Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Wilayah Indonesia memasuki musim penghujan pada awal tahun ini. Pada musim seperti ini biasanya sering muncul bencana alam akibat guyuran hujan deras.

Bencana yang muncul biasanya berupa angin kencang, longsor dan banjir. Akibat bencana ini, tidak sedikit masyarakat yang menderita karena rumahnya rusak, hartanya lenyap, hingga terserang penyakit.

Selain penanganan secara profesional, sangat diperlukan juga dukungan spiritual berupa doa agar banjir tidak terjadi lagi, atau paling tidak bisa meminimalisasi dampaknya. Ini doa yang bisa dibaca saat hujan deras dan angin kencang, seperti dikutip dari laman NU Online Jatim, Selasa (11/10/2022).

Baca juga: Catatan Sejarah Tanggal 5 September: Banjir di Tiongkok Tahun 1877 Telan 900 Ribu Korban Jiwa

 اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ


Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

Artinya: ”Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang dinukil oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, (Kairo, Darud Diyan lit Turats: 1987 M/1408 H), halaman: 176.Doa ini dibaca oleh Rasulullah saat khotbah Jumat berlangsung ketika seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras yang selama sekira enam hari berlangsung membuat masyarakat kehilangan harta benda dan merusak fasilitas jalan.Bacaan berupa doa selayaknya terus dikumandangkan sebagai bukti kelemahan diri. Namun demikian, sejumlah tindakan antisipasi juga dilakukan dengan membersihkan lingkungan. Memastikan tidak ada penebangan hutan dan terus menanami kawasan dengan pohon yang diharapkan akan menyerap air dan menahan dari tanah longsor yang membahayakan. Wallahu a‘lam.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: jatim.nu.or.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler