porsi nasi disajikan dengan lauk yang sangat beragam.
Terdapat dua menu lauk yakni ayam atau jeroan. Tapi lauk tambahannya yang banyak banget, ada kikil, kuah tahu yang mantap, mendol, sama pepes sayur. Orang Pasuruan menyebutnya bubur, jadi isinya bumbu kelapa dibungkus dengan daun pisang. Jadi, tastenya itu endless pokoknya.Nasi punel dilengkapi sambal mentah kacang panjang. Rasanya pedas-pedas pahit gitu ditambah lagi parutan kelapa atau serundeng di atasnya, sungguh sangat memanjakan lidah. Nah kalau mau lauk jeroan, dapat bonus paru juga, atau mau ditambah limpa hati, dan babat juga sangat bisa.Pokoknya memanjakan kebutuhan perut banget, bengkelnya lapar. Dalam satu porsi nasi punel dihargai Rp 20.000.Warung nasi punel Hj Lin buka setiap hari, dari Senin sampai Ahad, mulai pukul 06.30 WIB hingga 20.00 WIB. Jadi, tidak ada salahnya kalau ke Bangil hanya untuk berburu nasi punel ini. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber:
jatim.nu.or.id
[caption id="attachment_282158" align="alignleft" width="2272"]

Foto: Nasi punel khas Bangil, Pasuruan, Jatim (travelingyuk.com/Tri Vevandi)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Nasi punel adalah salah satu kuliner khas dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Bagi Anda yang kebetulan berkunjung ke Pasuruan, tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi kuliner ngangeni atau yang bikin kangen ini.
Dikutip dari laman
NU Online Jatim, salah satu yang legendaris adalah warung nasi punel Hj Lin, yang terletak di Jalan Pantura Surabaya-Bayuwangi. Lebih tepatnya di Jalan DR. Soetomo No 9, Gempeng Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan. Jaraknya sekitar 2,5 Km dari Alun-alun Bangil.
Lokasi warung Hj Lin yang berada tepat di sebelah jalan raya sangat memudahkan pembeli, sehingga tidak ribet menemukannya. Bila ternyata naik angkutan umum, bisa langsung turun di depan warung, demikian pula kalau naik kendaraan pribadi, juga demikian.
Baca juga: Nasi Muduk, Kuliner Khas Lamongan yang Masih Jarang Diketahui
Di sebelah warung sudah tersedia lahan parkir cukup luas. Kalau kebetulan dari Surabaya mau ke arah timur, maka lokasi warungnya berada setelah jembatan Bangil dan tepat di depan Masjid Manarul Islam.
Nasi punel merupakan makanan khas dari Kecamatan Bangil, Pasuruan. Jadi, sangat disayangkan kalau tidak menyempatkan untuk mampir. Tekstur nasinya lembut dan menggumpal dan disajikan di atas daun pisang.
Sungguh sangat menggoda selera, apalagi lauknya gak pelit. Satu porsi nasi disajikan dengan lauk yang sangat beragam.
Terdapat dua menu lauk yakni ayam atau jeroan. Tapi lauk tambahannya yang banyak banget, ada kikil, kuah tahu yang mantap, mendol, sama pepes sayur. Orang Pasuruan menyebutnya bubur, jadi isinya bumbu kelapa dibungkus dengan daun pisang. Jadi, tastenya itu endless pokoknya.
Nasi punel dilengkapi sambal mentah kacang panjang. Rasanya pedas-pedas pahit gitu ditambah lagi parutan kelapa atau serundeng di atasnya, sungguh sangat memanjakan lidah. Nah kalau mau lauk jeroan, dapat bonus paru juga, atau mau ditambah limpa hati, dan babat juga sangat bisa.
Pokoknya memanjakan kebutuhan perut banget, bengkelnya lapar. Dalam satu porsi nasi punel dihargai Rp 20.000.
Warung nasi punel Hj Lin buka setiap hari, dari Senin sampai Ahad, mulai pukul 06.30 WIB hingga 20.00 WIB. Jadi, tidak ada salahnya kalau ke Bangil hanya untuk berburu nasi punel ini.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber:
jatim.nu.or.id