Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Setiap mobil sudah dilengkapi petunjuk spesifikasi bahan bakar yang diperbolehkan.  Penggunaan bahan bakar solar yang tidak sesuai justru akan menimbulkan bahaya untuk kendaraan.

Meski demikian, masih banyak pemilik mobil yang kurang memperhatikan hal ini. Seperti menggunakan solar bersubsidi yang tidak sesuai dengan spesifikasi bahan bakar kendaraan.

Sampai saat ini solar subsidi dengan angka cetane 48 masih sering salah sasaran dengan sering dikonsumsi mobil mewah bermesin diesel. Dilihat dari spek bahan bakar, solar subsidi punya angka cetane lebih rendah dari solar non-subsidi seperti Pertamina Dex (53) atau Dexlite (51).

Baca juga: Motor Sering Gonta-ganti Jenis Bahan Bakar, Ini Dampaknya

Dampak yang ditimbulkan adalah kandungan sulfur yang cukup tinggi dari solar subsidi berpotensi mengendap. Jika sudah mengendap dapat berakibat mampetnya injektor dan jalur solar.

”Ibaratnya kalau di manusia, kayak darah kotor, lama-lama bisa mati karena komplikasi ke organ lain,” terang Davin Elika dari Elika Automotive Performance, Sunter, Jakarta Utara seperti dikutip dari Gridoto.

Selain itu filter solar harus sering dibersihkan jika mesin sering diisi solar subsidi karena endapan kerak berlebih. Selanjutnya Davin mengingatkan mesin diesel berkompresi tinggi seperti milik Mercedes-Benz, dengan angka 17:1 atau 18:1, tidak disarankan menggunakan solar subsidi.
Mesin 2GD-FTV milik Toyota Innova Reborn dan Toyota Fortuner VNT juga punya angka kompresi 15.6:1, sehingga butuh bahan bakar solar dengan cetane tinggi.”Kalau diisi cetane rendah, pembakarannya tidak sempurna dan lama-lama bisa menimbulkan kerusakan pada mesin,” ingatnya.Salah satu kerusakan yang diakibatkan dari solar tidak sesuai spesifikasi adalah penurunan kompresi dan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: gridoto.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler