Ini Doa yang Dibaca saat Turun Hujan agar Tidak Terjadi Bencana
Murianews
Selasa, 11 Oktober 2022 20:17:41
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kudus – Wilayah Indonesia memasuki musim penghujan pada awal tahun ini. Pada musim seperti ini biasanya sering muncul bencana alam akibat guyuran hujan deras.
Bencana yang muncul biasanya berupa angin kencang, longsor dan banjir. Akibat bencana ini, tidak sedikit masyarakat yang menderita karena rumahnya rusak, hartanya lenyap, hingga terserang penyakit.
Selain penanganan secara profesional, sangat diperlukan juga dukungan spiritual berupa doa agar banjir tidak terjadi lagi, atau paling tidak bisa meminimalisasi dampaknya. Ini doa yang bisa dibaca saat hujan deras dan angin kencang, seperti dikutip dari laman NU Online Jatim, Selasa (11/10/2022).
Baca juga: Catatan Sejarah Tanggal 5 September: Banjir di Tiongkok Tahun 1877 Telan 900 Ribu Korban Jiwa
اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.
Artinya: ”Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”




Foto: Ilustrasi cuaca hujan (Gundula Vogel dari Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Wilayah Indonesia memasuki musim penghujan pada awal tahun ini. Pada musim seperti ini biasanya sering muncul bencana alam akibat guyuran hujan deras.
Bencana yang muncul biasanya berupa angin kencang, longsor dan banjir. Akibat bencana ini, tidak sedikit masyarakat yang menderita karena rumahnya rusak, hartanya lenyap, hingga terserang penyakit.
Selain penanganan secara profesional, sangat diperlukan juga dukungan spiritual berupa