MURIANEWS, Kudus- Daun kemangi sudah familiar bagi orang Indonesia. Daun kemangi selama ini biasa dipakai lalapan atau atau campuran beragam menu masakan.
Selain untuk lalapan, daun kemangi punya banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari
Hello Sehat, Sabtu (16/4/2022).
Tanaman kemangi sejatinya merupakan hasil persilangan antara basil biasa (Ocimum basilicum) dan basil amerika (Ocimum americanum). Kemangi memiliki aroma jeruk limau yang kuat, sehingga beberapa kalangan juga menyebutnya sebagai lemon basil.
Baca juga: Minum Kopi Campur Lemon, Benarkah Ada Khasiatnya? Ini PenjelasannyaOrang Indonesia sudah sangat akrab dengan daun kemangi. Daun ini sering bisa langsung dijadikan lalapan atau digunakan dalam berbagai olahan, seperti pepes. Selain rasanya enak, aroma daun kemangi juga segar.
Jika Anda mengolahnya dengan tepat, daun kemangi bisa jadi kudapan yang nikmat. Tak hanya itu saja, daun kemangi juga memiliki kandungan nutrisi yang tidak boleh dilewatkan.
Manfaat daun kemangi untuk kesehatanKandungan antioksidan alami dalam daun kemangi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Beberapa manfaat daun kemangi untuk kesehatan yang sayang untuk Anda lewatkan antara lain sebagai berikut ini.
1. Membantu meredakan stresDari berbagai macam herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional, kemangi adalah salah satu yang paling banyak diakui khasiatnya.
Banyak penelitian menemukan bahwa daun ini dapat membantu mengatasi stres fisik, metabolisme, hingga psikologis dengan kombinasi pengobatan yang diresepkan dokter.
Daun ini diketahui dapat membantu melindungi organ dan jaringan terhadap stres kimia dari paparan polutan industri, logam berat, aktivitas fisik yang terlalu berat, hingga tekanan psikologis.
Kemangi juga diketahui dapat membantu melawan stres metabolik dengan cara mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kadar lipid karena memiliki sifat antianxiety (anticemas) dan antidepresan.
2. Menangkal radikal bebasRadikal bebas adalah senyawa kimia yang bersifat tidak stabil dan reaktif. Anda bisa terpapar radikal bebas dari makanan, obat-obatan, aktivitas sehari-hari, hingga paparan polusi. Jika radikal bebas dibiarkan menumpuk di dalam tubuh, tentu hal ini akan menjadi masalah.
Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran dan jaringan sel rusak. Kondisi ini akan meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif, salah satunya kanker.
Kandungan flavonoid pada daun kemangi, yaitu apigenin dapat digunakan sebagai antiradikal bebas. Menggunakan daun ini secara teratur diketahui dapat membantu mengurangi risiko seseorang terkena neoplasma (pembentukan dan pertumbuhan tumor) dan kanker hati.
Namun masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi manfaat daun kemangi sebagai agen antitumor dan antikanker.
3. Mencegah demam berdarahSeiring dengan kasus demam berdarah yang kian mewabah, ada salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan infeksi penyakit tersebut.Penelitian yang diterbitkan Journal of Agromedicine and Medical Sciences menunjukkan bahwa ekstrak daun ini bisa dijadikan sebagai insektisida dalam sediaan obat nyamuk bakar untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).Kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri dalam daun ini diketahui bersifat racun bagi nyamuk. Tentu saja, efektivitas insektisida alami dari ekstrak daun kemangi ini masih lebih rendah ketimbang produk insektisida pabrikan.Walaupun begitu, potensi daun kemangi ini bisa jadi pertimbangan Anda mengusir serangga secara alami di rumah. Hal ini juga memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas kandungan di dalamnya.
4. Manfaat daun kemangi lainnyaSelain yang sudah disebutkan di atas, daun ini juga diklaim memiliki manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh Anda, seperti:
- membantu menghilangkan bau mulut dan bau badan,
- memperlancar pencernaan,
- meringankan peradangan, dan
- meningkatkan kesehatan kulit.
Akan tetapi, berbagai manfaat daun kemangi ini masih belum benar-benar terbukti secara klinis. Masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi berbagai temuan tersebut.
Mengenal perbedaan daun kemangi dan basilDaun kemangi adalah tanaman rempah penyegar (tonikum) yang masih satu keluarga dengan daun basil atau daun mint. Tak heran jika daun basil dan kemangi sekilas terlihat mirip. Meski sering dibilang mirip, daun basil dan kemangi memiliki penampakan yang berbeda.Basil cenderung memiliki tekstur yang lebih tebal dengan daun yang berukuran lebih besar dan gemuk. Berbeda dengan kemangi yang memiliki bentuk daun lebih tipis dan memanjang. Selain itu, kemangi juga memiliki aroma khas yang kuat seperti limau.Daun basil biasa digunakan untuk menambah rasa pada pasta, berbagai olahan ikan, atau salad yang sering disajikan dalam kuliner Italia. Sementara kemangi umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai lalapan serta tambahan bumbu pepes atau nasi bakar. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber:
hellosehat.com
[caption id="attachment_285219" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Daun kemangi (wikipedia.org)[/caption]
MURIANEWS, Kudus- Daun kemangi sudah familiar bagi orang Indonesia. Daun kemangi selama ini biasa dipakai lalapan atau atau campuran beragam menu masakan.
Selain untuk lalapan, daun kemangi punya banyak manfaat bagi kesehatan. Berikut ulasannya seperti dilansir dari
Hello Sehat, Sabtu (16/4/2022).
Tanaman kemangi sejatinya merupakan hasil persilangan antara basil biasa (Ocimum basilicum) dan basil amerika (Ocimum americanum). Kemangi memiliki aroma jeruk limau yang kuat, sehingga beberapa kalangan juga menyebutnya sebagai lemon basil.
Baca juga: Minum Kopi Campur Lemon, Benarkah Ada Khasiatnya? Ini Penjelasannya
Orang Indonesia sudah sangat akrab dengan daun kemangi. Daun ini sering bisa langsung dijadikan lalapan atau digunakan dalam berbagai olahan, seperti pepes. Selain rasanya enak, aroma daun kemangi juga segar.
Jika Anda mengolahnya dengan tepat, daun kemangi bisa jadi kudapan yang nikmat. Tak hanya itu saja, daun kemangi juga memiliki kandungan nutrisi yang tidak boleh dilewatkan.
Manfaat daun kemangi untuk kesehatan
Kandungan antioksidan alami dalam daun kemangi dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Beberapa manfaat daun kemangi untuk kesehatan yang sayang untuk Anda lewatkan antara lain sebagai berikut ini.
1. Membantu meredakan stres
Dari berbagai macam herbal yang digunakan dalam pengobatan tradisional, kemangi adalah salah satu yang paling banyak diakui khasiatnya.
Banyak penelitian menemukan bahwa daun ini dapat membantu mengatasi stres fisik, metabolisme, hingga psikologis dengan kombinasi pengobatan yang diresepkan dokter.
Daun ini diketahui dapat membantu melindungi organ dan jaringan terhadap stres kimia dari paparan polutan industri, logam berat, aktivitas fisik yang terlalu berat, hingga tekanan psikologis.
Kemangi juga diketahui dapat membantu melawan stres metabolik dengan cara mengendalikan gula darah, tekanan darah, dan kadar lipid karena memiliki sifat antianxiety (anticemas) dan antidepresan.
2. Menangkal radikal bebas
Radikal bebas adalah senyawa kimia yang bersifat tidak stabil dan reaktif. Anda bisa terpapar radikal bebas dari makanan, obat-obatan, aktivitas sehari-hari, hingga paparan polusi. Jika radikal bebas dibiarkan menumpuk di dalam tubuh, tentu hal ini akan menjadi masalah.
Menurut Harvard School of Public Health, reaksi kimia yang dilakukan oleh radikal bebas di dalam tubuh dapat menyebabkan membran dan jaringan sel rusak. Kondisi ini akan meningkatkan berbagai risiko penyakit degeneratif, salah satunya kanker.
Kandungan flavonoid pada daun kemangi, yaitu apigenin dapat digunakan sebagai antiradikal bebas. Menggunakan daun ini secara teratur diketahui dapat membantu mengurangi risiko seseorang terkena neoplasma (pembentukan dan pertumbuhan tumor) dan kanker hati.
Namun masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi manfaat daun kemangi sebagai agen antitumor dan antikanker.
3. Mencegah demam berdarah
Seiring dengan kasus demam berdarah yang kian mewabah, ada salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah penularan infeksi penyakit tersebut.
Penelitian yang diterbitkan Journal of Agromedicine and Medical Sciences menunjukkan bahwa ekstrak daun ini bisa dijadikan sebagai insektisida dalam sediaan obat nyamuk bakar untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan minyak atsiri dalam daun ini diketahui bersifat racun bagi nyamuk. Tentu saja, efektivitas insektisida alami dari ekstrak daun kemangi ini masih lebih rendah ketimbang produk insektisida pabrikan.
Walaupun begitu, potensi daun kemangi ini bisa jadi pertimbangan Anda mengusir serangga secara alami di rumah. Hal ini juga memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas kandungan di dalamnya.
4. Manfaat daun kemangi lainnya
Selain yang sudah disebutkan di atas, daun ini juga diklaim memiliki manfaat lainnya bagi kesehatan tubuh Anda, seperti:
- membantu menghilangkan bau mulut dan bau badan,
- memperlancar pencernaan,
- meringankan peradangan, dan
- meningkatkan kesehatan kulit.
Akan tetapi, berbagai manfaat daun kemangi ini masih belum benar-benar terbukti secara klinis. Masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi berbagai temuan tersebut.
Mengenal perbedaan daun kemangi dan basil
Daun kemangi adalah tanaman rempah penyegar (tonikum) yang masih satu keluarga dengan daun basil atau daun mint. Tak heran jika daun basil dan kemangi sekilas terlihat mirip. Meski sering dibilang mirip, daun basil dan kemangi memiliki penampakan yang berbeda.
Basil cenderung memiliki tekstur yang lebih tebal dengan daun yang berukuran lebih besar dan gemuk. Berbeda dengan kemangi yang memiliki bentuk daun lebih tipis dan memanjang. Selain itu, kemangi juga memiliki aroma khas yang kuat seperti limau.
Daun basil biasa digunakan untuk menambah rasa pada pasta, berbagai olahan ikan, atau salad yang sering disajikan dalam kuliner Italia. Sementara kemangi umum digunakan masyarakat Indonesia sebagai lalapan serta tambahan bumbu pepes atau nasi bakar.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber:
hellosehat.com