MURIANEWS, Kudus – Cedera hamstring adalah kondisi yang kerap dialami orang ketika melakukan aktifitas fisik. Salah satu yang rentan mengalami cedera hamstring ini adalah olahragawan, khususnya pemain sepak bola.
Cedera hamstring adalah kondisi yang terjadi ketika otot bagian belakang paha mengalami cedera. Saat mengalami cedera ini, kaki terasa sakit untuk digerakkan.
Sebagian orang ada yang menganggap remeh
cedera hamstring ini. Di mana, mereka tidak melakukan pengobatan dengan maksimal karena menganggap bukan sesuatu yang serius.
Baca juga: Ketahui, Ini Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Mata CederaMelansir dari Halodoc, Sabtu (22/10/2022), cedera ini biasanya terjadi karena gerakan menendang bola. Gejala awalnya ditandai dengan sakit atau nyeri yang menjalar di otot paha bagian belakang. Dampaknya, pemain jadi sulit menggerakkan salah satu kakinya.
Komplikasi akibat cedera hamstring terjadi ketika penanganan telat dilakukan. Ini membuat gejala semakin parah. Akibatnya, terjadi penyempitan otot karena kaki yang cedera jarang digunakan untuk bergerak.
Komplikasi Cedera HamstringKomplikasi terjadi akibat gejala awal dibiarkan tanpa perawatan. Kemudian, gejala naik satu tingkat yang ditandai dengan bengkak dan memar di area paha bagian belakang. Ini berdampak pada melemahnya otot yang terkena.
Gejala paling parah terjadi ketika seluruh otot yang merupakan bagian dari hamstring mengalami robekan. Keluhan yang dialami berupa bengkak, memar, nyeri saat ditekan dan kesulitan untuk berdiri atau berjalan.
Dampaknya, komplikasi berupa cedera berulang dan penyempitan otot tak bisa dihindari. Kondisi ini terjadi akibat terlalu banyak beristirahat dan jarang menggunakan kaki untuk beraktivitas.
Pengobatan yang DilakukanPengobatan bertujuan untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan pada pengidap. Adapun metode yang dilakukan, meliputi:
Perawatan secara MandiriLangkah ini dilakukan untuk mengatasi cedera ringan atau gejala awal pada pengidap. Metodenya meliputi:
1. Beristirahat
Jangan melakukan aktivitas atau mengangkat beban berat. Gunakan alat bantu seperti tongkat jika diperlukan.
2. Kompres es
Lakukan ini dalam waktu 20 menit setiap 2 hingga 3 jam sekali. Lapisi es dengan kain tipis agar tidak langsung terkena permukaan kulit.
3. Kompresi
Balut area cedera dengan perban elastis. Jangan terlalu kencang agar aliran darah tetap lancar.4. Angkat kakiAngkat kaki yang cedera ke atas tembok. Posisi ini dapat mempermudah aliran darah menuju area tersebut.
Obat-obatanObat yang direkomendasikan adalah golongan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat ini efektif meredakan rasa nyeri di area yang terkena.
FisioterapiFisioterapi adalah terapi yang dilakukan pada pengidap gangguan sistem otot dan rangka tubuh. Disarankan untuk meredakan keluhan seperti nyeri dan pembengkakan sebelum melakukannya.Melalui gerakan khusus, terapis akan melatih pengidap agar mendapatkan kembali kelenturan dan kekuatan otot hamstring. Satu kaki sesi terapi membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit.
OperasiOperasi menjadi langkah terakhir ketika beberapa cara sebelumnya tidak mampu mengatasi keluhan yang muncul. Prosedur ini dilakukan ketika otot terlepas dari tulang akibat tarikan yang hebat. Prosedur ini bisa menyambung kembali otot yang putus.Pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada tingkat keparahan gejala. Cedera parah bisa memakan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan. Sebelum terkena, adapun langkah pencegahan yang dilakukan, antara lain:1. Lakukan peregangan sebelum berolahraga.2. Lakukan pendinginan setelah berolahraga.3. Hentikan olahraga ketika mengalami nyeri.Jika mengalami keluhan seputar gejala cedera hamstring, silakan tanya dokter untuk melakukan perawatan. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com
[caption id="attachment_326925" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Ilustrasi cedera hamstring (PlaNet Fox dari Pixabay)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Cedera hamstring adalah kondisi yang kerap dialami orang ketika melakukan aktifitas fisik. Salah satu yang rentan mengalami cedera hamstring ini adalah olahragawan, khususnya pemain sepak bola.
Cedera hamstring adalah kondisi yang terjadi ketika otot bagian belakang paha mengalami cedera. Saat mengalami cedera ini, kaki terasa sakit untuk digerakkan.
Sebagian orang ada yang menganggap remeh
cedera hamstring ini. Di mana, mereka tidak melakukan pengobatan dengan maksimal karena menganggap bukan sesuatu yang serius.
Baca juga: Ketahui, Ini Kebiasaan yang Bisa Menyebabkan Mata Cedera
Melansir dari Halodoc, Sabtu (22/10/2022), cedera ini biasanya terjadi karena gerakan menendang bola. Gejala awalnya ditandai dengan sakit atau nyeri yang menjalar di otot paha bagian belakang. Dampaknya, pemain jadi sulit menggerakkan salah satu kakinya.
Komplikasi akibat cedera hamstring terjadi ketika penanganan telat dilakukan. Ini membuat gejala semakin parah. Akibatnya, terjadi penyempitan otot karena kaki yang cedera jarang digunakan untuk bergerak.
Komplikasi Cedera Hamstring
Komplikasi terjadi akibat gejala awal dibiarkan tanpa perawatan. Kemudian, gejala naik satu tingkat yang ditandai dengan bengkak dan memar di area paha bagian belakang. Ini berdampak pada melemahnya otot yang terkena.
Gejala paling parah terjadi ketika seluruh otot yang merupakan bagian dari hamstring mengalami robekan. Keluhan yang dialami berupa bengkak, memar, nyeri saat ditekan dan kesulitan untuk berdiri atau berjalan.
Dampaknya, komplikasi berupa cedera berulang dan penyempitan otot tak bisa dihindari. Kondisi ini terjadi akibat terlalu banyak beristirahat dan jarang menggunakan kaki untuk beraktivitas.
Pengobatan yang Dilakukan
Pengobatan bertujuan untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan pada pengidap. Adapun metode yang dilakukan, meliputi:
Perawatan secara Mandiri
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi cedera ringan atau gejala awal pada pengidap. Metodenya meliputi:
1. Beristirahat
Jangan melakukan aktivitas atau mengangkat beban berat. Gunakan alat bantu seperti tongkat jika diperlukan.
2. Kompres es
Lakukan ini dalam waktu 20 menit setiap 2 hingga 3 jam sekali. Lapisi es dengan kain tipis agar tidak langsung terkena permukaan kulit.
3. Kompresi
Balut area cedera dengan perban elastis. Jangan terlalu kencang agar aliran darah tetap lancar.
4. Angkat kaki
Angkat kaki yang cedera ke atas tembok. Posisi ini dapat mempermudah aliran darah menuju area tersebut.
Obat-obatan
Obat yang direkomendasikan adalah golongan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen atau naproxen. Obat ini efektif meredakan rasa nyeri di area yang terkena.
Fisioterapi
Fisioterapi adalah terapi yang dilakukan pada pengidap gangguan sistem otot dan rangka tubuh. Disarankan untuk meredakan keluhan seperti nyeri dan pembengkakan sebelum melakukannya.
Melalui gerakan khusus, terapis akan melatih pengidap agar mendapatkan kembali kelenturan dan kekuatan otot hamstring. Satu kaki sesi terapi membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit.
Operasi
Operasi menjadi langkah terakhir ketika beberapa cara sebelumnya tidak mampu mengatasi keluhan yang muncul. Prosedur ini dilakukan ketika otot terlepas dari tulang akibat tarikan yang hebat. Prosedur ini bisa menyambung kembali otot yang putus.
Pengobatan yang dilakukan akan tergantung pada tingkat keparahan gejala. Cedera parah bisa memakan waktu pemulihan hingga berbulan-bulan. Sebelum terkena, adapun langkah pencegahan yang dilakukan, antara lain:
1. Lakukan peregangan sebelum berolahraga.
2. Lakukan pendinginan setelah berolahraga.
3. Hentikan olahraga ketika mengalami nyeri.
Jika mengalami keluhan seputar gejala cedera hamstring, silakan tanya dokter untuk melakukan perawatan.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com