Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

MURIANEWS, Kudus – Banyak orang memiliki bulu lebat di sejumlah bagian tubuhnya. Seperti pada alis mata, tangan dan kaki.


Kondisi ini tidak hanya terdapat pada kaum pria saja. Banyak wanita yang juga memiliki bulu lebat ini.


Pada wanita yang punya bulu lebat ini sering muncul mitos. Di mana, mereka ini dianggap memiliki gairah seks yang tinggi.


Baca juga: Ini Cara Keramas yang Benar supaya Rambut Tampak Berkilau dan Terasa Lembut

Benarkah mitos atau anggapan ini? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Hello Sehat, Rabu (20/7/2022).


Wanita yang punya banyak bulu bisa menandakan suatu kondisi medis yang disebut hirsutisme. Hirsutisme sendiri merupakan salah satu gejala PCOS atau sindrom ovarium polikistik, yaitu suatu gangguan keseimbangan hormon wanita.


Melansir situs Reproductive Facts, PCOS membuat ovarium memproduksi androgen dalam jumlah berlebih dan menjadi penyebab paling umum wanita berbulu lebat hingga 10 persen.


Kendati begitu, ada beberapa kondisi lain yang menyebabkan wanita berbulu lebat, di antaranya sebagai berikut.


1. Sindrom cushing


Sindrom cushing terjadi ketika tubuh Anda terpapar hormon kortisol tingkat tinggi.


Paparan itu dapat berkembang dari kelenjar adrenal yang membuat terlalu banyak kortisol atau akibat minum obat, seperti prednison, dalam waktu lama.


2. Peningkatan hormon testosteron atau androgen


Kondisi bawaan ini ditandai dengan produksi hormon steroid yang tidak normal, termasuk kortisol dan androgen, oleh kelenjar adrenal.


3. Pengaruh obat-obatan


Beberapa obat dapat menyebabkan peningkatan pertumbuhan rambut, termasuk obat yang mengandung kortisol dan sejumlah alat kontrasepsi.


4. Adanya tumor


Meski jarang terjadi, tumor yang mensekresi androgen di ovarium atau kelenjar adrenal juga dapat menyebabkan hirsutisme.


5. Menopause


Selama fase menopause, ovarium berhenti memproduksi hormon estrogen, tapi terus memproduksi androgen. Penurunan kadar estrogen akan membuat hormon androgen memiliki dampak yang lebih besar. Hal itu menyebabkan peningkatan jumlah rambut, terutama di wajah.


Pada beberapa kasus, wanita yang punya banyak bulu tidak diketahui penyebabnya. Sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter jika Anda mengalami hal ini. Pasalnya, menunda pengobatan bisa berisiko menyebabkan masalah kesehatan wanita jangka panjang.


Apakah wanita berbulu lebat punya libido tinggi?


Hormon androgen pada wanita, seperti hormon testosteron, diproduksi secara alami di kelenjar adrenal. Selain fungsi libido (gairah seksual) dan agresivitas, testosteron juga mempengaruhi pertumbuhan rambut halus di kelamin, perkembangan otot, endapan lemak di sekitar pinggang, dan fungsi otak.

Dalam penelitian terbaru diketahui bahwa testosteron pada pria sama sekali tidak berhubungan dengan libido atau gairah seks, bahkan pada yang sehat sekali pun. Sementara itu, wanita sehat dengan testosteron tinggi akan memiliki minat yang lebih besar untuk masturbasi dibandingkan ketika berhubungan seks dengan pasangannya.

Ini artinya, wanita yang berbulu lebat akibat tingginya kadar testosteron mungkin saja memiliki gairah seksual yang lebih tinggi. Apalagi, studi dalam jurnal Archives of Sexual Behavior juga menemukan fakta bahwa memberikan hormon testosteron tambahan pada wanita terkadang akan meningkatkan nafsu atau libidonya untuk sementara.

Akan tetapi, bila terlalu sering memberikan hormon tambahan, hal ini malah akan membuat wanita tersebut kehilangan gairah seksualnya. Meski demikian, studi-studi unik tentang hal ini tidak lantas bisa dijadikan landasan sains yang saklek.

Ini berarti tidak semua wanita dengan banyak bulu sudah pasti akan memiliki nafsu seks yang tinggi. Terlebih, kebanyakan studi tentang hasrat dan hormon seksual menggunakan subjek binatang.

Studi-studi tersebut pun fokus pada orang-orang yang memiliki testosteron rendah atau tinggi secara abnormal dan sengaja datang ke rumah sakit untuk diobati.

Lalu, apa yang memengaruhi gairah seksual wanita?

Sementara itu, Sari van Anders, ahli perilaku neuroendokrinologi dari University of Michigan, menyatakan bahwa hasrat untuk melakukan seks dan masturbasi adalah dua hal yang berbeda.

Hasrat atau gairah seksual bisa muncul karena berbagai faktor sebagai berikut.

         Adanya fantasi, dorongan, dan perilaku seksual yang berulang dan intens.

         Merasa terdorong untuk melakukan perilaku seksual tertentu.

         Tidak berhasil mencoba mengurangi atau mengendalikan fantasi, dorongan, atau perilaku seksual.

         Menggunakan perilaku seksual kompulsif sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan, atau stres.

         Terlibat dalam perilaku seksual yang memiliki konsekuensi serius, seperti potensi untuk mendapatkan atau memberi orang lain infeksi menular seksual, kehilangan hubungan penting, masalah di tempat kerja, ketegangan keuangan, atau masalah hukum.

         Mengalami kesulitan membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dan stabil.

Selain itu, semakin sering Anda melakukan hubungan seks, semakin kuat hasrat seksual Anda. Jika Anda tidak melakukannya, hasrat Anda untuk melakukan seks justru akan turun dan akan merasa kurang bergairah.

 

 

Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler