Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus- Ban merupakan salah satu komponen penting pada mobil. Sebab, tanpa adanya ban maka sebagus apapun mobil yang dimiliki, sudah dipastikan tidak bisa digunakan.

Demikian pula jika ban mengalami masalah, akan mengganggu saat melakukan perjalanan. Misalnya, ban kempis, bocor atau bahkan meletus.

Ban motor yang sudah digunakan dalam waktu lama, pasti akan terlihat perubahannya dengan ban yang semakin tipis serta kembangannya telah menyentuh bagian serat. Ban yang tipis tentunya berbahaya bila terus digunakan dalam perjalanan.

Baca juga: Catat, Ban Mobil Harus Diganti kalau Sudah Muncul Ciri-Ciri Ini

Untuk itu komponen ban ini harus diganti secara berkala. Terlebih jika Anda sudah melihat kondisi ban yang sudah gundul, retak, dan sejenisnya.

Melansir dari Kompas.com, ban mobil pecah seringkali disebabkan faktor eksternal seperti mengenai benda tajam saat berkendara. Namun pecahnya ban mobil turut dipengaruhi kurangnya perawatan.

Zulpata Zainal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal Tbk menjelaskan, ada dua sebab ban pecah saat digunakan.

“Ban bisa pecah dan paling sering akibat kurang tekanan udara atau karena memikul bobot yang berlebihan. Inilah musuh utama ban tekanan udara yang kurang atau equivalent dengan kelebihan bobot,” terangnya.
Kemudian ia juga menjelaskan konstruksi setiap ban sangat kuat dan hampir tidak mungkin pecah terlebih setelah melalui rangkaian tes oleh pabrik. Peristiwa pecah ban lebih sering akibat pemakaian dan bukan bawaan pabrik.Meski demikian, kurangnya perawatan seperti kurangnya tekanan udara kerap dianggap sepele. Terlihat sepele, kebiasaan ini dapat berdampak buruk terhadap kondisi ban mobil.Bahkan tidak menutup kemungkinan kurangnya tekanan udara menjadi pemicu pecah ban yang tak hanya merugikan, namun berisiko fatal. Oleh sebab itu Zulpata menyarankan agar pemilik mobil rutin memeriksa tekanan udara pada ban.“Disarankan selalu lakukan pemeriksaan berkala tekanan udara ban, sesuaikan dengan tekanan yang direkomendasikan pabrikan,” pungkasnya.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: Kompas.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler