Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Muharam adalah bulan pertama dalam kalender hijriah atau awal tahun. Muharam termasuk bulan yang dimuliakan Allah SWT.

Saking mulianya, ia dijuluki dengan syahrullah (bulan Allah). Muharam dikatakan mulia karena di dalamnya terdapat amalan sunah yang sangat dianjurkan untuk melakukannya.

Ada banyak keutamaan yang terdapat di bulan Muharam. Melansir dari laman NU Online, Senin (1/8/2022), Pengasuh Pesantren Bumi Damai Al-Mubibbin Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur KH M Djamaluddin Ahmad menjelaskan sepuluh fadilah atau keutamaan bulan Muharram.

Baca juga: Ini Sejarah Muharam Dijadikan Bulan Pertama dalam Kalender Hijriah

Fadilah tersebut ia sarikaan dari Kitab Nazaatul Majalis Wa Muntakhobun Mawaidz karya Syekh Abdurahman Al-Sofuri. Dan Kitab Al-Nawadzir karya Syekh Sihabuddin bin Salamah Al-Qolyubi.

Menurut Kiai Jamal di dalam dua kitab ini diijelaskan banyak hal tentang fadilah bulan muharam, khususnya tanggal 10 Muharram atau 10 Sura setiap tahunnya.   ”Pada hari tasu'a yaitu hari ke-9 dan hari Assyuro tanggal 10 bulan Muharram disunahkan untuk berpuasa yang disebut puasa Tasu'a dan puasa Assyura,” katanya di Pesantren Al-Muhibbin.

Ia menjelaskan, tanggal 10 Muharram juga disebut hari Assyura karena diambil dari kata Al-Asyir, yang berarti ke-10. Di dalam kitab Nazatul Majalis wa Muntakhabun Mawaidz juz 1 halaman 174 dijelaskan bahwa pada tanggal 10 Muharram Allah memuliakan 10 Nabinya.

”Pertama yaitu Istofa Adama, yang berarti Allah memilih Nabi Adam. Nabi Adam memiliki salah yang karena salahnya itu, Adam diturunkan ke bumi. Istrinya Hawa diturunkan di Jeddah, sedangkan Nabi Adam di Srilangka. Atas kesalahan itu, Nabi Adam bertaubat dan diterima taubatnya oleh Allah pada 10 Muharram,” jelasnya.

Kejadian kedua yaitu Allah mengangkat Nabi Idris ke langit pada pada tanggal 10 Muharram. Selanjutnya peristiwa berlabuhnya perahu Nabi Nuh yang mendarat di atas gunung Judd. Di mana air pada saat itu menggenangi bumi selama 150 hari. Air turun dari langit berwarna kuning, dan keluar dari bumi berwarna merah. Pada peristiwa ini juga Kakbah roboh.

”Keempat, Allah mengangkat Nabi Ibrahim sebagai khalilullah atau kekasih Allah pada tanggal 10 Muharram. Dan kelima Allah mengampuni Nabi Daud pada tanggal 10 Muharram,” beber alumni Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum ini.

Baca juga: Ini Panduan Puasa di Bulan Muharam: Tata Cara, Hukum, dan Keutamaaannya
Kiai Jamal menambahkan, pada 10 Muharram Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman. Di mana pada saat itu, Nabi Sulaiman pernah kehilangan kerajaannya.   Singkatnya, Nabi Sulaiman memerangi raja kafir dan anak perempuan dari raja kafir itu di nikahi. Karena istrinya selalu rindu kepada ayahnya, istrinya memohon kepada Nabi Sulaiman untuk dibuatkan patung yang menyerupai ayahnya.Lambat waktu ternyata istri Nabi Sulaiman ini, menyembah patung ayahnya di luar pengetahuan Nabi Sulaiman. Karena menyembah patung itu, istrinya kemudian diikuti oleh setan. Suatu ketika pada saat Nabi Sulaiman wudlu, Nabi Sulaiman memiliki cincin sakti yang tidak boleh dibawa ke kamar mandi, sehingga dititipkan kepada istrinya.”Ternyata itu bukan istrinya melainkan setan yang menyamar sebagai istri Nabi Sulaiman. Oleh karena jimat Nabi Sulaiman adalah cincin, maka hilang sebagian kekuatannya,” ceritanya.Peristiwa ketujuh yang terjadi pada 10 Muharam adalah Allah memberi kesembuhan kepada Nabi Ayub. Nabi Yunus selama 40 hari berada di perut ikan, kemudian keluar juga pada 10 Muharram.Berkumpulnya Yusuf dan Yakub, yaitu bertemunya Nabi Yusuf dan Ya'qub setelah berpisah 40 tahun juga pada sepuluh Muharram.   Peristiwa yang terjadi pada para nabi di tanggal 10 Muharram yang terakhir adalah lahirnya Nabi Isa serta naiknya ia ke langit.”Itulah 10 Nabi yang dimuliakan oleh Allah. Oleh karena itu tanggal 10 Muharram disebut 'Yaumul Assyura'. Banyak sekali fadilah dari 10 Muharram termasuk sedekah kepada 10 anak yatim. Orang dulu apabila mau sedekah tidak menunggu kaya, terkadang pada 10 Muharram,” pungkasnya.   Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler