Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Banyak upaya dilakukan orang untuk meningkatkan kesuburan, baik pria maupun wanita. Selain makanan, penggunaan obat-obatan juga dipakai untuk meningkatkan kesuburan.

Namun, penggunaan obat-obatan yang dikonsumsi juga bisa mempengarugi kesuburan. Hal ini barangkali belum banyak dimengerti.

Melansir laman Hello Sehat, dilansir dari parents.com, Alan Copperman, seorang direktur endokrinologi reproduksi di Icahn School of Medicine, New York, mengatakan bahwa karena siklus menstruasi wanita sangat dikontrol oleh interaksi antara otak, ovarium (indung telur), dan rahim, maka masalah kesehatan dan obat-obatan yang mengganggu proses interaksi ini dapat mempengaruhi ovulasi (pelepasan telur dari ovarium) dan membuat wanita kesulitan untuk mencapai kehamilan.

Baca juga: Ini Beragam Obat Herbal yang Bisa Digunakan untuk Membantu Menurunkan Kolesterol

Pada pria, obat-obatan dapat mempengaruhi produksi sperma. Menurut Valerie Baker, kepala divisi endokrinologi reproduksi dan kesuburan di Stanford University School of Medicine, obat-obatan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh wanita untuk ovulasi atau melepaskan sel telur, dan pada pria akan mempengaruhi jumlah spermanya dengan mempengaruhi produksi dari follicle stimulating hormone (FSH) atau luteinizing hormone (LH) oleh kelenjar hipofisis.

Obat-obatan apa yang dapat mempengaruhi kesuburan?

Beberapa obat mempengaruhi kesuburan pria dan wanita dalam cara yang berbeda. Berikut ini merupakan obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan Anda.

Obat-obatan yang mungkin menurunkan kesuburan wanita

Jenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan wanita adalah:

Steroid

Obat-obatan steroid, seperti kortison dan prednison, terbuat dari hormon testosteron dan banyak digunakan untuk mengobati asma dan lupus. Penggunaan dalam dosis tinggi dapat menghambat kelenjar hipofisis untuk melepaskan FSH dan LH yang diperlukan untuk melepaskan sel telur dari indung telur (ovulasi).

Produk untuk rambut dan kulit yang mengandung hormon

Krim kulit, gel, dan produk perawatan rambut yang mengandung hormon estrogen dan progesteron juga dapat mempengaruhi ovulasi. Walaupun penyerapan produk ini melalui kulit mungkin tidak akan menyebabkan masalah, tetapi ada baiknya untuk tetap menghindari penggunaan produk tersebut.

Obat antihipertensi atau anti-darah tinggi

Beberapa obat lama yang berguna untuk mengobati tekanan darah tinggi atau hipertensi, seperti metildopa, dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan dapat mengganggu ovulasi.

Obat sistem saraf pusat

Hampir setiap obat yang menyasar sistem saraf pusat, seperti obat penenang dan obat untuk mencegah kejang, dapat menyebabkan peningkatan kadar hormon prolaktin dan mengganggu ovulasi. Namun, sebagian besar antidepresan, seperti selective serotonin reuptake inhibitor atau SSRI) tidak berdampak negatif pada ovulasi.

Obat tiroid

Obat-obatan untuk hipotiroidisme juga dapat mempengaruhi ovulasi jika terlalu banyak atau terlalu sedikit dikonsumsi. Obat tiroid ini dapat mempengaruhi kadar hormon prolaktin. Sehingga pastikan obat ini dikonsumsi dalam jumlah yang tepat.

Pengobatan kankerKemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan kanker lainnya dapat merusak sel telur atau menyebabkan kegagalan ovarium prematur di mana ovarium berhenti melakukan fungsinya sebelum usia wanita mencapai 40 tahun. Kemoterapi, terutama agen alkilasi, dapat menjadi racun bagi indung telur sehingga dapat menyebabkan ketidaksuburan secara permanen.Obat antiepilepsiMisalnya, phenytoin, carbamazepine, dan valproate dapat mempengaruhi kesuburan dengan menghambat ovulasi.Obat antipsikotikContohnya, risperidone dan amilsulpride, dapat mempengaruhi kelenjar hipofisis dan meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga dapat mengganggu atau menghentikan ovulasi.Obat-obatan yang dapat menurunkan kesuburan priaJenis obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan pria adalah:
  • Terapi testosteron. Pria yang melakukan terapi penggantian testosteron untuk kadar testosteron yang lebih rendah mungkin tidak akan memproduksi sperma.
  • Steroid. Obat-obatan steroid yang mempengaruhi kesuburan wanita juga mempengaruhi kesuburan pada pria karena dapat menurunkan jumlah sperma pada beberapa pria.
  • Sulfasalazine. Obat ini digunakan untuk mengobati inflamasi atau peradangan, seperti ulcerative colitis dan rheumatoid arthritis. Sulfasalazine juga dapat menurunkan jumlah sperma dan jumlah sperma akan kembali normal setelah pemakaian obat ini dihentikan.
  • Obat antihipertensi. Obat-obatan yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah, seperti beta-blocker dan diuretik dapat menyebabkan impotensi (disfungsi ereksi).
  • Obat depresi. Obat antidepresan dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kesulitan dalam ejakulasi.
  • Pengobatan kanker. Sama seperti pada wanita, kemoterapi, terapi radiasi, dan pengobatan kanker lainnya dapat mempengaruhi kesuburan pada pria dengan cara merusak sel sperma atau kemampuan untuk memproduksi sperma.
Berapa lama kesuburan bisa kembali setelah berhenti minum obat-obatan tersebut?Berapa lama obat-obatan dapat mempengaruhi kesuburan Anda tergantung dari jenis obat yang Anda konsumsi. Masing-masing obat mempunyai pengaruh dan waktu yang berbeda terhadap kesuburan. Penghentian pemakaian obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan mungkin tidak akan langsung berdampak pada kesuburan Anda. Tubuh memerlukan waktu untuk dapat memulihkan kondisinya seperti semula sebelum dipengaruhi oleh obat-obatan.Pengaruh obat-obatan ke tubuh dapat hilang mungkin dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan. Sehingga, Anda harus menghentikan pemakaian obat-obatan tersebut sebulan atau dua bulan sebelum Anda berencana untuk mencoba hamil, agar kesuburan Anda kembali ke tingkat optimalnya.Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda terlebih dahulu untuk merencanakan kehamilan agar pada saat itu kesuburan Anda dan pasangan sedang berada pada tingkat optimal.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler