Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Mobil listrik saat ini merupakan kendaraan yang tengah gencar dikembangkan. Pada mobil bertenaga listrik disematkan sistem pengereman yang disebut regenerative breaking.

Fitur ini menjadi salah satu fitur yang amat krusial pada mobil listrik. Hal ini berkaitan dengan jarak tempuh dan kapasitas baterai pada mobil listrik.

Lantas apa itu regenerative break dan seberapa pentingnya sistem pengereman ini?

Baca juga: Ini Daftar Harga Mobil Listrik Termurah di Indonesia, Tertarik Beli?

Pertama, saat terjadi pengereman akan membuang banyak energi gerak menjadi panas. Energi yang terbuang percuma ini kemudian diakali diubah dari energi gerak menjadi listrik.

"Regenerative braking menciptakan energi kinetik yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik," jelas Bonar Pakpahan, Product Expert PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) seperti dikutip dari gridoto.com.

Saat mobil melambat, putaran motor listrik yang sesuai roda akan bergerak berlawanan. Perbedaan putaran dengan motor listrik inilah yang dapat menghasilkan listrik.Selain itu, proses ini sekaligus memberikan efek engine brake, di mobil listrik yang membantu pengereman.

Energi kinetik ini kemudian diubah menjadi energi listrik, lalu disalurkan ke komponen ICCU atau pengontrol arus listrik."ICCU akan menerima arus listrik dari energi kinetik sebagai listrik masuk untuk charging," terusnya.Proses pengisian baterai yang dihasilkan dari energi kinetik ini berfungsi untuk mengisi kapasitas baterai pada mobil listrik. Dengan demikian mobil listrik dapat menempuh jarak yang lebih jauh.Selama mobil terus bergerak, motor listrik menguras energi listrik dari baterai. Meski regenerative braking saat pedal gas dilepas, tidak serta merta mengisi baterai secara signifikan. Namun setidaknya dapat menjaga penurunan kapasitas baterai lebih rendah.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: gridoto.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler