Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Buang angin atau kentut adalah hal yang lumrah dilakukan semua orang. Kentut adalah proses pelepasan gas dari sistem pencernaan yang terbentuk sebagai hasil dari pencernaan makanan atau akibat udara yang tertelan.

Buang angin yang teratur bisa menandakan kalau saluran pencernaan dalam kondisi sehat. Namun, banyak orang justru sering menahan kentut.

Hal ini biasanya dilakukan ketika mereka sedang berada di tempat umum, keramaian, atau rapat di kantor. Mereka ini kebanyakan merasa malu kalau harus kentut dalam situasi begini dan lebih memilih menahannya.

Baca juga: Ini Makanan yang Perlu Dihindari saat Sakit Tipes biar Cepat Pulih

Apalagi kalau nanti kentutnya mengeluarkan suara keras atau mengeluarkan bau yang tidak sedap. Maka pilihan menahan kentut dilakukan daripada mengganggu orang lain dan merusak suasana.

Namun, perlu diketahui, sering menahan kentut ternyata ada dampaknya bagi kesehatan. Melansir dari laman Halodoc, Minggu (7/8/2022), bila sering dilakukan, menahan kentut bisa memicu rasa tidak nyaman, kembung, masalah pencernaan, hingga heartburn.

Ketika tubuh memiliki kelebihan gas di dalam sistem pencernaan, hanya ada dua tempat untuk mengeluarkan gas tersebut, salah satunya adalah pantat. Proses mengeluarkan gas ini dikenal dengan istilah kentut. Sebenarnya, kentut adalah proses yang terjadi secara alami pada tubuh setiap manusia. Bahkan, kebanyakan orang kentut lima sampai 23 kali per hari.

Meski begitu, beberapa orang bisa jadi merasa malu atau tidak nyaman karena lebih sering buang angin. Mungkin karena sedang berada di tempat umum atau gas yang dikeluarkan memiliki aroma yang tidak sedap. Alhasil, orang-orang ini akan menahan kentut dan tanpa sadar hal ini bisa menjadi kebiasaan yang berdampak buruk untuk kesehatan.

Dampak Sering Menahan Kentut

Berapa lama seseorang bisa menahan kentut tidak sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi hal ini, termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi, aktivitas hormon, dan kondisi medis. Bagaimanapun juga, menahan kentut membuat gas terperangkap di usus, membuatnya terus menumpuk dan memberi tekanan pada dinding usus besar sampai kamu mendapatkan cara untuk mengeluarkannya.

Menahan kentut biasanya tidak memicu efek atau dampak kesehatan yang serius dan berbahaya. Meski begitu, melepaskan kentut lebih baik daripada terus menahannya, sebab:

1. Menimbulkan Rasa Sakit

Dampak menahan kentut yang paling sering terjadi adalah peningkatan tekanan pada usus yang bisa menjadi menyakitkan. Rasa nyerinya bisa ringan hingga terasa menusuk dan tajam.

2. Kembung

Kembung terjadi ketika gas terperangkap di dalam usus yang membuat perut menjadi buncit. Tidak hanya dapat membuat kamu tampak seperti seseorang yang kelebihan berat badan, tapi juga membuatmu merasa tidak nyaman dalam berpakaian dan menjadi tidak percaya diri.

3. Menjadi Sendawa

Terkadang, kentut seolah menghilang dengan sendirinya. Ini karena tubuh dapat menyerap kembali gas untuk sementara waktu. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Digestive Diseases and Sciences, gas tetap akan menemukan jalan keluar, jika tidak melalui perut yang terasa kembung, maka gas akan keluar melalui sendawa atau dihembuskan dalam napas.

4. Risiko DivertikulitisDampak menahan kentut yang dilakukan berulang kali dapat meningkatkan risiko divertikulitis. Ini adalah kondisi peradangan atau pembengkakan kantong yang terbentuk di sepanjang saluran pencernaan, biasanya di usus besar, yang berkembang menjadi infeksi. Hasilnya, kamu akan merasa mual, muntah, sembelit, atau nyeri perut.Tips Mencegah Kentut BerlebihanHal terbaik yang bisa dilakukan ketika kamu merasa ingin buang angin yaitu sesederhana dengan mengeluarkannya. Mungkin kentut kamu akan terdengar berisik atau bahkan berbau tak sedap, tetapi itu adalah salah satu fungsi tubuh yang harus dinormalisasi.Kamu tidak bisa menghilangkan kentut atau flatus. Namun, jika kamu ingin mengurangi jumlah kentut yang dihasilkan tubuh, kamu bisa mencoba beberapa hal berikut ini.Menghindari PemicunyaLangkah pertama untuk mengurangi gas adalah mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya. Menghindari makanan penyebab gas selama beberapa minggu mungkin bisa membantu. Kamu bisa mulai dengan menghilangkan bawang putih, apel, mangga, plum, kembang kol, dan sebagian besar produk yang mengandung gluten.Hindari Rokok dan Permen KaretKebiasaan yang mengharuskan kamu membuka mulut berulang kali, seperti mengunyah permen karet dan merokok dapat menyebabkan masuknya udara yang berujung pada peningkatan gas. Semakin banyak gas yang masuk ke tubuh, semakin sering pula kamu akan membuangnya.Makan dengan Porsi KecilMakanan besar dan berat dapat menyebabkan peningkatan jumlah gas yang dibuat pada satu waktu. Jadi, kamu bisa makan dengan porsi kecil sepanjang hari untuk mengurangi produksi gas yang dihasilkan oleh tubuh.Jalan Kaki Setelah MakanOlahraga dapat membantu mempercepat kerja pencernaan dan menjaga prosesnya tetap optimal. Berjalan-jalan setelah makan malam dapat membantu mengurangi gas dan kembung, sekaligus memberi kesempatan untuk melepaskannya secara diam-diam di luar ruangan.Itu tadi beberapa dampak menahan kentut dan bagaimana tips supaya kentut tidak menjadi suatu hal yang mengganggu. Jika kamu mengalami masalah pada tubuh akibat terlalu sering menahan kentut, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit terdekat.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.dom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler