MURIANEWS, Kudus – Aktifitas touring naik sepeda motor saat ini sudah lazim dilakukan. Selain komunitas, touring naik sepeda motor juga sering dilakukan karyawan perusahaan, komunitas hingga warga di satu komplek perumahan.
Berbeda saat naik motor sendirian,
touring bersama rekan memang menyenangkan. Selain itu, melalui touring ini juga bisa dimanfaatkan untuk silaturahmi dan lebih mengenal dekat dengan rekan.
Nah, saat Anda mau touring, sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya dengan menyiapkan fisik dan performa kendaraan.
Baca juga: Ini Kiat Bikin Ban Motor Awet dan Tidak Cepat Botak, Gak Ribet kokSelain itu, perlu juga mengetahui standar yang harus dipenuhi ketika melakukan touring sepeda motor. Hal ini penting supaya kegiatan touring bisa lancar, aman dan tidak melanggar aturan.
Melansir dari laman Suzuki.co.id, Jumat (7/10/2022), dalam melakukan touring atau melakukan perjalanan jauh bersama para pengendara motor lain, membutuhkan Standar Operasional Prosedur (SOP) supaya perjalanan tetap aman dan lancar. Nah, kegiatan touring ini juga sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan karena sudah ada standar yang harus dipenuhi, yakni safety first trip management. Standar touring ini merupakan standar internasional karena direkomendasikan oleh MSF (Motorcycle Safety Foundation).
Salah satu standar touring yang harus diperhatikan adalah penentuan checkpoint. Ini penting untuk memastikan peserta touring selalu dalam kondisi prima dan bebas dari kelelahan.
Dalam penyelenggaraan touring sebaiknya juga menyediakan reliable supporting team, untuk menambah jaminan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta touring dalam perjalanan.
Selain reliable supporting team, sebaiknya ada juga beberapa tim pendukung di dalam rombongan touring, seperti patroli pengawalan (Patwal), tim medis, mekanik, towing car, dan lainnya.
Tim medis (dokter dan perawat), tidak hanya bertugas untuk menangani korban kecelakaan, tapi juga harus siap untuk memeriksa kondisi fisik peserta touring dan memberikan rekomendasi untuk melanjutkan touring atau tidak, jika dibutuhkan.Untuk membawa peserta touring yang motornya diangkut oleh towing car, backup car pun sebaiknya disediakan. Minimal ada masing-masing satu buah backup car, towing car, dan ambulans untuk menemani satu grup yang terdiri dari maksimal 30 peserta.Standar lain yang sebaiknya juga ditaati adalah penunjukan para anggota terpercaya untuk bertugas sebagai touring officer. Untuk menjadi officer dalam touring, sudah pasti harus andal dalam berkendara.Hal ini tidak cuma bisa didapat dari pengalaman, tapi juga dari pelatihan khusus. Seorang touring officer akan melayani peserta sesuai dengan fungsinya mulai dari Road Captain hingga pada posisi Sweeper.Itulah beberapa standar internasional untuk touring yang sebaiknya diikuti oleh seluruh komunitas motor yang ada di negara kita. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: suzuki.co.id
[caption id="attachment_318159" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Ilustrasi traveling naik motor (federaloil.co.id)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Aktifitas touring naik sepeda motor saat ini sudah lazim dilakukan. Selain komunitas, touring naik sepeda motor juga sering dilakukan karyawan perusahaan, komunitas hingga warga di satu komplek perumahan.
Berbeda saat naik motor sendirian,
touring bersama rekan memang menyenangkan. Selain itu, melalui touring ini juga bisa dimanfaatkan untuk silaturahmi dan lebih mengenal dekat dengan rekan.
Nah, saat Anda mau touring, sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya dengan menyiapkan fisik dan performa kendaraan.
Baca juga: Ini Kiat Bikin Ban Motor Awet dan Tidak Cepat Botak, Gak Ribet kok
Selain itu, perlu juga mengetahui standar yang harus dipenuhi ketika melakukan touring sepeda motor. Hal ini penting supaya kegiatan touring bisa lancar, aman dan tidak melanggar aturan.
Melansir dari laman Suzuki.co.id, Jumat (7/10/2022), dalam melakukan touring atau melakukan perjalanan jauh bersama para pengendara motor lain, membutuhkan Standar Operasional Prosedur (SOP) supaya perjalanan tetap aman dan lancar. Nah, kegiatan touring ini juga sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan karena sudah ada standar yang harus dipenuhi, yakni safety first trip management. Standar touring ini merupakan standar internasional karena direkomendasikan oleh MSF (Motorcycle Safety Foundation).
Salah satu standar touring yang harus diperhatikan adalah penentuan checkpoint. Ini penting untuk memastikan peserta touring selalu dalam kondisi prima dan bebas dari kelelahan.
Dalam penyelenggaraan touring sebaiknya juga menyediakan reliable supporting team, untuk menambah jaminan keselamatan dan kenyamanan seluruh peserta touring dalam perjalanan.
Selain reliable supporting team, sebaiknya ada juga beberapa tim pendukung di dalam rombongan touring, seperti patroli pengawalan (Patwal), tim medis, mekanik, towing car, dan lainnya.
Tim medis (dokter dan perawat), tidak hanya bertugas untuk menangani korban kecelakaan, tapi juga harus siap untuk memeriksa kondisi fisik peserta touring dan memberikan rekomendasi untuk melanjutkan touring atau tidak, jika dibutuhkan.
Untuk membawa peserta touring yang motornya diangkut oleh towing car, backup car pun sebaiknya disediakan. Minimal ada masing-masing satu buah backup car, towing car, dan ambulans untuk menemani satu grup yang terdiri dari maksimal 30 peserta.
Standar lain yang sebaiknya juga ditaati adalah penunjukan para anggota terpercaya untuk bertugas sebagai touring officer. Untuk menjadi officer dalam touring, sudah pasti harus andal dalam berkendara.
Hal ini tidak cuma bisa didapat dari pengalaman, tapi juga dari pelatihan khusus. Seorang touring officer akan melayani peserta sesuai dengan fungsinya mulai dari Road Captain hingga pada posisi Sweeper.
Itulah beberapa standar internasional untuk touring yang sebaiknya diikuti oleh seluruh komunitas motor yang ada di negara kita.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: suzuki.co.id