Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Es ta’al adalah salah satu kuliner khas di Kabupaten Sumenep yang jadi incaran orang untuk menu berbuka puasa. Rasanya yang segar membuat kuliner ini sangat pas buat melepas dahaga setelah seharian berpuasa.

Melansir dari laman NU Online Jatim, Senin (4/4/2022), es ta'al atau es buah siwalan merupakan minuman dengan perpaduan buah siwalan, santan kelapa, dan gula merah cair atau tangghuli dalam kebiasaan orang Madura. Setiap kemasan es ta'al biasanya dibanderol dengan harga Rp 8 ribu.

Salah satu penjual es ta’al ini berada di Kedai Longghu, Desa Banuaju Timur, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Yakni, sebuah daerah menuju kawasan Pantai Lombang yang dikenal dengan destinasi wisata yang kaya dengan cemara udang.

Baca juga: Ini Khasiat Kurma, Buah Khas Ramadan yang Banyak Manfaatnya untuk Kesehatan

Owner Kedai Longghu Ria Febriyanti mengatakan, bahwa dirinya juga menjual beragam macam penganan, seperti tahu walek, mie ayam, dan lain sebagainya. Sementara untuk minuman yang menjadi favorit pembeli ialah es ta’al.

Ia mengatakan, omzet es ta'al di Kedai Longghu mencapai hingga Rp 1,5 juta dalam satu hari. "Kalau ditanya berapa cup lakunya per hari kurang paham. Kalau diuangkan mungkin sekitar Rp 1,5 juta,” ujarnya, Ahad (03/04/2022).

Disebutkan, bahwa ta’al atau siwalan di kawasan Kecamatan Batang-Batang pada musim tertentu terkadang langka. Hal ini tentu menjadi penghambat usaha es ta'al itu. Menurutnya, ia terkadang harus membeli siwalan di daerah lain untuk bisa memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Jika stok siwalan banyak, maka pembeli akan kebagian semua. Kecuali sedang sulit, kadang saya harus ke Kecamatan Prenduan untuk membeli. Soalnya kan buah siwalan jadi bahan baku utama jenis minuman ini," kata Yayan, sapaan akrabnya.Untuk hari-hari biasa, lanjutnya, pelanggannya bermacam-macam. Ada yang membeli untuk konsumsi pribadi, ada yang untuk keluarga. Bahkan, ada pula yang memesan untuk rapat-rapat kedinasan tertentu.Menurut Yayan, memasuki bulan Ramadan 1443 Hijriyah ini diprediksi akan semakin banyak permintaan untuk menu buka bersama. "Sekarang bulan Ramadan, biasanya agenda buka bersama juga kadang pesan di sini," pungkasnya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: jatim.nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler