Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Udang dan kepiting merupakan dua jenis seafood yang paling digemari banyak orang. Rasanya yang lezat menjadikan sebagian orang terkadang sampai makan seafood ini dalam porsi besar.

Meski demikian, banyak juga orang yang justru menghindari makan kedua seafood ini. Alasannya, mereka takut kadar kolesterolnya naik usai menyantap udang dan kepiting ini.

Kandungan kolesterol udang dan kepiting

Melansir dari Hello Sehat, Rabu (27/4/2022), kandungan kolesterol yang tinggi memang menjadi pertimbangan banyak orang untuk membatasi konsumsi makan udang dan kepiting.

Baca juga: Ini Pilihan Menu Seafood yang Sehat untuk Penderita Diabetes

Sebelum Anda mengetahui batasan konsumsinya, ketahui dulu perbedaan kandungan kolesterolnya sebagai berikut.

Udang

Seratus gram udang mentah mengandung 189 miligram (mg) kolesterol. Di antara jenis seafood tinggi kolesterol sekalipun, kandungan kolesterol udang memang paling tinggi.

Kini bayangkan bila Anda menggorengnya, kandungan kolesterol udang tentunya akan meningkat. Makan udang 100 gram saja sudah memenuhi lebih dari separuh kebutuhan kolesterol harian.

Padahal, dalam sehari asupan kolesterol bisa berasal dari mana saja, tak hanya dari makan udang, apalagi saat dikonsumsi secara berlebihan.

Meski demikian, kabar baiknya udang tidak meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh.

Makan seafood seperti udang dan kepiting sesuai batasan bahkan bisa meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang penting untuk kesehatan jantung.

Kepiting

Daging kepiting mengandung kolesterol yang lebih rendah dari udang. Dengan jumlah yang sama, daging kepiting bisa menyumbangkan 55-59 mg kolesterol. Namun, ada juga kepiting jenis blue crab yang bisa mengandung 97 mg kolesterol.

Daging kepiting sebenarnya mirip dengan udang yang tinggi protein, tapi rendah lemak dan kalori.

Mengingat kadar kolesterolnya lebih rendah, daging kepiting juga relatif lebih aman bagi orang-orang yang harus mengontrol kadar kolesterol setiap hari.

Akan tetapi, kekurangan kepiting ada pada kadar natrium yang tinggi. Ini sebabnya orang yang mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes dianjurkan untuk membatasi konsumsi kepiting.

Batas asupan kolesterol yang aman
Kolesterol sebenarnya punya peran penting dalam berbagai fungsi tubuh. Hanya saja, Anda tetap harus membatasi asupannya.Pastikan asupan kolesterol tidak lebih dari 300 mg per hari seperti yang dianjurkan oleh American Heart Association (AHA). Asupan kolesterol yang berlebihan dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan.Tingginya kolesterol jahat di dalam tubuh dapat menyebabkan aterosklerosis, yaitu pembentukan plak kolesterol pada pembuluh darah arteri. Plak pada pembuluh darah bisa mengganggu aliran darah dari dan ke jantung.Aterosklerosis lantas menyebabkan masalah kesehatan lain, mulai dari angina (nyeri dada), stroke, serangan jantung, hingga gagal jantung.[caption id="attachment_287463" align="alignleft" width="1890"] Foto: Menu kepiting (pixabay.com)[/caption]Batasan makan udang dan kepitingGuna mengurangi risiko tersebut, US Department of Agriculture (USDA) memberikan batasan makan seafood seperti ikan, kerang-kerangan, udang, dan kepiting sebagai sumber protein.Asupan harian yang aman yaitu 226 gram dalam seminggu. Sebagai gambaran, satu porsi udang biasanya memiliki berat 85 gram.Dengan makan 85 gram udang, Anda sudah memenuhi hampir setengah kebutuhan kolesterol per hari menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG).Dengan mengikuti anjuran asupan harian tersebut, artinya Anda boleh makan udang sebanyak 2-3 porsi dalam seminggu. Porsi tersebut terbilang aman bagi orang dewasa sehat yang ingin menjaga kadar kolesterol tetap stabil.Sementara untuk daging kepiting, Anda masih boleh mengonsumsi 3-4 porsi dalam seminggu. Batasan ini didasarkan pada satu sajian kepiting sebesar 85 gram dengan kandungan kolesterol sebanyak 97 mg.Meski begitu, patut diingat bahwa kandungan natrium daging kepiting lebih tinggi dari udang. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, batasan untuk makan kepiting tentu lebih sedikit dari udang dan Anda harus membatasi konsumsinya.Anda sebaiknya juga mengimbangi konsumsi kedua seafood ini dengan bahan makanan rendah kolesterol seperti sayuran dan kacang-kacangan. Pilihlah juga cara pengolahan yang lebih menyehatkan, misalnya merebus, mengukus, atau menumis.Udang dan kepiting pada dasarnya merupakan sumber protein yang baik. Namun, risiko kesehatan biasanya muncul akibat konsumsi yang berlebihan atau cara memasak yang menambah kandungan natrium dan lemak.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler