Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Kotel Besuki adalah salah satu kuliner khas dari Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penganan ini banyak ditemukan di kawasan pantai utara (pantura) Situbondo.

Melansir dari laman NU Online Jatim, Sabtu (9/4/2022), hampir sama dengan pempek Palembang, kotel besuki terbuat dari tapioka yang dicampur dengan daging ikan yang telah dihaluskan.

Bumbu yang diadonkan ke penganan ini ialah bawang putih yang dihaluskan, telur, serta sedikit garam maupun penyedap rasa lainnya.

Baca juga: Es Ta’al, Kuliner Khas Sumenep yang Jadi Incaran saat Berbuka Puasa

Adonan yang telah tercampur tersebut kemudian dibentuk lonjong lalu digoreng. Setelah matang, lalu dipotong-potong sesuai selera. Kotel lantas disantap dengan dicocol saus. Lebih afdol dinikmati selagi hangat, sambil minum kopi.

Ada perbedaan penyajian antara pempek dan kotel besuki. Pempek cara penyajiannya menggunakan kuah cuka yang memiliki rasa asam, manis, dan pedas, ditambah irisan mentimun. Sedangkan kotel dicocol dengan petis ikan yang dicampur dengan cabai yang diuleg serta diberi sedikit perasan jeruk pecel.

Potongan kotel yang sudah matang berwarna kuning kecoklatan. Rasanya perpaduan antar renyah, gurih dan kenyal. Apalagi ditambah cocolan berbahan petis ikan dan pedas ulegan cabai rawit, pasti bikin lidah menari-nari.
”Kotel biasanya dijadikan oleh-oleh. Sering juga ada pesanan dari luar daerah," kata Farida, salah seorang produsen rumahan Kotel di Besuki, Senin (21/02/2022).Dia menambahkan, untuk kotel yang dikirim ke luar kota biasanya yang sudah berbentuk setengah jadi, ditambah saus petis ikan, lalu dikemas. Pemesan tinggal menggoreng saja lalu siap disajikan."Kalau di sini, beberapa warung juga menyediakan untuk langsung dinikmati. Meski agak jarang. Zaman dulu, kotel banyak, terutama kalau pas ada acara, misalnya Lebaran," pungkas Farida.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: jatim.nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler