Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Kudus – Mengemudi mobil di jalan raya butuh kewaspadaan yang tinggi. Meskipun saat itu sedang melaju di jalan mulus dan sepi alias tidak banyak arus kendaraan dari kedua arah.

Kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan ketika berkendara dalam kondisi jalan rusak atau banyak lubang. Terlebih jika saat itu sedang turun hujan deras.

Melaju di jalan rusak rentan mengalami kecelakaan jika tidak hati-hati. Selain itu, performa kendaraan juga bisa terganggu jika sembrono ketika mengemudi di jalan rusak.

Baca juga: Ini Tips Aman Mengemudi Mobil saat Hujan Deras yang Penting Diketahui

Nah, agar aman mengemudi di jalan rusak, coba ikuti tips ini, sebagaimana dilansir dari laman Wuling, Selasa (8/11/2022).

Jaga Jarak dengan Kendaraan Depan

Usahakan menjaga jarak dengan kendaraan yang berada di depan Anda. Jangan terlalu berdempet agar Anda bisa melihat lubang yang ada di depan jalan. Dengan begitu, Anda bisa lebih mudah mengantisipasinya.

Selain itu, menjaga jarak dengan kendaraan depan juga dapat mengurangi dampak akan bebatuan yang terpental dari kendaraan depan. Anda juga dapat mengerem secara halus ketika melihat lubang di depan dan tak membahayakan kendaraan di belakang.

Pandangan ke Depan dan Fokus

Sangat penting untuk menjaga visibilitas Anda ke depan. Pandangi juga kondisi sekitar secara sekilas sehingga jalan berlubang dapat dihindari. Jangan alihkan fokus Anda ketika berkendara. Hiraukan segala hal yang dapat mengganggu konsentrasi Anda ketika berkendara.

Kehilangan fokus saat berkendara bisa membuat Anda tak menyadari ada lubang di depan jalan. Posisi tangan menyerupai arah jam 9 dan 3 pada kemudi setir. Hal ini merupakan posisi terbaik pada kemudi setir karena dapat mengontrol mobil dengan baik pada posisi tangan ini.

Jangan Asal Bermanuver

Demi menghindari lubang, ada beberapa pengendara yang langsung bermanuver dengan membelokkan kendaraannya. Manuver untuk menghindari lubang memang sah-sah saja dilakukan, tapi ada baiknya Anda untuk memastikan kondisi jalan di sekitar sepi sehingga tak membahayakan pengguna jalan lain.
Bayangkan jika Anda asal bermanuver hanya untuk menghindari lubang tanpa menghiraukan pengendara lain, bukan tak mungkin sesuatu yang fatal bisa terjadi. Daripada asal bermanuver, sebaiknya pelankan laju kendaraan dan tetap melewati jalanan rusak dan berlubang tersebut.Jangan MengebutTidak perlu untuk mengemudikan mobil dalam kecepatan tinggi. Kemudikanlah kendaraan Anda sesuai dengan kecepatan yang dianjurkan di ruas jalan tersebut.Mengemudikan kendaraan dengan pelan juga membuat Anda mendapat kesempatan untuk menghindari lubang dan jalanan rusak. Menghantam lubang saat kendaraan dikemudikan dalam kecepatan tinggi juga dapat memberikan dampak buruk pada suspensi Anda.Hati-Hati pada Genangan AirMemasuki musim hujan, biasanya banyak terdapat genangan di jalanan. Genangan-genangan air ini patut diwaspadai karena bisa saja itu merupakan jalanan berlubang. Kita tak dapat mengetahui dengan pasti kedalaman dari lubang tersebut karena tertutup oleh genangan air.Jika memungkinkan, genangan air sebaiknya dihindari. Namun jika kondisinya tak memungkinkan, Anda bisa memelankan laju kendaraan agar dapat mengantisipasi untuk menghindari pengereman secara mendadak.Pengereman mendadak sering terjadi ketika si pengendara tak waspada saat melintas di jalanan rusak dan berlubang. Tapi adanya fitur sistem pengereman ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brake force Distribution) setidaknya pengendara bisa sedikit berlega hati ketika harus ngerem mendadak ketika melewati jalanan rusak dan berlubang. ABS ini dapat membuat roda terkunci saat pengendara mengerem terlalu dalam dan menghindari objek tabrak.Sementara EBD berfungsi untuk mengatur penyebaran rem agar lebih merata di setiap ban sesuai dengan kebutuhannya. Fitur ABS dan EBD kini mulai disematkan pada mobil-mobil di Indonesia.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: wuling.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler