Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Batuk hampir pernah dialami semua orang. Mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Ada kalanya, batuk ini hanya dialami beberapa hari saja. Namun, ada juga yang mengalami batuk dalam waktu cukup lama.

Meski sudah minum obat, namun batuk tersebut tak juga kunjung berhenti. Jika ada yang mengalami batuk berkepanjangan, terkadang sering dihubungkan dengan gejala tuberkulosis atau sering disebut TBC.

Baca juga: Ini Tips Mengobati Batuk Kering dari Bahan Alami hingga Obat Medis 

Nah, biar tidak salah, penting diketahui tentang perbedaan batuk biasa dengan batuk TBC. Melansir dari Hello Sehat, Selasa (23/8/2022), secara umum, batuk adalah refleks tubuh yang muncul saat saluran pernapasan mengalami iritasi akibat benda asing seperti debu hingga infeksi bakteri dan virus.

Hampir semua penyakit yang menyerang saluran pernapasan, termasuk tuberkulosis (TBC), dapat menyebabkan batuk terus-menerus.

Membedakan gejala batuk TBC dan batuk biasa penting agar gangguan ini cepat teratasi dan Anda terhindar dari risiko komplikasi serius.

Penyebab batuk

Perbedaan batuk TBC dan batuk biasa dapat diketahui dari penyebabnya. Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab TBC yang mudah menyebar di udara.

Bakteri ini dikeluarkan oleh pengidap TBC dalam bentuk droplet (percikan liur) saat batuk atau bersin. Nah, penularan tuberkulosis terjadi saat orang lain menghirup udara yang terkontaminasi ini.

Sementara itu, batuk biasa disebabkan oleh kondisi yang berbeda, baik yang bersifat akut (muncul tiba-tiba) ataupun kronis (berlangsung bulanan atau tahunan).

Penyebab akut bisa berupa alergi atau iritasi karena polusi dan asap rokok, sedangkan penyebab kronis dapat berbentuk asma, penyakit asam lambung (GERD), dan lain-lain.

Lama dan ciri batuk

Ciri batuk TBC dan batuk biasa juga bisa dilihat dari kapan penderita berhenti batuk. Umumnya, batuk biasa bisa sembuh sendiri atau setelah Anda minum obat pereda batuk.

Sementara itu, batuk TBC merupakan batuk yang bisa berlangsung selama dua minggu atau lebih menurut buku Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis dari Kemenkes RI.

Infeksi tuberkulosis bisa menyebabkan produksi lendir berlebih. Kondisi ini memicu batuk berdahak, dengan warna dahak hijau hingga kekuningan akibat bercampur bakteri.

Pada kondisi yang lebih parah, pengidap TBC juga bisa mengalami batuk berdahak bercampur darah akibat luka yang timbul pada bagian dalam paru-paru.

Gejala lain yang muncul

Gejala penyakit TBC tergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi. Selain batuk berdahak, TB paru juga bisa menyebabkan sesak napas dan nyeri dada.

Infeksi bakteri tuberkulosis juga bisa memicu munculnya gejala lain, seperti demam, menggigil, berkeringat di malam hari, kelemahan, penurunan berat badan, dan penurunan nafsu makan.
Batuk biasa juga bisa disertai gejala lain, tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, batuk akibat GERD bisa disertai sensasi panas pada dada (heartburn) dan sakit tenggorokan.Tahapan kemunculan batukBatuk biasa umumnya terjadi secara tiba-tiba, lalu sembuh dalam beberapa hari. Namun, batuk TBC akan terjadi secara bertahap hingga gejalanya cukup parah.Dikutip dari American Lung Association, butuh paparan yang lama hingga Anda terinfeksi TBC. Pada tahap infeksi primer, bakteri yang terhirup akan mencapai paru-paru dan mulai memperbanyak diri.Setelahnya, sistem imun akan menahan perkembangan bakteri sehingga tidak memicu infeksi. Kondisi ini tidak memicu gejala dan disebut tahap infeksi laten atau TB laten.Namun, bakteri ini bisa aktif lagi dan memicu infeksi paru-paru bila sistem imun lemah. Pada tahap infeksi aktif, pengidap TBC baru menunjukkan gejala batuk.Pengaruh terhadap bagian tubuh lainInfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis tidak hanya menyerang paru-paru, tetapi juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain. Kondisi ini disebut sebagai TB ekstra paru.Organ yang dapat terdampak infeksi tuberkulosis yakni kelenjar getah bening (limfa), selaput otak, sendi, tulang, usus, ginjal, kulit, dan bahkan alat kelamin.Gejala dari penyakit bervariasi, tergantung dari organ tubuh yang terdampak. Akan tetapi, TB ekstra paru secara umum ditandai dengan penurunan fungsi tubuh secara bertahap.Kapan harus periksa ke dokter?Batuk TBC biasanya terjadi selama dua minggu atau lebih. Gejala ini tidak akan mereda meski Anda telah minum obat pereda batuk.Selain batuk, ciri-ciri lain yang bisa terjadi yakni sesak napas, nyeri dada, demam, menggigil, berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan drastis.Dokter umumnya menyarankan Anda melakukan pemeriksaan TBC seperti tes Mantoux (tes kulit TBC) dan tes darah bila mengalami gejala-gejala tersebut.Jika hasil diagnosis menunjukkan Anda positif TBC, dokter akan mengharuskan Anda menaati aturan dan jadwal minum obat TBC selama 6–12 bulan.Anda mungkin merasa lebih baik dalam beberapa minggu. Akan tetapi, jangan berhenti minum obat agar penyakit ini bisa sembuh sepenuhnya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler