Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Power bank saat ini menjadi kebutuhan utama bagi sebagian pemilik handphone, Alat ini adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk memasukkan energi listrik ke dalam baterai yang bisa diisi ulang tanpa harus menghubungkan pada listrik.

Keberadaan power bank sangat dibutuhkan ketika dalam kondisi tertentu yang membuat kesulitan untuk mendapatkan aliran listrik. Misalnya, saat listrik padam atau dalam perjalanan.

Saat menggunakan power bank sebaiknya perlu hati-hati. Pasalnya, sudah ada kejadian power bank yang meledak hingga terbakar saat diisi daya.

Baca juga: Ngecas Handphone Jangan Asal Colok, Ini Cara yang Benar Biar Baterai Awet

Kenapa hal ini bisa terjadi? Melansir Solopos.com dari Nextren.grid.id, karena power bank pada umumnya menggunakan baterai jenis Lithium Ion atau Lithium Polymer, di mana Lithium Ion adalah jenis yang lebih murah.

Baterai jenis Lithium yang digunakan pada power bank biasanya terdiri dari dua jenis material, yaitu anode dan cathode. Keduanya dipisahkan dengan cairan yang mengalirkan listrik.

Cara kerjanya adalah, ketika baterai diisi ulang, listrik akan membuat partikel dari cathode mengalir melalui cairan pemisah tadi dan masuk menuju anode.

Ketika baterai habis, partikel yang berada di anode kembali ke cathode. Begitu terus proses tadi berlangsung setiap kali proses isi ulang baterai dilakukan.Lithium Polymer yang digunakan pada power bank memiliki bahan dan partikel yang lebih kuat menghadapi panas, namun tidak demikian halnya dengan Lithium Ion yang lebih murah.Namun, biasanya produsen power bank menyertakan alat pencegah terhadap panas berlebih ataupun arus pendek yang bisa memicu reaksi berantai di dalam baterai tersebut.Sayangnya, tidak semua produsen power bank memberikan alat pencegah tersebut, karena komponen tersebut akan menambah biaya yang berdampak pada tingginya harga power bank tersebut.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler