MURIANEWS, Kudus – Pandan adalah salah satu jenis tanaman yang familiar karena sering digunakan sehari-hari. Kebanyakan, yang dimanfaatkan dari pohon pandan ini adalah daunnya.
Biasanya, daun pandan digunakan untuk kebutuhan masakan biar aromanya wangi atau sebagai pewarna makanan. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan
daun pandan untuk obat tradisional.
Benarkah daun pandan bisa untuk obat herbal? Melansir dari laman Halodoc, Rabu (26/10/2022), pandan merupakan tanaman rempah pokok di negara Thailand, Malaysia, dan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Hindari Gula karena Khawatir Diabetes? Coba Manfaatkan Pemanis dari Bahan Rempah IniAroma dan rasa unik yang diberikannya pada makanan membuat pandan menjadi tanaman populer yang dibudidayakan. Namun, khasiat daun pandan nyatanya tidak hanya sampai di situ.
Sebut saja, pengemudi taksi di Vietnam sangat menyukai daun pandan dan banyak menggunakannya sebagai penyegar udara kendaraan mereka. Pandan paling sering dikonsumsi sebagai pasta, bubuk, ekstrak infused water, atau dibuat menjadi minyak esensial. Daun tanaman ini jarang dikonsumsi secara langsung, kecuali pada beberapa menu masakan.
Oleh karena mudah bertumbuh dan perawatannya, banyak orang akhirnya menanam tanaman ini secara pribadi. Tanpa adanya gangguan dari hama atau benalu, daun pandan bisa bertumbuh menjadi pohon berukuran kecil dengan panjang daun sekitar dua meter.
Sementara itu, khasiat daun pandan sendiri telah populer selama berabad-abad, tetapi ilmu pengetahuan modern baru mengembangkan untuk mengetahui manfaatnya secara luas dalam beberapa waktu terakhir ini.
Khasiat Daun Pandan untuk Mencegah KolesterolMemiliki nama ilmiah Pandanus amaryllifolius, pandan ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat beragam. Sebanyak 100 gram daun pandan, terdapat air, protein, karbohidrat, lemak, dan banyak vitamin, seperti vitamin C, B1, B2, dan B3. Belum lagi mineral lainnya, seperti zat besi, fosfor, dan kalsium.
Salah satu khasiat daun pandan untuk kesehatan adalah mampu mencegah kolesterol dan asam urat. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti jurusan Kesehatan Hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan sifat antikolesterol pada daun pandan.
Pemilihan daun pandan dikarenakan daun ini tidak mengakibatkan terjadinya peningkatan kolesterol jahat di dalam tubuh. Sementara itu, kandungan tanin pada daun pandan bisa mengikat asam empedu di usus yang akhirnya dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses.Tidak ketinggalan, kandungan fenol pada daun pandan yang mampu menghambat oksidasi kolesterol LDL, yang akhirnya dapat menurunkan kecenderungan untuk memiliki kelebihan kolesterol pada tubuh.Kolesterol sendiri merupakan suatu zat metabolit yang mengandung lemak sterol. Senyawa ini berbentuk, seperti lilin dan terdapat dalam sel manusia serta hewan.Kolesterol dalam darah bisa mengalami peningkatan apabila ada lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh yang sering kali didapat dari makanan hewani. Sementara itu, lemak yang terkandung dalam tumbuhan biasanya merupakan lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah.Berdasarkan hasil studi tersebut, para peneliti berharap daun pandan bisa menjadi pilihan pengobatan alternatif untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh secara alami, sehingga tidak menimbulkan efek samping tertentu bila dibandingkan dengan pilihan pengobatan secara medis.Rutin Melakukan Pemeriksaan KesehatanLalu, bagaimana caranya mengetahui berapa kadar kolesterol dalam darah? Tentunya dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, ya!Sementara itu, membiasakan pola hidup dan pola makan yang sehat menjadi cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya kolesterol tinggi. Kurangi asupan lemak jenuh dan makanan tinggi garam, sebaliknya, ganti dengan perbanyak asupan buah dan sayur serta konsumsi air putih. Jangan lupa untuk rutin berolahraga, dapatkan cukup istirahat, dan kelola stres dengan baik. Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com
[caption id="attachment_327962" align="alignleft" width="1890"]

Foto: Pohon pandan (pixabay.com)[/caption]
MURIANEWS, Kudus – Pandan adalah salah satu jenis tanaman yang familiar karena sering digunakan sehari-hari. Kebanyakan, yang dimanfaatkan dari pohon pandan ini adalah daunnya.
Biasanya, daun pandan digunakan untuk kebutuhan masakan biar aromanya wangi atau sebagai pewarna makanan. Selain itu, ada juga yang memanfaatkan
daun pandan untuk obat tradisional.
Benarkah daun pandan bisa untuk obat herbal? Melansir dari laman Halodoc, Rabu (26/10/2022), pandan merupakan tanaman rempah pokok di negara Thailand, Malaysia, dan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Baca juga: Hindari Gula karena Khawatir Diabetes? Coba Manfaatkan Pemanis dari Bahan Rempah Ini
Aroma dan rasa unik yang diberikannya pada makanan membuat pandan menjadi tanaman populer yang dibudidayakan. Namun, khasiat daun pandan nyatanya tidak hanya sampai di situ.
Sebut saja, pengemudi taksi di Vietnam sangat menyukai daun pandan dan banyak menggunakannya sebagai penyegar udara kendaraan mereka. Pandan paling sering dikonsumsi sebagai pasta, bubuk, ekstrak infused water, atau dibuat menjadi minyak esensial. Daun tanaman ini jarang dikonsumsi secara langsung, kecuali pada beberapa menu masakan.
Oleh karena mudah bertumbuh dan perawatannya, banyak orang akhirnya menanam tanaman ini secara pribadi. Tanpa adanya gangguan dari hama atau benalu, daun pandan bisa bertumbuh menjadi pohon berukuran kecil dengan panjang daun sekitar dua meter.
Sementara itu, khasiat daun pandan sendiri telah populer selama berabad-abad, tetapi ilmu pengetahuan modern baru mengembangkan untuk mengetahui manfaatnya secara luas dalam beberapa waktu terakhir ini.
Khasiat Daun Pandan untuk Mencegah Kolesterol
Memiliki nama ilmiah Pandanus amaryllifolius, pandan ternyata memiliki kandungan nutrisi yang sangat beragam. Sebanyak 100 gram daun pandan, terdapat air, protein, karbohidrat, lemak, dan banyak vitamin, seperti vitamin C, B1, B2, dan B3. Belum lagi mineral lainnya, seperti zat besi, fosfor, dan kalsium.
Salah satu khasiat daun pandan untuk kesehatan adalah mampu mencegah kolesterol dan asam urat. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh sejumlah peneliti jurusan Kesehatan Hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan sifat antikolesterol pada daun pandan.
Pemilihan daun pandan dikarenakan daun ini tidak mengakibatkan terjadinya peningkatan kolesterol jahat di dalam tubuh. Sementara itu, kandungan tanin pada daun pandan bisa mengikat asam empedu di usus yang akhirnya dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses.
Tidak ketinggalan, kandungan fenol pada daun pandan yang mampu menghambat oksidasi kolesterol LDL, yang akhirnya dapat menurunkan kecenderungan untuk memiliki kelebihan kolesterol pada tubuh.
Kolesterol sendiri merupakan suatu zat metabolit yang mengandung lemak sterol. Senyawa ini berbentuk, seperti lilin dan terdapat dalam sel manusia serta hewan.
Kolesterol dalam darah bisa mengalami peningkatan apabila ada lemak jenuh yang masuk ke dalam tubuh yang sering kali didapat dari makanan hewani. Sementara itu, lemak yang terkandung dalam tumbuhan biasanya merupakan lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah.
Berdasarkan hasil studi tersebut, para peneliti berharap daun pandan bisa menjadi pilihan pengobatan alternatif untuk menurunkan kolesterol dalam tubuh secara alami, sehingga tidak menimbulkan efek samping tertentu bila dibandingkan dengan pilihan pengobatan secara medis.
Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan
Lalu, bagaimana caranya mengetahui berapa kadar kolesterol dalam darah? Tentunya dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, ya!
Sementara itu, membiasakan pola hidup dan pola makan yang sehat menjadi cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya kolesterol tinggi. Kurangi asupan lemak jenuh dan makanan tinggi garam, sebaliknya, ganti dengan perbanyak asupan buah dan sayur serta konsumsi air putih. Jangan lupa untuk rutin berolahraga, dapatkan cukup istirahat, dan kelola stres dengan baik.
Penulis: Dani Agus
Editor: Dani Agus
Sumber: halodoc.com