Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bagi wanita, adanya jerawat dan komedo ini bukan urusan sepele. Pasalnya, kondisi ini bisa mempengaruhi rasa percaya diri ketika tampil di hadapan banyak orang.

Tak hanya itu, ada kondisi wajah lainnya yang juga dirasakan sangat mengganggu. Yakni, munculnya bintik putih pada wajah secara mendadak.

Baca juga: Mengenal Mikrodermabrasi, Metode Perawatan Wajah untuk Atasi Bekas Jerawat

Adanya bintik putih ini tentu saja sangat mempengaruhi penampilan. Karena wajah menjadi terlihat aneh dan terkesan kurang sehat.

Ada beberapa penyebab munculnya bintik putih pada wajah. Berikut di antaranya, seperti dilansir dari Halodoc, Sabtu (4/2/2023).

1. Millia

Penyebab bintik putih wajah yang pertama yaitu milia. Kondisi kulit ini terbentuk ketika keratin terperangkap di bawah kulit. Keratin adalah protein yang membentuk lapisan luar kulit. Hal tersebut menyebabkan terbentuknya kista kecil berwarna putih pada kulit. Kondisi ini seringkali terjadi pada anak-anak dan orang dewasa, tapi bisa juga pada bayi yang baru lahir.

Selain keratin, milia juga dapat terbentuk akibat luka bakar, kerusakan akibat paparan sinar matahari, atau racun ivy. Milia dapat muncul di pipi, hidung, dahi, dan di sekitar mata. Kemunculannya tidak menyebabkan nyeri atau gatal, namun dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa minggu.

2. Pitiriasis alba

Kondisi kulit ini merupakan jenis eksim yang menyebabkan munculnya bercak oval berwarna putih. Mengutip Healthline, gangguan kulit ini dialami sekitar 5 persen anak-anak di seluruh dunia, terutama antara usia 3 hingga 16 tahun.

Sayangnya belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun ada kemungkinan terkait dengan paparan sinar matahari atau ragi yang menyebabkan hipopigmentasi. Meskipun pityriasis alba dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan, tapi bintik putih dapat bertahan hingga tiga tahun.

3. Vitiligo

Penyebab bintik putih wajah selanjutnya yaitu vitiligo, yang merupakan kelainan kulit. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya pigmentasi pada kulit. Bercak putih ini dapat terbentuk di mana saja, termasuk wajah, lengan, tangan, kaki dan alat kelamin.Bintik putih pada awalnya mungkin berukuran kecil, tapi secara bertahap dapat melebar. Namun, bintik putih yang meluas tidak terjadi pada semua kasus. Kondisi ini juga bisa berkembang pada usia berapapun, tapi kebanyakan gejala muncul hingga usia 20-an.4. Tinea versikolorTinea versikolor juga dikenal sebagai pityriasis versicolor. Kelainan kulit ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur berlebih sehingga menimbulkan gejala bintik putih pada kulit.Jenis jamur yang umum menyerang kulit salah satunya ragi. Sebenarnya gejala perubahan warna dari tinea versikolor berbeda-beda. Ada yang ditandai dengan bintik merah mudah, bintik coklat, dan yang lainnya bintik putih.Gangguan kulit ini dapat terjadi pada orang dari segala usia. Namun biasanya terjadi pada orang yang tinggal di iklim lembab, serta orang yang memiliki kulit berminyak, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.5. Hipomelanosis gutata idiopatik (bercak matahari)Hipomelanosis gutata idiopatik merupakan salah satu penyebab bintik putih wajah. Bintik putih tersebut terbentuk akibat paparan sinar ultraviolet (UV) jangka panjang. Jumlah dan ukuran bintik putih bervariasi, tapi umumnya berbentuk bulat, datar, dan berukuran antara 2 hingga 5 milimeter.Selain wajah, bintik putih dapat berkembang di berbagai bagian tubuh, termasuk lengan, punggung, dan kaki. Namun kondisi akan lebih terlihat pada orang yang memiliki warna kulit cerah. Risiko terjadinya bintik matahari ini akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: halodoc.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler