MURIANEWS, Kudus – Pangandaran merupakan salah satu kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Selama ini, Kabupaten Pangandaran dikenal dengan wisata baharinya yang menawan.
Namun, siapa kira,
Kabupaten Pangandaran juga memiliki banyak potensi gua alam yang cocok untuk liburan akhir pekan. Lokasi yang bisa dikunjungi adalah gua kaca dan gua surupan.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Pangandaran, Kamis (19/7/2022), destinasi wisata Gua Kaca berada di Dusun Pasir Kored, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran yang berjarak 9 km dari Bundaran Marlin ke arah barat.
Baca juga: Green Canyon Pangandaran, Pesona Menakjubkan di Aliran Sungai CijulangWaktu tempuh yang diperlukan untuk mengunjungi daya tarik wisata ini sekitar 20 menit melalui Jl. Sukamelang dan berada di titik koordinat 7°37'51.3"S 108°37'40.3"E.
Daya tarik wisata gua ini memiliki keunikan tersendiri. Dimana dalam satu kawasan terdapat delapan gua. Yaitu Gua Walet, Gua Surupan, Gua Lanang, Gua Junti, Gua Pereng, Gua Wadong, Gua Kaca, Gua Cirangkis dan Gua Landak.
Dari kedelapan Gua tersebut baru Gua Kaca dan Gua Surupan yang bisa dikunjungi wisatawan. Sementara yang lainnya, masih belum dibuka untuk tempat wisata.
Gua Kaca pertama kali di temukan pada tahun 1990 oleh para penambang batu phospat. Tidak heran ketika masuk ke dalam gua, wisatawan akan mendapati banyak bekas galian penambangan batu phospat.
Karena keindahan dan potensi wisata yang dimiliki Gua Kaca, warga sekitar mulai berani memasuki gua tersebut dan mulai dikembangkan. Pada tahun 2015 sampai 2016, karang taruna di Dusun Pasir Kored mencoba kembali mengembangkan wisata gua tersebut menjadi destinasi wisata
Gua Kaca memilki keindahan yang luar biasa, bagian langit gua dan dasar gua dipenuhi banyak stalaktit dan stalagmit raksasa yang masih alami. Gua sepanjang 100 meter ini memiliki beberapa luas ruangan yang mirip dengan kamar tidur. Wisatawan bisa berselfie ria di ruangan gua sambil menimati stalaktit dan stalagmitnya.
Konon katanya, di Gua Kaca pernah ada batu yang begitu bening seperti kaca namun batu tersebut telah rusak oleh para penambang, yang tersisa sekarang ini hanya berupa batu - batu kristal saja. Oleh karena itu gua ini dinamakan gua kaca.
Setelah dibuat takjub dengan keindahan Gua Kaca, sekitar 50 meter terdapat Gua Surupan. Wisatawan akan diajak berpetualang menjelajahi Gua Surupan yang memiliki panjang sekitar 1500 m. Di dalam gua tersebut terdapat aliran sungai Cipicung dikarenakan medan yang cukup sulit maka, tidak semua pengunjung dapat memasuki gua tersebut, hanya di khususkan untuk orang dewasa saja.Di Gua Surupan, wisatawan akan di ajak membelah perut bumi dengan menyusuri aliran sungai Cipicung. Saat memasuki Gua Surupan, wisatawan akan diajak berbasah- basahan, sambil merasakan sensasi memanjat tebing dan merayap di dinding gua.Ada tiga spot yang bisa di jadikan tempat berfoto ria diantaranya batu kristal besar dengan air yang mengalir dari atas batu, spot kedua adalah ruang besar di tengah gua dan spot ketiga adanya lubang, sehingga matahari bisa masuk secara langsung ke dalam gua.Di sini wisatawan juga akan menemukan kelelawar kecil yang merupakan penghuni Gua Surupan. Tak heran begitu kita memasuki gua tersebut, kita akan merasakan aroma amoniak dari dalam.Setelah keluar dari gua tersebut wisatawan akan melewati bukit dengan kemiringan 45 derajat, para pemandu lokal menyebutnya Bukit Galau. Karena ketika berada di tengah perjalanan, wisatawan akan merasa galau dan dilema antara ingin kembali atau melanjutkan perjalanan bukit.Jika wisatawan melanjutkan perjalanan sampai ke puncak bukit akan di suguhkan dengan pemandangan hamparan pepohonan dan persawahan yang hijau, dari sana juga wisatawan dapat melihat wilayah Pangandaran secara keseluruhan dari ketinggianBagi wisatawan yang akan mengunjungi Gua Kaca dan Gua Surupan, disarankan tidak pada musim hujan. Selain jalannya yang licin, Gua Surupan akan ditutup untuk kegiatan berwisata karena dikhawatirkan terjadi luapan sungai.Pengelola setempat menetapkan tiket masuk ke kawasan wisata sebesar Rp 10.000. Dengan harga yang sangat terjangkau wisatawan sudah bisa menikmati sensasi petualangan dan indahnya stalaktit dan stalagmit raksasa di dalam gua. Bilamana ingin mencicipi kuliner khas Desa Sidomulyo, wisatawan dapat memesan nasi liwet khas Bukit Galau dengan harga terjangkau ditempat makan terdapat disekitar lokasi. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: tourism.pangandarankab.go.id
[caption id="attachment_302961" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Destinasi wisata berupa gua alam di Kabupaten Pangandaan, Jawa Barat (tourism.pangandarankab.go.id)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pangandaran merupakan salah satu kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat. Selama ini, Kabupaten Pangandaran dikenal dengan wisata baharinya yang menawan.
Namun, siapa kira,
Kabupaten Pangandaran juga memiliki banyak potensi gua alam yang cocok untuk liburan akhir pekan. Lokasi yang bisa dikunjungi adalah gua kaca dan gua surupan.
Dilansir dari laman resmi Pemkab Pangandaran, Kamis (19/7/2022), destinasi wisata Gua Kaca berada di Dusun Pasir Kored, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran yang berjarak 9 km dari Bundaran Marlin ke arah barat.
Baca juga: Green Canyon Pangandaran, Pesona Menakjubkan di Aliran Sungai Cijulang
Waktu tempuh yang diperlukan untuk mengunjungi daya tarik wisata ini sekitar 20 menit melalui Jl. Sukamelang dan berada di titik koordinat 7°37'51.3"S 108°37'40.3"E.
Daya tarik wisata gua ini memiliki keunikan tersendiri. Dimana dalam satu kawasan terdapat delapan gua. Yaitu Gua Walet, Gua Surupan, Gua Lanang, Gua Junti, Gua Pereng, Gua Wadong, Gua Kaca, Gua Cirangkis dan Gua Landak.
Dari kedelapan Gua tersebut baru Gua Kaca dan Gua Surupan yang bisa dikunjungi wisatawan. Sementara yang lainnya, masih belum dibuka untuk tempat wisata.
Gua Kaca pertama kali di temukan pada tahun 1990 oleh para penambang batu phospat. Tidak heran ketika masuk ke dalam gua, wisatawan akan mendapati banyak bekas galian penambangan batu phospat.
Karena keindahan dan potensi wisata yang dimiliki Gua Kaca, warga sekitar mulai berani memasuki gua tersebut dan mulai dikembangkan. Pada tahun 2015 sampai 2016, karang taruna di Dusun Pasir Kored mencoba kembali mengembangkan wisata gua tersebut menjadi destinasi wisata
Gua Kaca memilki keindahan yang luar biasa, bagian langit gua dan dasar gua dipenuhi banyak stalaktit dan stalagmit raksasa yang masih alami. Gua sepanjang 100 meter ini memiliki beberapa luas ruangan yang mirip dengan kamar tidur. Wisatawan bisa berselfie ria di ruangan gua sambil menimati stalaktit dan stalagmitnya.
Konon katanya, di Gua Kaca pernah ada batu yang begitu bening seperti kaca namun batu tersebut telah rusak oleh para penambang, yang tersisa sekarang ini hanya berupa batu - batu kristal saja. Oleh karena itu gua ini dinamakan gua kaca.
Setelah dibuat takjub dengan keindahan Gua Kaca, sekitar 50 meter terdapat Gua Surupan. Wisatawan akan diajak berpetualang menjelajahi Gua Surupan yang memiliki panjang sekitar 1500 m. Di dalam gua tersebut terdapat aliran sungai Cipicung dikarenakan medan yang cukup sulit maka, tidak semua pengunjung dapat memasuki gua tersebut, hanya di khususkan untuk orang dewasa saja.
Di Gua Surupan, wisatawan akan di ajak membelah perut bumi dengan menyusuri aliran sungai Cipicung. Saat memasuki Gua Surupan, wisatawan akan diajak berbasah- basahan, sambil merasakan sensasi memanjat tebing dan merayap di dinding gua.
Ada tiga spot yang bisa di jadikan tempat berfoto ria diantaranya batu kristal besar dengan air yang mengalir dari atas batu, spot kedua adalah ruang besar di tengah gua dan spot ketiga adanya lubang, sehingga matahari bisa masuk secara langsung ke dalam gua.
Di sini wisatawan juga akan menemukan kelelawar kecil yang merupakan penghuni Gua Surupan. Tak heran begitu kita memasuki gua tersebut, kita akan merasakan aroma amoniak dari dalam.
Setelah keluar dari gua tersebut wisatawan akan melewati bukit dengan kemiringan 45 derajat, para pemandu lokal menyebutnya Bukit Galau. Karena ketika berada di tengah perjalanan, wisatawan akan merasa galau dan dilema antara ingin kembali atau melanjutkan perjalanan bukit.
Jika wisatawan melanjutkan perjalanan sampai ke puncak bukit akan di suguhkan dengan pemandangan hamparan pepohonan dan persawahan yang hijau, dari sana juga wisatawan dapat melihat wilayah Pangandaran secara keseluruhan dari ketinggian
Bagi wisatawan yang akan mengunjungi Gua Kaca dan Gua Surupan, disarankan tidak pada musim hujan. Selain jalannya yang licin, Gua Surupan akan ditutup untuk kegiatan berwisata karena dikhawatirkan terjadi luapan sungai.
Pengelola setempat menetapkan tiket masuk ke kawasan wisata sebesar Rp 10.000. Dengan harga yang sangat terjangkau wisatawan sudah bisa menikmati sensasi petualangan dan indahnya stalaktit dan stalagmit raksasa di dalam gua. Bilamana ingin mencicipi kuliner khas Desa Sidomulyo, wisatawan dapat memesan nasi liwet khas Bukit Galau dengan harga terjangkau ditempat makan terdapat disekitar lokasi.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: tourism.pangandarankab.go.id