Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Paracetamol adalah salah satu jenis obat yang cukup akrab didengar. Pasalnya, obat ini biasa diminum banyak orang ketika mengalami gangguan kesehatan ringan.

Paracetamol ini biasanya digunakan untuk menurunkan demam, meredakan gejala flu dan pilek, sakit kepala dan sakit gigi. Oleh sebab itu, banyak orang yang membawa atau menyediakan stok obat ini di rumah untuk berjaga-jaga jika mengalami saki sewaktu-waktu.

Namun perlu diketahui, sama seperti obat-obatan medis lain, paracetamol juga mungkin menimbulkan risiko efek samping tertentu. Apa saja efek samping paracetamol yang bisa muncul?

Baca juga: Ini Cara Mengenali Obat Palsu yang Penting Diketahui, Teliti sebelum Membeli!

Melansir dari Hello Sehat, Kamis (29/9/2022), bisa dikatakan bahwa paracetamol sangat jarang menimbulkan efek samping jika Anda mengonsumsinya dengan dosis yang tepat.

Namun, pada beberapa kasus, efek samping bisa saja terjadi pada orang-orang dengan masalah kesehatan tertentu atau kondisi lainnya. Untuk itu, segera beri tahu dokter jika Anda merasakan salah satu atau beberapa efek samping di bawah ini.

Efek samping ringan

Terdapat beberapa efek samping ringan yang bisa terjadi, tetapi pada dasarnya efek samping ringan ini masih bisa dikendalikan.

Berikut ini efek samping paracetamol yang tergolong ringan.

  • Demam dengan atau tanpa menggigil tiba-tiba.

  • Memar.

  • Gatal-gatal.

  • Mual.

  • Sakit perut.

  • Kehilangan nafsu makan.

  • Urine berwarna gelap.

  • Sakit perut bagian atas.

  • Penurunan jumlah urine.

  • Sakit tenggorokan.

  • Kelelahan.


Meskipun efek samping paracetamol di atas terbilang ringan, Anda tetap tidak boleh menyepelekannya. Hubungi dokter segera jika efek samping masih terasa hinggga beberapa hari ke depan, sebab ini artinya Anda memerlukan perhatian medis.

Efek samping berat

Jika efek samping paracetamol sebelumnya masih dapat Anda atasi ataupun dikendalikan, tidak dengan efek samping berat seperti berikut ini.
Anda benar-benar harus mendapatkan perhatian medis segera agar efek samping berikut tidak bertambah parah.
  • Reaksi alergi. Reaksi ini bisa menimbulkan kulit ruam atau pembengkakan. Satu dari seratus orang bisa mengalami efek samping ini.
  • Tekanan darah rendah dan detak jantung cepat. Umumnya ini terjadi pada pasien yang mendapatkan paracetamol melalui suntikan di rumah sakit.
  • Gangguan darah seperti trombositopenia (jumlah trombosit yang rendah) dan leukopenia (jumlah sel darah putih yang rendah). Efek ini termasuk jarang terjadi. Hanya satu dari 1.000 orang berisiko mengalami kondisi ini.
  • Gangguan pada hati dan ginjal. Kerusakan hati dan ginjal bisa terjadi jika Anda terlalu banyak mengonsumsi paracetamol. Ini merupakan efek samping yang paling parah.
  • Overdosis parasetamol yang ditandai dengan mual, muntah, tidak enak badan, dan sakit perut.
Sebenarnya, paracetamol aman jika digunakan sesuai petunjuk dosis. Namun, karena demam tidak turun ataupun nyeri tidak kunjung hilang, beberapa orang mungkin memutuskan untuk menggandakan dosisnya agar panas atau nyerinya hilang.Apakah setiap orang bisa mengalami efek samping ini?Setiap obat pastinya memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping paracetamol pun bisa terjadi pada siapa pun yang menggunakannya.Efek yang tidak diinginkan biasanya muncul pada orang dengan kondisi atau masalah kesehatan tertentu. Selain itu, penggunaan parasetamol bersamaan dengan obat atau makanan lain juga bisa menjadi penyebabnya.Maka dari itu, dokter biasanya tidak akan menganjurkan konsumsi parasetamol jika Anda memiliki salah satu atau beberapa dari kondisi berikut.
  • Memiliki penyakit hati atau ginjal.
  • Peminum alkohol berat.
  • Memiliki berat badan sangat rendah.
  • Memiliki alergi paracetamol.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan dengan kandungan lainnya yang mirip parasetamol.
Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui bahwa ada banyak obat dengan merek yang berbeda yang mengandung paracetamol. Oleh sebab itu, Anda harus waspada akan efek sampingnya dan jangan sampai mengonsumsinya lebih dari dosis harian yang dianjurkan.Selain itu, beri tahu dokter jika Anda memiliki salah satu atau beberapa masalah kesehatan yang bisa meningkatkan risiko efek samping paracetamol. Dokter dapat menyesuaikan atau bahkan membatasi dosis parasetamol berdasarkan kondisi dan kebutuhan Anda.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: hellosehat.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler