Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Lampu indikator merupakan perangkat untuk menunjukkan status komponen atau fitur tertentu pada kendaraan. Baik yang sifatnya elektris atau non elektris.

Lampu indikator mobil adalah simbol-simbol yang berada di panel instrumen atau dasbor. Secara umum lampu indikator biasanya menggunakan bebrapa warna, yakni merah, hijau, kuning, biru, dan putih.

Lampu indikator check engine terkadang menyala dan membuat sebagian orang panik karenanya. Menyalanya lampu indikator bisa saja karena kotornya sensor yang ada pada mobil, sehingga terjadi kesalahan membaca kondisi mobil.

Baca juga: Ini Fungsi Gardan Mobil dan Komponennya yang Perlu Diketahui

Meski demikian pemilik mobil harus tetap mewaspadai saat indikator check engine terus menyala. Seperti dilansir dari Auto2000, berikut adalah penyebab lampu indikator check engine menyala.

1. Tutup Bensin yang Kurang Pas

Meski terdengar sepele, kelalaian menutup tangki mobil dapat berakibat fatal. Hal tersebut dapat berakibat kebakaran sehingga dianggap potensi bahaya oleh sensor dan kemudian indikator engine check menyala.

Agar lampu indikator mati, segera pinggirkan mobil ke tempat aman dan tutup rapat tangki bensin. Pastikan juga tidak ada kebocoran yang terjadi pada tangki bahan bakar.

2. Sensor Oksigen Bermasalah

Penyebab berikutnya lampu indikator check engine menyala adalah adanya kerusakan pada sensor oksigen. Sensor tersebut berfungsi untuk memantau oksigen di knalpot mobil serta menentukan seberapa banyak bahan bakar yang terpakai.

Jika sensor ini rusak, maka secara tidak langsung akan mengurangi kinerja mesin mobil. Selain itu juga dapat merusak komponen catalytic converter. Rusaknya sensor oksigen ini bisa dikarenakan sensor tertutup oli.

3. Rusaknya Catalytic Converter
Salah satu hal yang jadi penanda rusaknya catalytic converter adalah borosnya bahan bakar yang terpakai. Selain itu tanda lainnya adalah menurunnya tenaga mobil saat melaju meskipun pedal gas sudah diinjak dengan maksimal.Kerusakan pada catalytic converter dapat menyebabkan zat berbahaya seperti karbon monoksida tidak bisa dikonversi menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Agar lampu indikator check engine tidak menyala, selalu perhatikan kinerja komponen catalytic converter ini.4. Filter Udara KotorSaat filter udara kotor dapat berakibat kurangnya supply udara yang masuk ke ruang bahan bakar. Komponen ini berhubungan erat dengan sensor mass air flow yang berfungsi sebagai pengatur jumlah bahan bakar yang harus digunakan berdasarkan supply udara yang masuk ke dalam mesin mobil.Saat supply udara yang masuk ke ruang bahan bakar menurun, dapat menyebabkan kerusakan pada sensor mass air flow. Kerusakan pada mass air flow tersebut yang mengakibatkan lampu indikator check engine akan terus menyala.5. Masalah pada AkiAki yang bermasalah juga dapat menyebabkan lampu indikator check engine menyala. Ketika lampu indikator ini menyala, tak ada salahnya mencoba mengecek aki mobil.Caranya cukup mudah, yakni dengan melepas kabel negatif dari aki selama kurang lebih 3 detik kemudian pasangkan kembali. Jika sudah dilakukan tapi lampu indikator check engine masih menyala, maka ada indikasi adanya kerusakan pada sensor mobil.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: auto2000.co.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler