Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Keong sawah bisa dimasak jadi sayur dengan dicampur bahan lain. Selain itu, ada juga yang membikin jadi menu sate keong.

Meski demikian, tidak sedikit yang enggan mengonsumsi keong sawah. Mereka merasa jika makan keong sawah bisa bikin dampak pada kesehatan, seperti gatal pada kulit.

Baca juga: Khasiat Daun Pandan untuk Mencegah Kolesterol yang Perlu Diketahui

Lantas, apakah keong sawah ini aman dikonsumsi? Melansir dari Halodoc, Jumat (23/12/2022), sebagian orang merasa enggan mengonsumsi keong sawang. Padahal, hewan yang satu ini punya berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh. Selain lezat, keong sawah nyatanya mengandung zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Misalnya, protein, karbohidrat, fosfor, dan kalsium.

Masyarakat Indonesia lebih mengenal keong sawah sebagai tutut, yaitu jenis siput air. Ukuran tutut lebih kecil dibandingkan bekicot dan umumnya bisa diolah menjadi masakan yang enak.

Nah, inilah manfaat kesehatan yang dapat kamu rasakan jika mengonsumsi keong sawah:

1. Baik untuk nutrisi otak

Manfaat kesehatan keong sawah yang pertama yaitu menutrisi otak. Keong sawah mengandung nutrisi yang dapat mendukung fungsi otak bekerja dengan baik. Kandungan tersebut yaitu asam lemak tak jenuh. Perlu diketahui, asam lemak tak jenuh bermanfaat untuk kesehatan otak.

Bukan cuma itu, lemak yang terkandung dalam keong sawah juga termasuk asam linoleat (omega-6) dan asam linolenat (omega-3). Asam lemak omega-3 inilah yang berperan penting untuk otak, yaitu mengurangi stres oksidatif, meningkatkan daya ingat, dan mengoptimalkan perkembangan otak anak. Sementara itu, kandungan omega-6 pada keong sawah bermanfaat untuk memperlancar fungsi sel-sel saraf otak.

2. Mendukung pertumbuhan tulang

Anak-anak membutuhkan protein dan kalsium selama masa pertumbuhan, agar tubuhnya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Jika kekurangan protein dan kalsium, maka anak berisiko tinggi mengalami stunting atau masalah pertumbuhan lainnya.

Nah, orang tua dapat mencegah masalah pertumbuhan anak dengan memberikan makanan keong sawah pada anak-anak. Ini adalah salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium. Sebab, dalam setiap 100 gram keong sawah, terkandung sekitar 129 mg kalsium, atau memenuhi setidaknya 10 persen kebutuhan kalsium harian.
3. Meningkatkan sistem imunManfaat keong sawah berikutnya yaitu meningkatkan sistem imun atau daya tahan tubuh. Sebab, keong sawah mengandung vitamin A, B, dan C, yang berfungsi memperkuat sistem imun tubuh. Dengan sistem imun yang prima, maka tubuh jadi tidak mudah sakit.Seperti yang sudah diketahui, vitamin C bermanfaat dalam produksi sel darah putih penghasil antibodi. Vitamin ini juga mampu mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas yang memicu munculnya penyakit.4. Memenuhi kebutuhan protein harianProtein yang terkandung dalam keong sawang bisa dibilang cukup tinggi. Keong sawah bisa menjadi sumber protein hewani alternatif yang baik dan rendah lemak.Tubuh membutuhkan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan sel agar berfungsi dengan optimal. Apabila tubuh kekurangan protein, maka tubuh lebih mudah terserang penyakit. Mengingat protein pada keong sawah bermanfaat untuk pemulihan dan penyembuhan setelah sakit, maka tidak ada salahnya untuk mengonsumsinya.5. Mencegah anemiaManfaat keong sawah selanjutnya yaitu mencegah anemia. Sebab, keong sawah merupakan sumber zat besi yang baik, mineral penting untuk membentuk sel darah merah. Jika kamu memiliki faktor risiko anemia, sebaiknya cegah dengan rutin mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti keong sawah contohnya.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler