Mengenal Liposarcoma, Penyakit Kanker Langka seperti Dialami Artis Imel Putri
Murianews
Kamis, 22 Desember 2022 19:10:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dikutip dari Detik.com, Kamis (22/12/2022), artis Imel Putri menceritakan momen saat dirinya mengidap kanker Liposarcoma. Kanker tersebut kala itu bersarang di dalam perut Imel Putri. Imel Putri mengaku baru menyadari kanker itu ketika sudah masuk stadium satu.
Karena hal itu, Imel pun harus menjalani berbagai macam operasi dan kemoterapi sehingga kondisi kesehatannya menurun. Bukan hanya itu saja, Imel Putri juga harus memangkas tuntas rambut demi kesembuhannya.
Baca juga: Ini Manfaat Buah Tin bagi Kesehatan, Mencegah Kanker hingga Menjaga Kesehatan Jantung
Lantas apa itu kanker liposarcoma? Melansir dari Halodoc, salah satu kanker yang terbilang langka dan menyerang pada jaringan lemak disebut liposarcoma. Penyakit ini menyerang jaringan pada bagian belakang lutut, paha, pangkal paha, bokong, atau retroperitoneum (ruang di belakang rongga perut).
Liposarcoma disebut sebagai kanker (ganas) karena dapat terjadi berulang secara lokal dan menyebar ke area lain dari tubuh. Tingkat keparahan penyakit tergantung pada subtipe liposarcoma dan stadium penyajian tumor primer.
Beberapa orang dengan liposarcoma tidak memiliki gejala pada tahap awal, tetapi karena tumor tumbuh dan berkembang ke tahap selanjutnya, ia berpotensi menekan jaringan lain dan menyebabkan rasa sakit.
Tanda dan Gejala Liposarcoma
Sebagian besar pasien yang didiagnosis dengan liposarcoma tidak memiliki gejala awal. Gejala biasanya muncul saat tumor telah tumbuh menjadi ukuran yang cukup besar untuk menekan jaringan tetangga dan menyebabkan rasa sakit atau penurunan fungsi. Kadang-kadang liposarcoma bisa dilihat sebagai benjolan massa yang dapat disentuh. Liposarcoma bisa menimbulkan gejala, misalnya:
• Demam.
• Kedinginan.
• Kelelahan.
• Muncul keringat malam
• Penurunan berat badan.
Jika tumor terletak di belakang peritoneum, ia dapat hadir dengan gejala spesifik di perut, termasuk sakit perut atau panggul, pembengkakan, dan sembelit atau sensasi perasaan kenyang lebih cepat dari yang diperkirakan setelah makan. Tidak ada salahnya untuk melakukan tanya jawab dengan dokter terkait dengan gejala liposarcoma. Caranya mudah, tinggal download di aplikasi Halodoc, kamu bisa berbicara langsung dengan dokter ahli.
Apa Penyebab dari Penyakit Ini?
Penyebab spesifik liposarcoma belum diketahui. Secara klinis, penyakit ini diyakini muncul akibat kecelakaan atau benturan. Liposarcoma umumnya dikaitkan dengan perubahan beberapa gen yang ada dalam sel-sel lemak. Serangkaian kelainan pada gen ini (mutasi atau perubahan DNA) menyebabkan perubahan ganas yang ditandai pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali.
Liposarcoma adalah sarkoma jaringan lunak, menyerang sekitar 2.000 orang setiap tahun di Amerika Serikat. Penyakit ini dilaporkan lebih banyak mempengaruhi pria daripada wanita, dan lebih khusus pria paruh baya mulai dari 50 - 65 tahun. Anak-anak jarang didiagnosis, tetapi ketika liposarcoma terjadi pada anak-anak, biasanya terjadi setelah remaja.
Sementara itu, faktor risiko tertentu terbukti mempengaruhi seseorang mengembangkan sarkoma jaringan lunak, seperti liposarcoma, termasuk: paparan radiasi sebelumnya, sindrom kanker keluarga, kerusakan pada sistem getah bening, dan paparan jangka panjang terhadap bahan kimia beracun tertentu seperti vinil klorida, bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik.
Gangguan Terkait Liposarcoma
Ada penyakit lain yang muncul mirip dengan liposarcoma. Lipoma adalah tumor non-kanker (jinak) yang dapat terlihat mirip dengan liposarcoma tetapi biasanya lebih lembut dan terasa seperti massa langsung di bawah kulit daripada di bagian tubuh yang lebih dalam. Lipoma tidak bisa berubah menjadi liposarcoma.
Tumor jaringan lunak lainnya, seperti sarkoma pleomorfik yang tidak berdiferensiasi, hemangiopericytoma lipomatous, sarkoma non-lipogenik dan tumor stroma gastrointestinal, juga dapat mirip dengan liposarcoma ketika awalnya dievaluasi di bawah mikroskop.
Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com



