Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Sebagian besar penggemar jengkol dan petai lebih memilih menghindari keduanya saat bulan puasa. Alasannya, saat mengonsumsi kedua jenis bijian itu akan meninggalkan bau mulut yang kurang sedap dalam waktu cukup lama.

Meski demikian, sebagian penggemar lainnya, tetap enjoi menyantap menu jengkol dan petai. Baik saat berbuka puasa atau dikala makan sahur.

Nah, bagi Anda yang ingin tetap makan jengkol dan petai saat bulan puasa ini tidak perlu khawatir. Berikut ada tips supaya mulut tetap segar meski makan jengkol, dilansir dari Hello Sehat, Senin (11/4/2022).

Baca juga: Ini Manfaat Buah Tin bagi Kesehatan, Mencegah Kanker hingga Menjaga Kesehatan Jantung

Mengonsumsi makanan dan minuman selama bulan Ramadan memang tidak bisa sebebas hari biasanya. Ketika ingin mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, Anda mau tidak mau harus menunggu waktu sahur dan berbuka puasa.

Nah, bagaimana jika di saat-saat tertentu rasanya sangat ingin makan jengkol atau petai padahal sedang puasa? Melansir dari Oral Health Foundation, satu dari sekian banyak penyebab bau mulut yakni karena makan makanan dengan aroma kuat.

Alhasil, aroma makanan tersebut kemudian menetap di mulut sampai jangka waktu tertentu. Namun, jangan khawatir, Anda bisa memuaskan hasrat untuk makan jengkol dan petai ketika puasa sembari memastikan mulut senantiasa segar.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesegaran mulut usai makan jengkol dan petai saat puasa:

1. Perbanyak minum air putih

Minum air putih yang cukup selama puasa bukan hanya berguna untuk mencegah dehidrasi. Bagi Anda yang baru saja makan jengkol atau petai, minum air putih yang banyak dapat membantu “membilas” sisa makanan yang masih ada di lidah atau di sela-sela gigi.

Memperbanyak minum air putih juga membantu merangsang produksi air liur (saliva) guna menghilangkan bakteri penyebab bau mulut. Jangan khawatir Anda akan jadi bolak-balik ke toilet untuk buang air kecil karena hal tersebut normal adanya.

2. Menyikat gigi setelah makan

Menyikat gigi setelah selesai makan jengkol atau petai dapat membantu mengurangi bau mulut sekaligus membuat mulut segar saat puasa. Ini karena sisa jengkol dan petai bisa saja tertinggal di antara gigi sehingga memicu timbulnya bau mulut.

Menyikat gigi akan membantu membersihkan sisa makanan yang tertinggal serta memastikan kebersihan mulut. Bukan hanya itu, penumpukan plak pada gigi juga bisa membuat aroma mulut tidak sedap selama Anda berpuasa.

3. Rajin membersihkan lidah

Mengutip dari laman Mayo Clinic, meski sekilas tampak bersih, sebenarnya lidah mengandung banyak bakteri yang dapat mengakibatkan bau mulut. Jika bakteri di lidah menumpuk ditambah dengan adanya aroma khas usai makan petai dan jengkol yang masih bertahan di mulut, tentu mulut Anda tidak terasa segar saat puasa.Itu sebabnya, usahakan rutin membersihkan lidah setelah selesai menggosok gigi. Anda bisa menggunakan pembersih lidah atau tongue scraper agar lebih optimal dalam membersihkan seluruh bagian lidah.Mulailah membersihkan lidah dari belakang ke depan dengan perlahan-lahan. Ulangi prosesnya sampai Anda tidak lagi melihat ada sisa kotoran yang mungkin menempel di tongue scraper.4. Kunyah perman karet mint tanpa gulaSalah satu cara untuk menghalau bau mulut setelah makan jengkol atau petai saat puasa adalah dengan makan permen karet. Akan tetapi, sebaiknya hindari permen karet yang memiliki rasa karena kandungan gulanya cukup tinggi.Gula yang terlalu banyak ini dapat digunakan oleh bakteri di dalam mulut untuk memproduksi asam. Akibatnya, jumlah asam yang meningkat bisa mengakibatkan bau mulut saat puasa semakin menjadi-jadi.Bahkan, ditambah lagi karena sebelumnya Anda baru saja makan jengkol dan petai. Alih-alih makan permen karet dengan rasa manis, cobalah mengunyah permen karet tanpa gula dengan rasa mint.Rasa mint dapat membantu menyamarkan aroma jengkol dan petai di mulut sekaligus memberikan sensasi dingin agar nafas terasa segar.5. Gunakan obat kumur setelah makan jengkol saat puasaSelain membuat napas lebih segar, obat kumur (mouthwash) juga bisa membantu menyamarkan aroma khas usai makan jengkol atau petai di kala puasa.Namun sebelumnya, pastikan terlebih dahulu bahwa obat kumur yang Anda pakai bukan hanya bisa mengusir bau mulut, tetapi juga mampu membunuh kuman.Bukan itu saja, pemakaian obat kumur saat puasa juga dapat membersihkan bakteri, plak, serta sisa makanan yang tertinggal setelah menggosok gigi.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler