Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Mobil dengan mesin turbo kini menjadi pilihan banyak orang. Salah satu alasannya, konsumsi bahan BBM mobil mesin turbo dinilai lebih irit.

Iritnya pemakaian BBM pada mobil sangat dirasakan sekarang ini. Hal ini menyusul adanya kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.

Lantas apa yang menyebabkan mobil mesin turbo bisa lebih hemat BBM? Melansir dari Gridoto.com, mobil dengan mesin turbo dinilai punya konsumsi BBM lebih irit karena mesin turbo mengandalkan penempatan kompresi dari induksi udara tambahan di ruang bakar.

Baca juga: Catat, Mobil Boros BBM Ternyata Bisa Disebabkan Hal Sepele lho

”Dalam proses pembakaran mesin turbo, penyempurnaan pembakaran dicapai dengan mengingkatkan kepadatan (density) udara," kata Son Ashari, Service Manager bengkel resmi Astrido Toyota Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Saat mesin bekerja, turbo akan spooling untuk menyedot paksa udara masuk ke ruang bakar. Pada itu ruang bakar mendapat induksi udara tambahan yang dapat meningkatkan densitynya.

Kepadatan udara yang lebih besar, dengan campuran bahan bakar yang sedikit sudah bisa menghasilkan ledakan. Son melanjutkan, konstruksi mesin yang kompak, volume pengabutan yang kecil akan menghasilkan energi pembakaran tetap besar meski bahan bakar yang masuk sedikit.Ini terjadi karena bantuan kepadatan udara yang dimasukkan lebih tinggi. Pada sisi lain, ruang bakar cenderung lean, otomatis mesin cenderung lebih panas.”Serta kepadatan udara yang lebih tinggi tentunya dibutuhkan bahan bakar nilai oktan lebih tinggi karena kekuatan kompresinya yang besar,” pungkasnya.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: gridoto.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler