Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Engine brake merupakan teknik memperlambat laju kendaraan yang memanfaatkan putaran mesin saat transmisi diturunkan ke gigi lebih rendah. Bagi sebagian orang, istilah engine brake ini mungkin belum familiar.

Teknik ini erat hubungannya dengan mesin kendaraan. Ketika pedal gas dilepas dan transmisi pindah ke gigi lebih rendah, katup air intake akan tertutup serta ruang hampa tercipta.

Melansir dari Auto2000, hal tersebut dapat mencegah aliran udara masuk ke silinder dan terjadi penurunan energi. Saat ini terjadi maka tercipta gaya deselerasi.

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Rem Tangan Mobil Rusak dalam Kondisi Darurat

Cara pengereman mesin ini ditransfer melalui drivetrain ke roda. Dengan begitu dapat membantu memperlambat kendaraan dengan menurunkan kecepatan mesin atau RPM.

Gaya pengereman ini sebagian besar dihasilkan dari gesekan di drivetrain. Tapi sebagian besar lainnya dikarenakan dari kevakuman yang tercipta karena kekurangan udara.

Engine brake memang ditujukan untuk mengurangi kecepatan kendaraan, namun cara ini hanya digunakan pada situasi tertentu. Sebagai contoh saat berkendara di turunan panjang yang ekstrem.

Di situasi ini teknik pengereman umumnya dapat menyebabkan sistem pengereman mobil bekerja lebih keras. Jika digunakan terlalu lama, rem mobil bisa panas bahkan blong.

Pada teknik ini pengendara dapat meminimalisasi keausan dari rem mobil. Cara pengereman ini perlu upaya dari pengendara untuk menguasainya.

Walau engine brake dapat digunakan di jalan menurun, pengendara dianjurkan berlatih di jalan datar dan sepi dulu. Sebelum mengurangi kecepatan dan engine brake, pengemudi harus secara perlahan menekan pedal rem, lalu pindahkan gigi ke satu tingkat lebih rendah.

Yang artinya mengurangi laju kendaraan dengan teknik ini memang masih menggunakan pedal rem sebagai alat pengereman utama.

Engine brake dilakukan dengan cara berbeda melihat jenis transmisi setiap kendaraan. Tapi teknik ini umum dilakukan pada mobil bertransmisi manual.

Engine Brake Pada Transmisi Manual

Ikuti petunjuk di bawah ini saat melakukan engine brake pada mobil jenis transmisi manual.
1. Mulai dengan melepas kaki dari pedal gas lalu  turunkan gigi ke posisi lebih rendah.2. Selanjutnya, lepas kopling perlahan agar kendaraan melambat ke kecepatan yang tepat dan turunkan gigi satu per satu. Cara ini akan memperlambat kendaraan tanpa perlu menginjak rem.3. Kemudian, pengendara bisa menghentikan mobil menggunakan kopling dan rem untuk meminimalkan kondisi.4. Hindari menginjak gas saat melakukan engine brake karena berpotensi merusak mesin mobil.5. Situasi dan kondisi lalu lintas maupun berbagai unsur lainnya wajib menjadi perhatian pengendara saat melakukan engine brake. Jika memang tidak memungkinkan dan belum menguasai tekniknya maka sebaiknya tidak untuk melakukannya.Engine Brake Pada Transmisi OtomatisPada mobil matik memang jarang dijumpai menggunakan cara engine brake. Meski jarang, hal tersebut masih mungkin dilakukan, simak caranya di bawah ini.1. Pindahkan transmisi dari posisi “drive” atau D ke lebih rendah. Selain itu, bisa juga mengaktifkan tombol Over Drive (OD) bila ada.2. Laju mobil akan mulai melambat. Bila diperlukan, pengemudi dapat lanjut menurunkan gigi ke posisi L.3. Jika mobil kendaraan berada dipersneling rendah, maka proses ini bisa membantu menurunkan kecepatan kendaraan saat melepaskan kaki dari pedal gas. Tapi jangan pernah melakukan hal ini di saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Terlebih saat melewati turunan atau jalanan di perbukitan. Perpindahan ke gigi yang lebih rendah dapat dilakukan sebelum menuruni gunung atau bukit.  Penulis: Loeby Galih WitantraEditor: Dani AgusSumber: auto2000.co.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler