Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski demikian, masih banyak orang yang belum paham betul ap aitu penyakit bell’s palsy. Akibatnya, mereka menganggap remeh penyakit ini.

Untuk itu, penting mengetahui informasi terkait bell’s palsy. Dengan demikian, nantinya bisa melakukan tindakan pencegahan maupun pengobatan lebih dini jika terkena penyakit ini.

Baca juga: Catat! Ini Jenis Penyakit Tidak Menular dengan Risiko Kematian Tinggi

Melansir dari Halodoc, Kamis (29/12/2022), bell’s palsy adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah. Kondisi ini bisa membuat salah satu sisi dari wajah terlihat ”mengendur” atau melorot ke bawah.

Meski begitu, kelumpuhan akibat bell’s palsy biasanya hanya terjadi sementara atau hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini.

Tapi, banyak yang meyakini bahwa bell’s palsy bisa terjadi karena adanya infeksi dari beberapa jenis virus, seperti virus herpes simpleks (HSV), virus varicella-zoster, virus epstein barr, cytomegalovirus, sifilis, hingga penyakit lyme.

Gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit ini bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Meski begitu, gejala bell’s palsy umumnya akan berkembang dengan cepat dan bisa mencapai puncaknya dalam waktu singkat, yaitu kurang dari tiga hari. Ada beberapa gejala umum yang biasanya muncul pada bell’s palsy, yaitu:

1. Kelumpuhan Wajah

Kelumpuhan pada wajah merupakan gejala yang khas dari kondisi ini dan dialami oleh hampir semua pengidap bell’s palsy. Biasanya, kelumpuhan dan kelemahan terjadi pada salah satu sisi wajah, yang kemudian terlihat melorot dan sulit untuk digerakkan. Kondisi ini juga akan dibarengi dengan kesulitan membuka atau menutup mata dan mulut.

2. Sakit Telinga

Selain kelumpuhan wajah, serangan bell’s palsy juga akan memicu gejala lainnya. Umumnya, penyakit ini juga akan menimbulkan gejala pada hampir semua bagian di sisi wajah yang diserang, termasuk telinga. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan pengidapnya mengalami sakit telinga pada sisi wajah yang mengalami kelumpuhan.Selain itu, bagian telinga yang terpengaruh juga akan menjadi lebih sensitif terhadap suara. Telinga yang mengalami gangguan juga akan berdenging, baik pada salah satu atau kedua telinga.3. Gangguan pada Mulut dan RahangBell’s palsy juga akan memengaruhi indera perasa yang menyebabkan bagian tersebut mengalami penurunan atau perubahan. Pada mulut, bell’s palsy bisa menyebabkan bagian tersebut mudah dan sering mengeluarkan air liur, bahkan tidak bisa dikontrol.Bell’s palsy juga ditandai dengan rasa kering pada seputar mulut. Setelah beberapa hari, gejala lain seperti rasa sakit di sekitar rahang, sakit kepala atau pusing, hingga kesulitan makan dan berbicara pun akan mulai terjadi.Penyakit ini menyebabkan saraf pada wajah mengalami kerusakan dan berdampak pada indera perasa dan cara tubuh menghasilkan air mata dan ludah. Meski demikian, kelumpuhan yang terjadi karena penyakit ini hanya akan menyerang otot dan saraf wajah.Bell’s palsy menyerang secara tiba-tiba dan kelumpuhan akibat kondisi ini biasanya akan membaik dalam hitungan minggu. Meski demikian, gejala kelumpuhan pada sisi wajah atau bagian tubuh tertentu sama sekali tidak boleh diabaikan. Jika mengalami gejala seperti ini, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan penjelasan terkait kondisi tersebut dan mendapatkan pengobatan medis yang tepat.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler