Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tak hanya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan. Namun, kabupaten di ujung timur Pulau Madura ini  juga punya banyak kuliner khas.

Salah satunya adalah camilan unik yang bernama jubede. Kuliner ini berupa camilan dengan rasa manis yang dibuat sedemikian rupa dan bentuknya cukup unik.

Melansir dari NU Online Jatim, Selasa (19/4/2022), jubede ini bentuknya imut sekitar telunjuk jari, diikat tali dari bahan pelepah daun aren. Cemilan ini sangat unik dan mengundang perhatian kala disajikan saat Lebaran.

Baca juga: Mencicipi Bakdabak, Camilan Khas Sumenep Madura

Jika berminat untuk menyicipi kuliner ini, langkah pertama yang harus dilakukan ya berkunjung ke Sumenep. Pasalnya, kuliner ini hanya dijual di sana, khususnya di Pasar Kapedi, sebelum memasuki  Kota Sumenep.

Bila penasaran dan ingin mengetahui lebih jauh tentang jubede, bisa datang ke sentra pembuatannya di Dusun Blajut, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan.

Salah satunya adalah Jazilah. Dirinya menceritakan, jubede sudah dikenal masyarakat sejak zaman dahulu. Dia mengaku sebagai generasi kelima pembuat camilan jubede. Sebab, berdasar cerita ke cerita, nenek moyangnya sudah terbiasa membuatnya.

Cara Membuat

Untuk membuat jubede, sebenarnya terbilang mudah. Bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah didapat. Yakni, air nira, tepung jagung, tepung tapioka, dan gula pasir. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan takaran satu banding satu.
Tepung jagung dan tapioka dicampur dan dimasukkan ke dalam rebusan air nira sampai larut. Kemudian ditambah gula pasir. Kalau tepungnya satu kilo, gula pasirnya juga satu kilo.Setelah larut, campuran tepung dan air nira didinginkan dan dijemur di terik matahari. Butuh sekitar dua hari agar jubede benar-benar kering dan bisa diedarkan ke masyarakat. Jika di musim hujan, pengeringan bisa sampai tiga atau empat hari.Untuk perebusannya sekitar tiga jam. Cara bikinnya hampir mirip bikin dodol, cuma lebih encer.Meski dibuat dari bahan tepung tapioka dan tepung jagung, tapi rasa yang dominan pada jubede tetap gula merah. ”Rasa jagungnya hilang. Tinggal aroma gula merahnya yang kental terasa,” papar Jazilah.Kini camilan unik ini dapat dijumpai di sejumlah minimarket dalam kemasan yang dibungkus mika. Dengan demikian, tampilannya juga cukup menarik dan lebih menggugah selera. Rasa yang ditawarkan pun berbeda tidak hanya sekadar manis, ada rasa pedas jahe dan hangat di kerongkongan saat jubede ditelan.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: jatim.nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler