Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Rafting atau arung jeram menyusuri sungai Elo menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Saat rafting, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam di sepanjang aliran sungai Elo. Namun, wisatawan akan merasakan uji andrenalin yang tidak bakal terlupakan.

Lokasi rafting terbaik di Kabupaten Magelang berada di Kecamatan Mungkid. Ada tiga sungai yang ada di sini, yakni sungai Progo Atas, Progo Bawah dan Elo.

Baca juga: Mengujungi Desa Wisata Kelas Dunia di Lereng Gunung Sumbing Magelang yang Dijuluki Nepal van Java

Ketiga sungai itu memiliki tingkat kesulitan dan karakteristik berbeda. Dari ketiga sungai itu, paling familiar bagi wisatawan adalah sungai Elo yang berada di Desa Pare Blondo, Mungkid, Magelang.

Melansir dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id, bagi wisatawan yang belum pernah melakukan arung jeram atau rafting, sungai Elo bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, tingkat kesulitan dan bahayanya rendah bagi mereka yang tidak bisa berenang dan anak-anak. Semua bisa berarung jeram di Sungai Elo. Namun catatan pentingnya, untuk anak-anak harus didampingi orang dewasa.

Panjang sungai Elo sekitar 12 kilometer. Wisatawan bisa menikmati keseruan aktivitas susur sungai bersama keluarga dengan waktu tempuh 2,5 jam hingga 3 jam, tergantung debit sungai saat itu.

Selama pengarungan, wisatawan bisa merasakan keseruan menyusuri sungai dengan arus yang cukup deras serta melewati rintangan dengan deburan ombak dari jeram. Wisatawan juga bisa merasakan sensasi perahu yang terjebak di antara rintangan berupa batu. Yang lebih seru lagi, bisa merasakan bagaimana sensasi terjebur ke sungai karena perahu yang dinaiki terbalik.

Mau yang lebih seru? Wisatawan diperbolehkan meloncat dari perahu dan berenang langsung saat melewati bagian arus sungai yang landai. Namun ingat, harus setelah mendapat izin dari pihak operator yang menemani.

Bonus lain saat mengikuti kegiatan rafting di sungai Elo adalah wisatawan bisa menikmati kelapa muda dan snack tradisional di tengah pengarungan. Wisatawan dapat beristirahat sejenak sembari menikmati suasana pemandangan alam di rest area berupa gubuk. Bisa juga duduk santai menikmati suasana sungai di bebatuan yang ada di pinggiran sungai.

Setelah puas beristirahat, wisatawan dapat kembali melanjutkan pengarungan hingga ke titik finis yang sudah ditentukan. Biasanya titik finis berada di bawah sebuah jembatan besar.

Tak perlu khawatir, selama pengarungan di sungai Elo, wisatawan akan dipandu oleh sopir perahu alias skeeper yang andal. Dia jugalah yang akan menjadi guide selama masa pengarungan.Wisatawan juga dibekali alat dan perlengkapan arung jeram yang lengkap dan aman. Misalnya pelampung, helm, dan dayung. Sementara skeeper juga akan membawa peralatan rescue atau penyelamatan.Meski demikian, wisatawan juga perlu mempersiapkan diri. Misalnya dengan memakai pakaian yang nyaman. Termasuk tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan. Jangan lupa memakai alas kaki, seperti sandal outdoor.Tarif rafting di sungai Elo biasanya akan disesuaikan dengan paket trip yang disediakan, yaitu mulai Rp 650 ribu per perahu. Tarif ini sudah termasuk peralatan untuk arung jeram, konsumsi berupa makan besar, snack, dan kelapa muda, retribusi, serta asuransi. Untuk satu perahu bisa diisi hingga enam orang.Banyak operator yang menyediakan jasa untuk rafting di sungai Elo. Satu di antaranya Mendut Rafting. Lokasi basecamp Mendut Rafting berada tak jauh dari Candi Mendut. Sehingga wisatawan bisa menginap di basecamp pada malam harinya jika ingin melakukan pengarungan pada esok harinya.Sebelum melakukan rafting pada pagi hari, wisatawan bisa berjalan-jalan di sekitar Candi Mendut. Menikmati udara segar serta suasana perkampungan yang ramah sekaligus mencari sarapan bisa menjadi alternatif kegiatan.Sekadar saran, waktu terbaik untuk melakukan rafting di Sungai Elo adalah pada pagi hari. Apalagi jika debit airnya cukup tinggi, wisatawan akan merasakan keseruan saat memecah ombak yang besar.   Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: visitjawatengah.jatengprov.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler