Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus - Merawat motor merupakan keharusan bagi pemilik kendaraan. Tak jarang orang memilih merawat atau menyervis motornya sendiri di rumah alih-alih membawanya ke bengkel.

Bagi pemilik motor matik harus mempunyai kunci treker saa akan menyervis CVT sendiri. Saat menyervis sendiri, treker digunakan membuka mur yang mengikat kipas pulley serta mangkuk kampas ganda di CVT.

Treker sendiri berfungsi menahan kipas CVT atau mangkuk kampas ganda. Hal ini agar kipas CVT tidak ikut terputar saat mur dikencangkan atau dikendurkan.

Baca juga: Catat! Transmisi CVT Mobil Jebol Bisa Disebabkan Kebiasaan Sepele lho

"Banyak pemilik motor matik membongkar area CVT-nya sendiri di rumah. Masalahnya mereka tidak punya treker untuk membantu membuka komponen CVT itu,” ucap Aldi Rosiadi dari bengkel AR Speed di Sawangan, Depok, Jawa Barat seperti dikutip dari Gridoto.

Biasanya jika pemilik motor tidak mempunyai treker akan menggunakan baut panjang untuk menahan pulley saat baut pengikat kipas pulley depan akan dilepas. Caranya dengan meletakkan baut panjang diantara celah di rumah roller dan diposisikan untuk menahan pulley depan di crankcase CVT agar tidak berputar.
Jika tidak hati-hati, cara itu justru dapat merusak atau pecahnya rumah roller atau pulley depan yang menjadi tumpuan. Pulley depan yang pecah harus diganti baru karena tidak dapat lagi digunakan.Selain berisiko membuat pulley depan pecah, cara ini dapat membuat mur jadi mudah lepas saat motor digunakan. Hal ini terjadi karena mur tidak dikencangkan dengan sempurna akibat tidak adanya penahan pulley yang kuat saat proses mengencangkan mur.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: gridoto.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler