Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Twitter adalah salah satu platform media sosial yang cukup banyak penggunanya. Meski demikian, selama ini, ada satu keluhan yang dirasakan pengguna Twitter, yakni tidak bisa mengedit cuitan.

Setelah berjalan bertahun-tahun, keluhan pengguna Twitter ini nampaknya bakal berakhir. Melansir dari Detik.com, Rabu (6/4/2022), pihak Twitter mengonfirmasi akan menghadirkan fitur tombol edit yang sudah dimiliki platform medsos lainnya, setelah lebih dari satu setengah dekade hadir sebagi platform media sosial.

Fitur ini pun sudah lama dinantikan dan diminta oleh banyak penggunanya Dengan fitur tersebut memungkinkan pengguna dapat mengedit cuitan mereka setelah diposting.

Baca juga: Jos Kelola Twitter, Polisi Grobogan Dapat Penghargaan

Demikian hadirnya tombol edit ini dapat memperbaiki jika ada kesalahan ketik atau typo tanpa harus mengorbankan balasan, retweet, atau like yang sudah diperoleh.

Dalam pengumumannya di akun Twitter, seperti dilihat Rabu (6/4/2022) fitur ini akan mulai diuji untuk pelanggan Twitter Blue dalam beberapa bulan mendatang.

Head of Consumer Product Twitter Jay Sullivan mengatakan, bahwa tombol edit menjadi salah satu fitur Twitter yang paling banyak diminta oleh pengguna selama bertahun-tahun.

Bahkan Twitter telah mencari cara untuk mengembangkan fitur tersebut dengan cara yang aman sejak tahun lalu.

"Tanpa fitur batas waktu, kontrol, dan transparansi apa yang telah diubah, fitur edit dapat disalahgunakan untuk mengubah rekaman percakapan publik" tulis Jay di akun Twitternya.

"Melindungi integritas percakapan publik adalah prioritas utama kami ketika mengembangkan fitur tombol edit di Twitter," sambungnya.
Sebelumnya pada tahun 2020 dalam sebuah wawancara dengan Wired mantan CEO Twitter Jack ditanya mengenai tombol edit di Twitter, ia pun mengatakan enggan menambahkan fitur tombol edit di Twitter."Jawabannya adalah mungkin tidak akan pernah," kata Jack Dorsey.Namun semenjak dipimpin oleh Parag Agrawal sebagai CEO baru Twitter kekhawatiran tersebut berubah. Di mana pada tahun 2022 ia mengumumkan melalui akun Twitternya bahwa perusahaannya sedang mengerjakan fitur tombol edit.Beberapa hari kemudian CEO Tesla Elon Musk yang diketahui telah membeli 9,2 persen saham Twitter malukan cuitan pertama untuk melakukan polling kepada follower-nya tentang apakah Twitter harus menambahkan tombol edit atau tidak.Dari hampir 4,4 juta pengguna yang mengikuti polling tersebut, sebanyak 73,6 persen di antaranya memilih opsi "yes", yang berarti mereka menginginkan adanya fitur tombol edit.Menariknya cuitan berisi polling tombol edit yang diunggah Musk itu dikomentari Agrawal yang mengatakan, "Konsekuensi dari polling ini akan menjadi penting. Silakan memilih dengan hati-hati".  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler