Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Peredaran obat palsu akhir-akhir ini marak terjadi. Selain obat untuk penyakit, ada juga obat untuk perawatan kecantikan palsu.

Hal ini tentunya sangat berbahaya jika sampai dikonsumsi orang. Alih-alih bisa sembuh, justru penyakitnya bisa makin parah.

Nah, guna menghindari hal ini maka sebaiknya berhati-hati ketika akan membeli obat. Pastikan mengecek keaslian obat yang akan dibeli agar tidak menyesal nantinya.

Baca juga: Alamak!! Obat Kuat dan Perangsang Palsu Buatan Warga Jepara Ini Dipasarkan Melalui Online

Lalu seperti apa ciri dari obat palsu ini? Melansir dari Hello Sehat, Kamis (29/9/2022), sebelum membahas tentang apa saja ciri-ciri obat palsu, sebaiknya Anda mengerti terlebih dahulu apa yang disebut sebagai obat palsu. Nyatanya, obat ini bisa sangat mirip dengan obat asli, tapi mempunyai kualitas yang tentu berbeda.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, obat palsu adalah obat yang dijual dengan memakai nama produk, tapi tidak mempunyai izin yang jelas. Ini bisa berlaku pada nama merek maupun produk generik, di mana identitas sumbernya disalahartikan dengan cara yang menunjukkan bahwa obat tersebut adalah produk yang disetujui secara asli.

Beberapa aspek yang dapat disebut sebagai obat palsu adalah:

  • Obat yang tidak mengandung bahan aktif

  • Obat dengan bahan aktif, tapi dalam jumlah yang rendah atau dalam jumlah yang sangat berlebihan

  • Obat dengan bahan aktif yang berbeda atau tidak semestinya

  • Obat dengan kemasan palsu


Bagaimana cara mengenali ciri obat palsu?

Secara diam-diam, ternyata banyak industri dalam skala besar dengan sengaja memproduksi obat palsu, tentu dengan tujuan untuk meraup keuntungan. Untuk memberantas hal ini, BPOM secara rutin melakukan pengawasan terhadap obat yang beredar di Indonesia.

Walaupun BPOM sudah melakukan pengawasan untuk memberantas peredaran obat abal-abal ini, tapi Anda sebagai konsumen juga harus pintar dalam mengenalinya.

Berikut ini beberapa tips untuk mengenali obat palsu:

1. Pastikan Anda membeli obat di apotek, bukan di toko obat

Obat yang dijual di apotek lebih terjamin keasliannya. Walaupun obat yang Anda beli termasuk obat-obatan ringan untuk meredakan batuk pilek atau untuk menghilangkan pusing, tapi sebaiknya Anda tetap membelinya di apotek. Jangan sembarangan dalam membeli obat-obatan.

2. Perhatikan kemasan obat

Apakah kemasan obat sudah rusak? Apakah kemasan obat masih tersegel dengan baik dan tidak ada perubahan pada kemasan produk? Anda harus jeli sebelum memutuskan untuk membeli obat tersebut.

Kadang, obat palsu dijual tanpa menggunakan kemasan dan tidak mencantumkan label. Sekecil apapun perubahan atau perbedaan pada kemasan obat, Anda harus mencurigainya. Ingat, obat palsu bisa sangat mirip dengan obat asli.

3. Periksa tanggal kedaluwarsa obat dan izin edarObat palsu biasanya mencantumkan tanggal kedaluwarsa yang dapat dibedakan dengan obat asli, misal cetakan tanggal kedaluwarsa sulit terbaca, tanggal kedaluwarsa hanya ditempel atau diganti dengan tulisan pulpen, atau bahkan tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa.Tanggal kedaluwarsa juga bisa saja dalam bentuk cap. Cap palsu ini dapat hilang tintanya dengan mudah jika diusap. Selain itu, periksa juga izin edar obat. Obat palsu biasanya juga tidak mempunyai izin edar. Bagaimanapun, obat palsu bisa mempunyai kecacatan dibandingkan dengan obat asli jika diperhatikan dengan seksama.4. Tablet mudah hancurSeperti yang dikutip dari laman health.detik.com, menurut mantan Direktur Pengawasan Distribusi Produk Terapetik dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga BPOM, Drs. Roland Hutapea, MSc., Apt., salah satu ciri obat palsu adalah tablet obat mudah dihancurkan.Biasanya para produsen obat palsu tidak mementingkan kualitas, sehingga obat dibuat sembarangan. Akibatnya, tablet obat rapuh dan mudah hancur. Kualitas obat ini di bawah standar dan kemungkinan besar palsu.Jika Anda menemukan salah satu ciri dari obat palsu tersebut, sebaiknya urungkan niat Anda untuk membelinya dan segera laporkan hal ini ke Badan POM.Saat membeli obat, sebaiknya ingat 5 hal ini:
  • Obat asli diproduksi oleh industri farmasi dengan alamat jelas
  • Mempunyai nomor izin edar
  • Mempunyai tanggal kedaluwarsa (expired date) yang jelas
  • Mempunyai nomor bets dan identitas produk lainnya
  • Diperoleh dari penjual obat resmi, seperti apotek, rumah sakit atau puskesmas, toko obat berizin untuk obat bebas atau bebas terbatas
Apa risiko mengonsumsi obat palsu?Mengonsumsi obat palsu tentu memiliki risikonya sendiri. Kualitas obat yang tidak sama dengan obat asli atau mungkin obat sudah kedaluwarsa menyebabkan orang yang mengonsumsi obat palsu tersebut mengalami kerugian.Walaupun mungkin harganya lebih murah daripada obat asli, namun obat palsu dapat berdampak negatif pada kesehatan, seperti dilansir dari BPOM, yaitu:
  • Obat palsu dapat menyebabkan gangguan pada lambung, aliran darah, hati, dan ginjal. Selain itu, obat palsu juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada obat, serta resistensi kuman.
  • Orang yang mengonsumsi obat palsu dapat membuat penyakitnya semakin parah dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler