Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Layar perangkat tidak hanya dibedakan sebatas jenis panel ataupun resolusinya. Dukungan rentang dinamis yang disematkan seperti HDR10, HDR, atau SDR juga jadi pembeda.

Melansir dari Gadgetren, pada fotografi maupun videografi, dynamic range secara khusus merujuk pada rentang nilai dari sisi tergelap dan terterang pada potongan gambar. Umumnya disebut juga dengan luminosity atau cakupan pencahayaan.

Sebuah detail akan ditampilkan ketika rona gelap dan terang bekerja di satu waktu pada sebuah potongan gambar yang ditentukan oleh dynamic range. Hasilnya akan terlihat jelas apakah overexposed (terlalu terang) atau underexposed (terlalu gelap).

Baca juga: OPPO Find X5 Pro 5G Resmi Dirilis di Indonesia, Ini Sederet Keunggulannya

Tapi agar mendapatkan tampilan yang sesuai, harus menggunakan perangkat yang mendukung teknologi dynamic range dari konten terkait. Untuk hal ini umumnya dibedakan menjadi dua kategori, yakni HDR dan SDR.

HDR (High Dynamic Range)

HDR adalah sebuah teknologi pencitraan yang memungkinkan sebuah gambar menampilkan detail di bagian gelap maupun terang yang lebih baik. Jika didukung perangkat yang tepat, sebuah konten dengan yang tersemat HDR akan memiliki kontras cukup baik.

Sehingga dalam satu potongan gambar dapat menampilkan rona dan gelap. Saat teknologi pencitraan ini diadopsi, sebuah konten diharapkan bisa menampilkan gambar yang lebih jelas.

Selain itu juga mampu mengakomodasi rentang warna lebih luas. Sehingga pada hasil akhirnya dapat terlihat lebih natural. Terdapat tiga standar yang umum dipakai oleh perusahaan teknologi guna mengakomodasi dukungan HDR ke dalam konten maupun perangkat. Termasuk di antaranya meliputi HDR10, HDR10+, dan Dolby Vision.

HDR10

Teknologi ini dikembangkan pada tahun 2015 lalu oleh Consumer Technology Association. HDR10 adalah standar HDR paling umum yang digunakan. Ini dikarenakan perusahaan dapat mengadopsi secara leluasa tanpa membayar biaya royalty.

HDR10 didesain untuk panel dengan palet warna 10bt. Dengan standar ini berarti dapat mengakomodasi tingkat kecerahan hingga 10.000nit dengan dukungan yang umum diterapkan antara 500 hingga 4.000nit.

Namun standar ini sayangnya masihmemakai metadata statis. Artinya pemetaan tingkat kecerahan maupun corak warna bakal selalu sama dari awal hingga akhir ketika menayangkan sebuah konten. Selain itu, HDR10 tidak mendukung ke belakang untuk SDR.

Beragam perangkat dapat dijumpai yang mendukung HDR10 seperti konsol, monitor, laptop hingga televise. Bahkan sebagian diantaranya telah dirilis bersertifikat khusus DisplayHDR dari VESA sehingga bisa lebih terjamin.

HDR10+

HDR10+ dianggap sebagai peningkatan dari HDR10. Namun terdapat perbedaan yang utamanya terdapat pada dukungan metadata dinamis.Adanya dukungan metadata dinamis memungkinkan pengaturan kecerahan dan warna berubah-ubah per adegan dari sebuah konten. Dengan demikian hasil akhirnya jadi lebih sesuai.Selanjutnya, HDR10+ turut mendukung palet warna hingga 12bit. Walau belum terdapat konten yang mencapainya. Umumnya standar ini telah tersedia dengan tingkat kecerahan 1.000nit hingga 4.000nit meskipun puncaknya sama-sama bisa mencapai 10.000nit.HDR10+ yang merupakan peningkatan masih tersedia secara terbuka. Ini memungkinkan dapat digunakan oleh perusahaan apa saja tanpa perlu membayar royalti. Hanya, terdapat dukungan ke belakang untuk SDR maupun HDR10 itu sendiri.Dolby VisionDolby Vision adalah standar ekslusif bagi teknologi HDR yang berbeda dari HDR10 ataupun HDR10+. Sayangnya HDR jenis ini tidak tersedia secara umum. Dolby hanya menediakan untuk perangkat dengan chip buatannya.Walau demikian, Dolby Vision punya dukungan hampir mirip dengan HDR10+. Misanya standar ini membawa metadata dinamis dan telah tersedia secara umum pada kecerahan 1.000nit hingga 4.000nit dengan puncak 10.000nit.Selain itu, teknologi ini juga telah mengakomodasi palet hingga 12bit warna. Dolby Vision umumnya juga mengusung dukungan ke ke belakang untuk SDR dan HDR10 walau menggunakan teknologi yang cukup berbeda dalam melakukannya.SDR (Standard Dynamic Range)Sesuai dengan namanya, teknologi pencitraan ini merupakan yang paling standar untuk pengembangan beragam macam konten maupun perangkat saat ini. SDR hanya memiliki dukungan yang terbatas.Dynamic range yang disuguhkan SDR lebih sempit dari HDR, sehingga beberapa gambar dengan paduan rona gelap dan terang dapat kehilangan beberapa detailnya. HDR yang telah mengakomodasi Wide Color Gamut (WCG) seperti DCI, SDR hanya menggunakan gamut warna standar sepertii sRGB.Karakteristik warna, kontras dan kecerahan dari teknologi SDR umumnya berdasarkan pada keterbatasan panel layar berjenis Cathode Ray Tube (CRT). Adanya keterbatasan itu menjadi dasar kenapa saat ini teknologi tersebut sudah banyak ditinggalkan.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: gadgetren.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler