Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Mengonsumsi daging pada dasarnya sangat dianjurkan karena ada manfaatnya bagi kesehatan. Meski demikian, tingkat konsumsi daging ini ada batasannya.

Jika makan daging terlalu banyak maka justru bisa berdampak pada kesehatan. Terlebih pada beberapa orang yang sudah dianjurkan untuk membatasi konsumsi daging.

Untuk menghindari dampak yang bisa muncul, beberapa orang biasanya mengonsumsi minuman makanan lain sebagai penetral lemak yang tinggi setelah makan daging.

Baca juga: Alami Kaki Nyeri Akibat Kelamaan Pakai High Heels? Coba Atasi dengan Cara Ini

Melansir dari Hello Sehat, Jumat (5/8/2022), konsumsi daging berlebih dapat meningkatkan risiko obesitas, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, dan hipertensi. Risiko kesehatan ini berasal dari kalori, lemak trans, dan lemak jenuh yang tinggi pada daging.

Oleh karena itu, Anda bisa mengonsumsi makanan penetral setelah makan daging atau makanan berlemak. Berikut ini beberapa makanan dan minuman untuk menetralkan daging sapi, kambing, dan sebagainya.

Minum air hangat

Air hangat dapat menjadi minuman setelah makan daging. Minum air hangat setelah mengonsumsi makanan berminyak membantu menenangkan dan mengaktifkan sistem pencernaan Anda.

Air bertindak sebagai pembawa gizi dan zat sisa tubuh. Minum air panas membantu memecah zat gizi menjadi bentuk yang dapat dicerna.

Jika Anda tidak minum cukup air, usus kecil akan menyerap air dari makanan untuk pencernaan, menyebabkan dehidrasi dan sembelit.

Minuman detoks

Minuman detoks membantu membuang racun yang menumpuk di sistem Anda setelah mengonsumsi makanan berminyak. Sebuah studi dalam Journal of human nutrition and dietetics (2015) menyebutkan minuman detoks seperti jus lemon berpotensi melepaskan racun dan membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi lain menunjukkan bahwa minum jus lemon atau mengikuti diet detoks lemon dapat mengurangi lemak tubuh.

Prebiotik

Asupan prebiotik secara teratur berpotensi membantu menyeimbangkan kesehatan pencernaan. Selain itu, prebiotik meningkatkan bakteri usus yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.
Fungsi lain dari prebiotik adalah untuk melancarkan pencernaan Anda setelah mengonsumsi daging. Anda dapat mengonsumsi secangkir yoghurt sebagai minuman setelah makan daging. Sumber prebiotik lainnya adalah tempe, oncom, atau tauco.Buah-buahanMengonsumsi buah membantu menyediakan cukup vitamin, mineral, dan serat bagi tubuh sehingga pencernaan lebih lancar. Makan daging berlemak yang tanpa makanan berserat lainnya berpotensi menyebabkan sembelit.Anda dapat makan semangkuk sedang (125 gr) salad buah segar untuk memenuhi asupan gizi seimbang harian Anda. Selain itu, buah dapat memasok kebutuhan cairan yang dibutuhkan sistem pencernaan untuk mencegah sembelit.SayuranKandungan serat dalam sayur dapat membantu mengikat lemak dari daging dan membantu mengurangi penyerapan lemak jenuh. Oleh karena itu, sayuran dapat menjadi makanan penawar setelah makan daging.Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kemenkes RI menyarankan Anda untuk mengonsumsi setidaknya 250 gr sayuran setiap hari. Agar lebih mudah mengonsumsinya, Anda dapat membagi jumlah konsumsi sayuran ke dalam tiga kali waktu makan, seperti saat sarapan, makan siang, dan makan malam.Panduan sehat makan dagingSebenarnya boleh saja Anda mengonsumsi daging dalam makanan sehari-hari. Namun, Anda perlu ingat batasan jumlah konsumsi daging yang tepat.World Cancer Research Fund International menyarankan konsumsi daging merah matang dibatasi tidak lebih dari 350 – 500 gram. Artinya, konsumsi daging matang hanya dibatasi sebanyak 50 – 70 gram per hari.Makanan penetral setelah makan daging yang dapat membantu sistem pencernaan mencerna makanan berlemak ini. Dengan begitu, tubuh bisa menyerap zat gizi penting yang terdapat dalam daging secara optimal.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler