Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Kopling slip adalah masalah yang sering dialami mobil saat dipakai berkendara. Jika tidak segera ditangani, kopling slip ini bisa mengakibatkan mobil tidak bisa jalan.
Oleh sebab itu, penting bagi pemilik mobil untuk melakukan pengecekan kondisi kendaraannya secara rutin. Hal ini bertujuan agar performa kendaraan dipastikan aman dan nyaman dipakai berkendara.
Melansir dari Auto2000, kopling slip disebabkan adanya gesekan antara flywheel dengan plat koling. Flywheel merupakan dudukan komponen kopling pada transmisi. Gesekan kedua komponen ini menyebabkan kampas kopling aus.
Baca juga: Transmisi Mobil Matik Tetap di Posisi D Atau N saat Berhenti di Jalan? Ini Jawabannya
Berikut ini adalah penyebab dan cara mengatasi kopling aus:
Kampas Kopling Aus
Umumnya kopling mobil slip terjadi karena kampas kopling yang aus. Bagian ini berfungsi untuk menyalurkan tenaga mesin ke transmisi lewat media kampas.
Kampas kopling terbuat dari asbes atau campuran resin dengan serat lainnya. Adanya gesekan saat kopling bekerja dapat menyebabkan bahan tersebut aus. Saat kampas kopling aus, tenaga yang disalurkan dari mesin ke transmisi jadi berkurang.
Jika sudah parah, tidak ada tenaga yang akan disalurkan ke transmisi dan sulit untuk memasukkan gigi. Selain itu mobil tidak bisa dijalankan meski mesin bisa dihidupkan. Umumnya hal tersebut terjadi karena masa pakai. Kampas disarankan untuk diganti jika sudah dipakai lebih dari tujuh tahun.
Pegas Kopling Lemah
Penyebab selanjutnya dikarenakan lemahnya pegas kopling. Pegas kopling berperan menekan plat penekan agar terhubung dengan flywheel. Tenaga dari mesin ke transmisi dapat tersalurkan saat kampas kopling ditekan. Jika pegas kopling lemah, tekanan pada plat tidak bisa menekan kampas.
Akibatnya kopling mobil bisa slip dan tenaga mesin tidak sepenuhnya disalurkan ke transmisi. Agar terhindar dari hal itu, pemilik disarankan untuk melakukan perawatan dan mengganti pegas kopling yang sudah lemah.
Kopling Terkena Oli
Kopling ada di antara mesin dan transmisi. Sehingga saat terjadi kebocoran oli pada area mesin, kopling besar kemungkinannya terkena oli. Terlebih oli yang mengalami kebocoran berasal dari area belakang mesin. Akibatnya kopling jadi licin dan berpotensi slip. Untuk mengatasinya, segera perbaiki kebocoran ke bengkel terdekat.
Baut Pengikat Kopling Kendur
Meski jarang terjadi, baut yang tidak terpasang secara tepat akan menyebabkan kopling jadi slip. Di samping itu, menggunakan baut resmi dengan baut biasa juga dapat menyebabkan baut pengikat kopling jadi kendur. Saat ini terjadi, pemilik mobil harus segera mengatur ulang setelan baut pengikat kopling.
Mobil Sering Membawa Beban Berat
Kopling akan lebih cepat rusak jika mobil sering digunakan membawa beban melebihi batasan berat. Ini menyebabkan kopling mobil harus bekerja ekstra untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke transmisi.
Karena alasan itu, pemilik mobil harus mematuhi peraturan agar kopling tidak bekerja ekstra setiap hari. Jika diabaikan, kampas kopling berpotensi slip dan mengakibatkan mobil benar-benar tidak bisa jalan.
Cara Mengatasi Kopling SlipPerbaikan kopling slip sebaiknya memang dilakukan oleh mekanik yang ahli. Namun, jika Anda dalam kondisi darurat seperti sedang dalam perjalanan jauh, maka Anda dapat mengatasi kopling slip dengan cara berikut ini.1. Setel Ulang Pedal KoplingPenyetelan ulang pedal kopling dapat dilakukan dengan cara mengaktifkan rem tangan terlebih dahulu, lalu nyalakan mesin mobil. Setelah itu, tekan bagian pedal kopling dan setel ulang hingga ke gigi empat. Jika sudah, lepas secara perlahan-lahan tekanan pedal gas tersebut.2. Mengatur Setelan Baut pada KoplingPemasangan baut yang longgar atau terlalu kencang dapat menyebabkan kopling mengalami slip. Anda dapat melakukan penyetelan ulang baut secara normal, yaitu tidak terlalu kencang dan tidak terlalu longgar. Untuk mengecek baut tersebut sudah terpasang normal atau belum dapat dilakukan dengan menekan pedal kopling.3. Memperhatikan Suara Mesin MobilApabila terdengar suara mesin mobil berbunyi keras saat Anda mengendarai mobil dijalan yang menanjak, dapat dipastikan mobil Anda mengalami kendala kopling slip. Untuk memastikan kendala tersebut benar-benar terjadi, Anda harus mengecek bagian pedal mobil apakah keras atau tidak ketika di tekan. Apabila keras, berarti mobil Anda memang benar mengalami kopling slip.
Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: auto2000.co.id




Foto: Ilustrasi kopling mobil (Mimzy dari Pixabay)[/caption]